Brilio.net - Bayangkan saat ini kamu masih sekolah, dimana tiap hari ada yang mengantar jemput, suasana kelas yang nyaman dan setiap kali kamu melihat ke luar jendela ada pemandangan yang indah di luar gedung sekolah. Menyenangkan bukan? Tapi keadaan ini tak bisa dialami secara nyata di Bangladesh.

Sering terjadi banjir menjadi ancaman bagi anak-anak di Bangladesh untuk tetap bisa bersekolah. Akibat pemanasan global dan naiknya permukaan laut, Bangladesh selalu berisiko terkena banjir. Keluarga yang tinggal di dataran rendah selalu bermasalah dengan banjir, seperti jalan yang tak bisa dilalui dan anak-anak yang tak bisa mengikuti pelajaran di kelas.

sekolah apung © 2016 brilio.net

Untungnya ada sebuah organisasi yang berbasis di Bangladesh datang dengan ide sekolah terapung. Dengan demikian, adanya sekolah ini jadi cara inovatif untuk memerangi banjir dan yang terpenting anak-anak tetap bisa belajar.

BACA JUGA: 10 Pejuang hutan dari Indonesia, mereka menjaga paru-paru dunia

Loading...

Gagasan ini berasal dari seorang arsitek Bangladesh, Mohammed Rezwan. Dia bersama timnya telah melakukan berbagai usaha untuk mencoba dan mendidik anak-anak yang mungkin tak pernah punya kesempatan untuk sekolah di kehidupan nyata. Selain itu Rezwan juga ingin memastikan bahwa anak-anak tak akan putus sekolah meski tempat tinggalnya sedang dilanda banjir.

sekolah apung © 2016 brilio.net

Dilansir brilio.net dari Scoopwhoop, Rabu (22/6), kini sudah ada sekitar 100 perahu yang bertindak sebagai sekolah terapung untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak di Bangladesh. Tak hanya menyediakan tempat, organisasi tersebut juga menyediakan fasilitas lain seperti klinik kesehatan, perpustakaan dan pusat pelatihan pertanian dan pengelolaan keuangan. Semua fasilitas tersebut dilengkapi dengan akses internet nirkabel.

"Anak putus sekolah umum terjadi di wilayah ini. Sangat sulit bagi saya untuk menerima situasi demikian. Saya berpikir bahwa jika anak-anak tak bisa datang ke sekolah karena kurangnya transportasi yang tepat, maka sekolah harus datang dengan perahu," kata Rezwan.

Nah, untuk melihat lebih jelas bagaimana sekolah terapung di Bangladesh tersebut, simak video berikut ini: