Brilio.net - Sarah Syahrani baru duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar (SD). Tetapi beban hidupnya melebihi manusia dewasa. Di usia belia, ia harus menanggung beban ekonomi keluarga.

Anak perempuan yang baru 10 tahun di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat ini harus "mengorbankan masa kecilnya" menjual gorengan dan es krim menggunakan sepeda setiap hari.

"Kasihan, ibu sakit. Ayah juga tidak tahu ke mana. Daripada main lebih baik bantu Ibu. Sehari bisa dapat Rp 10 ribu-20 ribu," kata Sarah sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (27/12).

Ia menuturkan kalau dirinya memiliki keinginan kuat untuk membantu Ibunya yang menderita sakit. Sedangkan ayahnya telah menceraikan ibunya.

Sarah tinggal bersama ibu dan kedua adiknya di rumah kontrakan berukuran 10x8 meter di wilayah Cikampek.

Loading...

Ibu Sarah, Ny Siti mengaku tidak bisa melarang keinginan anaknya untuk menjual gorengan dan es krim. Setiap hari, sehabis pulang sekolah Sarah tidak bermain, tetapi langsung berjualan dengan menggunakan sepeda.

Ia mengatakan, anaknya mendapatkan upah dari bagi hasil laba gorengan dan es krim tersebut. Anaknya dibiarkan menjual gorengan dan es krim karena Siti tidak bisa melakukan pekerjaan berat akibat bekas operasi usus buntu.

Efek samping operasi tersebut masih ia rasakan. Mantan buruh pabrik itu kerap menderita meriang mendadak selama beberapa hari dalam setiap bulan.

"Ini juga masih berobat jalan. Biayanya seadanya saja, saya juga sering ikut bantu kerja. Kalau ada orang yang nyuruh pijat atau luluran, pasti saya lakukan. Lumayan buat tambahan," kata dia.

Rupanya kisah ini sampai terdengar ke Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Kisahnya berawal dari postingan Nana Aji Sudarna (29) warga Kamojing Lebak, Cikampek, Karawang mengirimkan pesan ke Facebook resmi Dedi Mulyadi, Kang Dedi Mulyadi.

Dalam pesannya disebutkan mengenai informasi kalau di Desa Kamojing, Cikampek, terdapat seorang anak yang berjualan gorengan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mendapat laporan informasi tersebut, Dedi langsung mengutus stafnya. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata anak bernama Sarah itu menjual gorengan dan es krim setiap hari.

Atas kondisi itu, salah seorang staf bupati Purwakarta, Edwin Ferdiana Rasidi, mengatakan dirinya diberi amanat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk menyerahkan bantuan.

Uang sebesar Rp 3 juta sudah diserahkan kepada Sarah dan Ibunya untuk digunakan sebagai modal usaha dan membeli peralatan sekolah.

Edwin mengatakan, sudah menjadi kebiasaan Dedi untuk membantu sesama meskipun berbeda wilayah. Karena baginya, lanjut Edwin, kemanusiaan tidak pernah mengenal batas teritorial.