Brilio.net - Sejak 8 November 2018 silam, film Hanum & Rangga telah dirilis di beberapa bioskop di Tanah Air. Sosok Rangga sendiri diperankan oleh aktor ternama Tanah Air Rio Dewanto. Sedangkan Acha Septriasa dipercayai memerankan sosok Hanum Rais. Dalam penayangannya selama empat hari, film ini telah meraup 201.378 orang penonton.

Selama penayangannya di bioskop, film yang disutradarai oleh Benni Setiawan dan diproduksi oleh MD Picture tersebut sebenarnya sudah ramai jadi perbincangan publik. Sebab tanggal perilisannya bersamaan dengan tanggal rilis film A Man Called Ahok. Bahkan film yang mengambil latar New York itu digadang-gadang jumlah penontonnya melebihi film A Man Called Ahok .

maaf hanum rais © 2018 brilio.net

foto: Instagram/@filmhanumrangga

Bukan hanya sebatas itu, meski mempunyai genre yang berbeda, namun banyak masyarakat yang menghubungkan film tersebut dengan politik. Sebab belum lama ini, nama Hanum sendiri sempat jadi sorotan karena kasus hoax yang menjerat Ratna Sarumpaet.

Loading...

Selain tanggal perdananya bersamaan, film Hanum & Rangga, dan A Man Called Ahok kemudian diseret ke ranah politik. Lewat akun Instagram pribadinya, putri Amien Rais itu menyampaikan rasa kecewanya mengenai banyaknya hujatan dan cibiran yang masuk pada film Hanum & Rangga karena perbedaan pandangan politik.

"Saya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra, sangat menyayangkan terjadinya hujatan dan cyberbully atas film kami hanya karena perbedaan Pandangan politik," tulisnya seperti dilansir brilio.net, Rabu (14/11).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by hanum salsabiela rais (@hanumrais) on

"Pertama kami ingin meminta maaf kepada Pak Manoj Punjabi, produser dari MD Pictures, Kang Benni setiawan dan tim produksi serta jajaran artis. Hanya karena kata Rais yang melekat dibelakang nama saya rekan rekan semua harus menerima juga hujan hujatan dan kata kata kotor.

Bagi mereka yang masih ingin menyalurkan hasrat hujatan atau cyber bully, silahkan dialamatkan kepada kami saja.. jangan melibatkan tim produksi dan artis yang sudah bekerja profesional siang malam untuk membuat karya film ini dengan sepenuh hati. Janganlah perbedaan politik harus menodai karya seni," tambahnya.

Ya melalui unggahannya, wanita 36 tahun ini menyebutkan bila seseorang mempunyai pandangan politik yang berbeda, seharusnya cibiran tersebut cukup disampaikan ke dirinya dan suaminya saja, bukan memberikan kritik pada film Hanum & Rangga.

Sebab fim Hanum & Rangga sendiri merupakan sebuah hasil karya yang dibuat dari hasil kerja keras banyak orang. Padahal film yang diangkat dari novel Hanum yang berjudul Faith and City ini merupakan film mengisahkan perjalanan cinta antara Hanum Salsabiela Rais dan suaminya Rangga Almahendra selama di Amerika.

Di kalimat terakhirnya, Hanum menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang telah menyaksikan film Hanum & Rangga. Dirinya juga mengimbau agar para penonton tak gampang terprovokasi karena politik saja.

"Kami juga mengucapkan terimakasih kepada ratusan ribu penonton Hanum Rangga: Faith and the City di seluruh Indonesia, mohon bantuannya untuk tidak terprovokasi, semoga menjadi bagian menyebarkan semangat kebaikan untuk bangsa ini," tutup penulis kelahiran Yogyakarta itu.

Tak membutuhkan waktu lama, unggahannya tersebut langsung ramai dengan beragam reaksi warganet.

"Terus berkarya mbak @hanumrais jangan hiraukan mereka.semoga Allah selalu melindungi kita semua," tulis @wawantaryawan.

"Mbak Hanum, dirimu tetap menjadi penulis favorite ku. barakallahu fiikum buat mbak Hanum dan mas Rangga," sambung @el_medina_os.

"Terus berkarya mba. Jgn hiraukan org2 yg hanya ingin membuat mba menjadi down.. kami slalu menunggu karya2 mu mba hanum dan mas rangga.," tutup @intan_prim.