Brilio.net - Tragedi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 yang terjadi pada Sabtu (9/1) hingga menewaskan 50 penumpang serta 12 awak kabin, rupanya terdengar sampai ke Palestina. Mendengar kabar duka itu, sejumlah warga Muslim Palestina turut prihatin atas peristiwa tak mengenakkan tersebut.

Sebagai bentuk kedekatan antara Palestina dan Indonesia, serta timbang rasa untuk korban pesawat Sriwijaya Air, sejumlah Muslimin di Palestina menunaikan salat gaib dan doa bersama. Pelaksanaan salat dilakukan di kawasan Jabaliyah Utara pada Senin (11/1) lalu.

Kabar pelaksanaan salat Gaib ini diketahui dari unggahan video di akun Instagram @bangonim beberapa waktu yang lalu.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @bangonim (@bangonim)

Loading...

"MERINDING RATUSAN MUSLIM PALESTINA BERKUMPUL bukan untuk menerima bantuan dari rakyat Indonesia, mereka berkumpul dalam rangka menggelar sholat Ghoib dan doa, mendoakan jenazah korban kecelakaan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182," tulis keterangan seperti yang brilio.net lansir dari akun @bangonim, Kamis (14/1).

Salat Gaib ini dipimpin oleh Emad Abo Hozaifah yang diikuti segenap warga Palestina, mulai dari yang tua sampai dengan yang muda berkumpul untuk mendoakan korban Sriwijaya Air SJ 182.

Usai melaksanakan salat gaib, Emad Abo berdoa untuk para korban Sriwijaya Air sambil menyampaikan pesan haru kepada orang yang hadir di sana.

"Antum tahu wahai jemaah muslim Palestina, saya pernah safar ke Indonesia dan saya tahu betul kebaikan orang Indonesia, di mata rakyat Indonesia, kita adalah orang-orang yang sangat dimuliakan, diistimewakan. Bila mereka mendegar ada orang Palestina maka mereka akan mendatangi dan memeluk kalian wahai saudaraku. Semoga mereka yang wafat terhitung usnul khtimah," kata Syeikh Emad dikutip dari Instagram @bangonim.

Sebagai relawan Indonesia yang mengoordinasi salat gaib, Abdillah Onim mengaku terharu betapa besarnya solidaritas warga Palestina kepada Indonesia.

"Kehadiran mereka bukan untuk menerima bantuan dari Indonesia, tetapi dengan sukarela hadir dalam rangka ikut Salat Jenazah dan doa bersama untuk korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182," jelasnya.