Brilio.net - Setiap pekerjaan pasti ada risiko yang harus ditanggung, termasuk seorang kurir. Tidak hanya peristiwa yang bisa terjadi di jalan, seperti ban bocor, kecelakaan, dan jenis-jenis kemalangan lainnya, tapi juga risiko lain.

Seperti yang dikisahkan oleh seorang pria asal Malaysia, Mohd Shafiq Mamat. Dilansir brilio.net dari sinarharian.com, Selasa (15/3), kurir makanan ini menceritakan pengalaman mengerikan ketika hendak mengantarkan pesanan. Kala itu dia harus melewati Taman Bersekutu, dekat Kampung Paya Dusun, Kuala Terengganu.

Peristiwa itu terjadi beberapa hari lalu pukul 20.30 waktu setempat saat dia dalam perjalanan pulang usai mengantarkan makanan. Saat pria berusia 27 tahun ini menaiki motornya, dia melihat seekor harimau mendekatinya.

"Kejadian itu terjadi sekitar pukul 20.30 saat saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah di Taman Permint Indah yang jaraknya sekitar tiga kilometer (km) dari lokasi kejadian," ungkap Mohd Shafiq Mamat.

Mohd Shafiq tidak tahu pasti dari mana datangnya binatang buas itu, tiba-tiba sudah berada di dekatnya. "Saya tidak menyangka hewan itu mengejar sampai tepat di sebelah motor saya. Saya berhasil melihat harimau itu dan sepertinya hewan itu ingin menerkam saya," kata Mohd Shafiq seperti dilansir dari sinarharian.com.

Selama dua tahun bekerja sebagai kurir makanan, baru kali ini dia mengalami insiden yang begitu mengerikan, dan tak pernah bisa dilupakan Mohd Shafiq Mamat. "Dulu, mengejar anjing adalah hal yang biasa. Kali ini, dikejar harimau sangat tidak biasa dan mengerikan. Sepanjang malam, saya tidak bisa tidur memikirkan apa yang terjadi pada saya. Saya sudah merasa grogi untuk melewati kawasan itu. Namun, saya tidak mau menolak rezeki jika harus melalui jalan itu lagi," katanya.

Sembari mengingat-ingat kejadian mengerikan itu, Mohd Shafiq juga bisa menggambarkan ukuran macan tutul itu. Dia menyebutkan kurang lebih sebesar sepeda motor yang ditungganginya.

Kejadian ini telah dilaporkan Komite Pengembangan dan Keamanan Desa Taman Bersekutu (JPKK) pada Departemen Margasatwa dan Taman Nasional (Perhilitan - Perlindungan Hidupan Liar dan Taman Negara) Terengganu untuk tindakan lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur Margasatwa Terengganu, Loo Kean Seong mengatakan staf departemen telah memeriksa ke tempat kejadian untuk menyelidiki dan memantau. Diharapkan pula agar masyarakat membuat laporan ke Perhilitan jika menemukan hewan liar serupa atau jenis lainnya.

"Saya berharap kejadian seperti itu segera dilaporkan ke Perhilitan dan tidak hanya dibagikan di media sosial. Laporan lebih cepat dibuat untuk memudahkan penyelidikan," katanya.

(brl/pep)