Brilio.net - Tidak dapat dipungkiri, kisah dalam drama Korea memang tidak dapat lepas dari cerita percintaan. Dalam genre thriller pun pasti terselip adegan romantis di dalamnya.

Ceritanya pun selalu mempunyai sisi yang membuat kamu tertarik untuk menontonnya. Adegan romantis pun juga banyak terselip dalam drama Korea yang mengangkat kisah tentang penyakit atau syndrom.

Kisah cerita yang seperti ini tentu bakal bikin kamu mewek saat menonton. Nah, berikut brilio.net merangkum dari berbagai sumber, 10 drama Korea tentang penyakit & syndrome, Selasa (28/1).

1. The Beauty Inside.

10 Drama Korea tentang penyakit & syndrome, bikin mewek © 2020 brilio.net

Loading...

foto: mydramalist.com

The Beauty Inside dibintangi Seo Yi-jin dan Lee Min-ki. Drama ini menceritakan tentang Han Se-gye, seorang aktris papan atas yang memiliki penyakit aneh, penampilannya selalu berubah dalam sebulan sekali. Karena itu kehidupannya sebagai aktris sangat misterius dan terkenal sebagai pembuat onar serta memiliki banyak rumor.

Kemudian ia bertemu dengan Seo Do-jae, seorang CEO di perusahaan maskapai penerbangan. Ia terlihat sangat sempurna, tapi ternyata memiliki masalah dalam mengenali wajah orang lain. Penyakitnya ini disebut dengan prosopagniosa.

2. Kill Me, Heal Me.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Film ini dibintangi Ji Sung, Hwang Jung-eum, dan Park Seo-joon. Kill Me, Heal Me menceritakan tentang Cha Do-hyun yang mengidap DID (Dissociative Identity Disorder) atau kepribadian ganda. Tidak hanya dua, ia memiliki banyak kepribadian. Penyakit ini muncul karena trauma masa kecil yang dialaminya.

Ia kemudian bertemu dengan Oh Ri-jin, seorang psikiater yang membantu mengatasi penyakitnya. Seiring berjalannya waktu mereka saling jatuh cinta. Namun, Oh Ri-jin selalu dibuat pusing dengan karakter Do-hyun yang kerap berubah-ubah.

3. Clean with Passion for Now.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Drama yang dibintangi Yoon Kyung-san ini menceritakan tentang seseorang yang mengidap Myshopobia. Penyakitnya ini membuat ia takut akan kuman, bakteri, atau sesuatu yang kotor. Ia menghindari kontak fisik bahkan ia tidak akan memegang barang yang sudah disentuh orang lain. Ia ingin selalu tampak bersih dalam segala hal. Tidak boleh ada satu pun kotoran di sekitarnya.

4. It's Okay, It's Love.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

It's Okay, It's Love mengangkat beberapa penyakit mental. Drama yang diperankan Jo In-sung dan Gong Hyo-jin ini menceritakan tentang seorang penulis dan penyiar radio yang memiliki gangguan OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Selain iru ia juga mengidap schizophrenia yang membuatnya berhalusinasi memiliki teman seorang anak SMA yang menjadi teman curhatnya. Suatu ketika ia bertemu dengan seorang psikiater yang ternyata memilki genophobia dan jatuh cinta.

Selain mereka berdua, ada satu lagi tokoh yang memiliki penyakit mental. Ia mengidap tourette syndrom dan membuatnya selalu gagal dalam urusan percintaan.

5. Hyde, Jekyll, and Me.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Drama yang dibintangi oleh Hyun Bin dan Han Ji-min ini menceritakan tentang seorang konglomerat pemilik taman bermain Wonderland. Namun sayang, ia mengidap DID (Dissociative Identity Disorder). Ia memiliki dua kepribadian yang jauh berbeda. Hali itu membuatnya kesulitan bekerja sehingga ia memutuskan untuk menutup taman bermainnya. Namun salah seorang yang merupakan leader sirkus di taman bermain itu berusaha untuk mempertahankan Wonderland. Rupanya ia jatuh cinta kepada salah satu kepribadian yang dimiliki pemilik Wonderland.

6. Good Doctor.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Good Doctor dibintangi Joo Won dan Moon Chae-won. Drama ini menceritakan tentang seorang dokter yang mengidap savant syndrome. Syndrom ini membuatnya menjadi sangat jenius, namun mentalnya setara dengan anak berusia 10 tahun.

Banyak orang meragukan kemampuannya sebagai seorang dokter karena kondisinya tersebut. Ia berjuang keras untuk diakui dan membuktikan bahwa dirinya adalah dokter yang hebat.

7. Remember: War of The Sun.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Drama yang dibintangi Yoo Seung-ho dan Park Min-young ini menceritakan tentang Seo Jin-woo yang sebelumnya mengalami hyperthymensia. Hal ini membuatnya bisa mengingat dengan detail yang sempurna. Karena kemampuannya, ia kemudian menjadi seorang pengacara andal. J

in-woo ingin membuktikan bahwa ayahnya yang menderita alzheimer dan dituduh melakukan pembunuhan, tidaklah bersalah. Namun ketika hampir mendekati sidang ulang, Jin-woo divonis mengidap penyakit yang sama dengan sang ayah. Hal ini membuatnya berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikan kasus sebelum ingatannya menghilang.

8. Flower Boy Next Door.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Drama yang dibintangi Park Shin-hye dan Yoon Shi-yoon ini menceritakan tentang Go Dok-mi, seorang editor yang menderita social anxiety. Dia suka mengurung diri dan menghindari untuk bertemu orang lain. Ia seringkali mengintip ke arah apartemen milik seorang dokter.

Suatu hari sepupu dokter itu memergoki Dok-mi yang sedang mengintip. Ia marah dan mendatanginya. Karena suatu hal, ia tahu bahwa Dok-mi trauma dengan dunia luar. Ia kemudian mencari cara agar Dok-mi kembali hidup normal.

9. Oh My Geum Bi.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Drama ini bercerita tentang seorang anak berusia 10 tahun yang menderita Nieman-pick, yang membuatnya mengalami penurunan ingatan. Penyakitnya itu semakin menjadi setiap waktu. Sampai akhirnya ia tidak bisa mengenali ayahnya atau siapa pun. Ia melakukan berbagai terapi untuk menghambat penyebaran penyakit yang tidak bisa disembuhkan itu.

10. A Beautiful Mind.

drama korea penyakit istimewa

foto: mydramalist.com

Drama yang dibintangi Jang Hyuk dan Park So-dam ini, menceritakan tentang seorang ahli bedah saraf yang tak punya rasa empati dan simpati kepada orang lain. Ini terjadi karena dia pernah jadi korban malapraktik saat kecil. Sesuatu dalam otaknya menjadi rusak dan ia kesulitan memahami ekspresi wajah, emosi, serta perasaan orang lain.

Reporter: Hameda Rachma