Brilio.net - Indonesia dikenal dengan industri film horor yang menjamur dan melegenda. Terbukti, banyak sekali film horor Indonesia yang mengangkat tema tradisi adat dan ritual tertentu dengan tampilan hantu yang terkesan seram.

Namun, beberapa tahun belakangan, industri film Indonesia sempat terdampak akibat pandemi COVID-19. Kini, setelah pandemi mereda, sejumlah rumah produksi film dan sutradara kembali menyemarakkan industri film dengan memproduksi beragam film baru.

Salah satunya adalah Lyto Pictures yang mempersembahkan film terbarunya yang berjudul Pamali. Film tersebut merupakan film horor yang diadaptasi dari sebuah game keluaran StoryTale Studio berjudul Pamali: Indonesian Folklore Horror yang dirilis 2018 silam. Memiliki tagline "Melanggar Adat, Mengundang Petaka", Pamali hadir sebagai upaya untuk memperingatkan semua agar tidak meremehkan tradisi.

Cerita film Pamali dimulai ketika terdapat sepasang suami istri yang memutuskan untuk tinggal di rumah tua di wilayah tepi ibu kota. Dalam film tersebut, terdapat beberapa adegan yang dianggap sebagai pamali di kalangan masyarakat Sunda.

Pamali tersebut juga yang menjadi penyebab sepasang suami istri tersebut mendapatkan teror dari makhluk gaib. Beberapa pamali yang dilanggar di dalam film tersebut meliputi larangan bagi perempuan hamil untuk menggunting kuku saat malam hari dan menggunting rambut.

Beragam tindakan yang dianggap melanggar kebiasaan dan adat memang dipercaya dapat mendatangkan hal yang tidak diinginkan seperti cuplikan konflik pada trailer film Pamali. Selain langgaran pamali, perseteruan antar anggota keluarga yang terjadi di dalam film ini juga menjadi faktor penyebab terjadinya teror makhluk gaib.

press screening film Pamali © berbagai sumber

foto: brilio.net/Dewi Suci

"Di film Pamali, kami mengangkat larangan seperti ibu hamil dilarang menggunting kuku dan memotong rambut saat malam hari sebagai contoh agar lebih mudah memahami akibat yang muncul dari melanggar larangan atau peringatan yang ada," ujar CEO Lyto Pictures dan Producer film Pamali, Andi Suryanto dalam acara Press Screening Film Pamali, Jumat (30/9).

Ia juga menambahkan, Indonesia memiliki banyak budaya, tradisi adat, dan kepercayaan. Belum tentu adat yang ada di Jawa sama seperti adat yang berada di luar sana sehingga penonton diimbau untuk lebih sadar dan menghargai keberadaan lokal.

(brl/jad)