Brilio.net - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, baru-baru ini menuai kontroversi atas kicauannya di akun twitter pribadinya, @DediMulyadi71. Akun tersebut pada Selasa (29/11) kemarin kedapatan memposting sebuah status yang kurang lebih artinya "Hai, orang-orang, model fashion ini itu dari peradaban apa?" dengan menyertakan sebuah foto.

Dalam foto itu tampak tanggannya menunjuk pada celana ripped jeans yang sedang dikenakan seorang remaja putri yang tengah mengendarai motor matic.

Sontak postingannya tersebut dibanjiri komentar netizen yang mayoritas mengkritik kicauannya tentang fashion itu.

dedimulyadi posting fashion © 2016 brilio.net

"Harusnya yg dipertanyakan itu izin mengendarainya dan napa diizinkan ortu, bukan ngurus mode pakaian. Mau disyariahkan ya pak @DediMulyadi71" Tulis akun @cendimin

Loading...

"@DediMulyadi71 ngurusin fashion bukan bagian bapak,  keslamatan si adek karna ga pakai helm iya. Fashion sih selera pribadi." tulis akun ‏@michaeltimj

Sementara yang lainnya tampak tak setuju dengan tindakannya yang mengunggah foto anak yang ia tegur.

"@DediMulyadi71 ndak perlu fotonya diliatin full gitu kang, kasian mental anaknya. Terdakwa aja mukanya gak diliatin ke publik kok" tulis akun ‏@gus_pre

"@DediMulyadi71 bagaimanapun masih anak pak diperingatkan bole tp jangan dishare kasihan ntar dibully jd trauma" komentar akun @tuyulsurvive  5h

"@DediMulyadi71 ditegur sih ditegur tp ga hrs di posting juga keleuuss pak..ditegur didepan org banyak aja udh malu apalg sampai diposting :)" Imbuh @nis_salma

Tahu dapat banyak cibiran, Dedi Mulyadi lantas menceritakan kronologis kejadian tersebut. Rupanya kejadian tersebut berawal ketika Dedi melakukan inspeksi program yang mengharuskan anak membantu orang tuanya bekerja.

Secara tak sengaja, Dedi mendapati seorang anak perempuan mengendarai motor tanpa mengenakan helm. Anak perempuan yang masih duduk di bangku SMP itu menangis, akibat dihentikan motornya oleh Dedi. Ketika Dedi bertanya mengapa tak membantu kedua orangtuanya, si boah malah menangis kencang.

Dedi juga mengkritik pakaian yang dikenakan si anak yang tidak sesuai.

Dedi juga bilang postingan tersebut bertujuan untuk mendidik pelajar Purwakarta agar berpakaian selaras."Tetapi apabila langkah saya memposting kejadian yang bertujuan untuk pendidikan pelajar Purwakarta tersebut dianggap keliru,maka saya meminta maaf dan akan menghapus postingan tersebut," tulis Dedi dalam cuitan di akun microbloggingnya.