Brilio.net - Kasih sayang dan ketulusan cinta seorang kakek kepada cucunya memang tak pernah ada batasnya. Buktinya dapat dilihat pada kisah yang mengharukan dari seorang kakek asal Thailand berikut ini.

Didorong oleh rasa sayang yang begitu besar, pria tua yang tak disebutkan namanya ini rela menempuh perjalanan jauh demi bertemu sang cucu untuk yang terakhir kali. Dilansir brilio.net dari World of Buzz, Rabu (19/8), usut punya usut kakek tersebut nekat berkendara sejauh 300 km dari desa asalnya, Buriram sampai ke Khon Kaen guna melihat jasad cucunya.

Kisah perjuangan sang kakek ini pertama kali diketahui dari seorang netizen bernama Rachot Wangkahart. Pada suatu hari, ia bertemu dengan kakek tersebut di sebuah pom bensin usai menggunakan kamar mandi. Merasa penasaran sekaligus kasihan lantaran hari sudah sangat larut, Rachot lantas mendekati sang kakek dan bertanya apa yang sedang dilakukannya.

"Aku bertanya padanya di mana ia tinggal, dan apa yang ia lakukan sendirian padahal sudah larut malam," ucap Rachot.

kakek tempuh 300km Facebook

Loading...

foto: Facebook/Rachot Wangkahart

Mendengar pertanyaan itu, kakek itu pun menjawab dan menjelaskan tujuannya.

"Saya tinggal di Buriram. Saya di sini untuk pemakaman cucu saya," jawab sang kakek.

Dari percakapan tersebut diketahui pula bahwa cucu kesayangannya yang masih berusia 15 tahun itu meninggal lantaran kecelakaan. Remaja tersebut tenggelam dengan tragis dan tak bisa terselamatkan.

Sementara itu, sebelum bertemu dengan Rachot, kakek tersebut mengaku jika dirinya bermaksud mencari kantor polisi atau kuil untuk menginap barang sebentar. Ia tak pergi mencari penginapan lantaran uang yang dibawanya hanyalah Rp 140 ribu.

Namun demikian, pada akhirnya ia tak jadi menumpang menginap di kantor polisi ataupun kuil karena tak merasa nyaman. Alih-alih, kakek tersebut kemudian malah menuju pom bensin dan tidur di sebelah sepeda motornya yang terparkir.

Tersentuh dengan cerita haru sang kakek, Rachot lantas memberi sejumlah uangnya sendiri serta jimat pelindung untuk perjalanannya. Tanpa disangka, lelaki tua itu pun berlinang air mata dan berterima kasih kepada Rachot. Ia juga berjanji akan menghubungi Rachot setelah tiba dengan selamat kembali ke Buriram.