Brilio.net - Sadar nggak sih kalau sekarang itu harga apapun semakin mahal? Baik harga barang ataupun jasa, semuanya meningkat seiring tahun berganti. Untuk sekadar potong rambut saja, kini harus merogoh kocek sampai belasan bahkan puluhan ribu rupiah. Padahal dulu hanya modal Rp 5 ribu saja, rambut sudah dipotong rapi sesuai keinginan.

Namun seorang nenek asal Malaysia satu ini tak pernah mau menaikkan tarif jasa salonnya sejak puluhan tahun lalu. Meski harga kebutuhan sehari-hari ikut naik, tapi tarif jasa salonnya tidak. Meski demikian, layanan yang ia lakukan tetap baik dan memuaskan, layaknya salon-salon lainnya.

Wanita asal Padang Katong, Perlis ini bernama Teh Khai Looi. Namun banyak orang dan pelanggannya yang memanggil dengan nama panggilan Toknya. Wanita ini sudah berusia 80 tahun. Ia mematok harga hanya Rp 8.500 untuk potong rambut.

nenek salon tarif nggak naik © worldofbuzz.com

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

foto: worldofbuzz.com

Dilansir brilio.net dari worldofbuzz.com, Selasa (7/1), dia beralasan membuka salon bukan untuk mencari uang. Melainkan untuk kepuasan diri atau sebagai pengisi waktunya sehari-hari. Sebab menurut Toknya, tubuhnya akan sakit-sakit jika hanya di rumah tanpa melakukan apa-apa.

Dia membuka tokonya dari pukul 11 pagi hingga 7 malam. Orang yang datang ke salonnya pun hanya segelintir, kebanyakan para pelanggan tetap. Sebab memang salonnya tidak menawarkan gaya rambut kekinian atau yang sedang trending.

nenek salon tarif nggak naik © worldofbuzz.com

foto: worldofbuzz.com

Teh Khai Looi mengungkapkan dia pergi ke Penang pada 1957 untuk mempelajari keterampilan dan bekerja di sana selama lima tahun. Setelah dinikahi almarhum suami, dia membuka tempat pangkas rambut di rumahnya.

Nenek ini berencana tetap memertahankan harga salonnya. Meskipun salon-salon lain saat ini tarifnya sudah mencapai Rp 67 ribu sampai Rp 84 ribu hanya untuk potong rambut. Salah satu pelanggan sudah menggunakan jasa Toknya sejak 27 tahun terakhir. Ia mengaku kalau potongan Toknya sangat cocok sesuai keinginan.

(brl/lin)