Brilio.net - Seorang anak berusia 10 tahun menderita kelainan genetik yang menyebabkan dirinya akan memakan tisu gulung toilet jika tidak ada makanan atau diberi makan. Ialah Caden Benjamin, seorang anak lelaki dari Standerton, Afrika Selatan yang kini memiliki berat badan 88 kilogram.

Caden telah didiagnosis menderita sindrom Prader-Willi, yang berarti mempunyai nafsu makan yang sangat tinggi.

"Dia akan memakan tisu toilet. Dia akan memakannya segulung penuh. Bahkan Caden akan memakan apapun yang ia temukan di lantai jika tidak ada makanan," ujar ibu Caden, Zola Benjamin.

Caden Benjamin © 2017 metro.co.uk

Menurut informasi yang dikutip brilio.net dari Metro, Senin (24/7), Caden mengalami trakeotomi beberapa tahun lalu dan sekarang ia harus bernafas melalui tabung yang dimasukkan ke dalam tenggorokannya. Pada umur tiga tahun Caden sudah memiliki berat badan 38 kilogram, namun sang ibu tak tahu apa yang salah pada anaknya itu.

Loading...

Akhirnya seorang dokter di Pretoria, Provinsi Gauteng, menjelaskan penyakit yang diderita Caden pada ibunya. Prader-Willi diderita ribuan orang di seluruh dunia dan juga menyebabkan pertumbuhan terbatas serta mengurangi pertumbuhan otot. Penderita sering tidak bisa mengonsumsi lebih banyak makanan karena tubuh mereka membakar lebih sedikit kalori.

"Biasanya dia memulai hari dengan makan empat potong roti panggang keju dan satu jam kemudian dia akan minum kola dan makan sisa makanan dari malam sebelumnya," terang Ibu Caden.

Caden Benjamin © 2017 metro.co.uk

"Kemudian saat makan siang dia akan makan dua potong besar ayam. Dia akan makan satu kali per jam sepanjang sisa hari," tambahnya.

Ibu Caden mengaku dirinya sekarang harus mengunci semua lemari di dapur beserta kulkas dan menyembunyikan semua makanan di rumahnya.

Caden sendiri harus berjuang keras untuk bergerak dan bernafas karena ia sangat kelebihan berat badan. Ditambah lagi, ia juga menderita depresi karena ia merasa tidak bisa hidup seperti anak normal.

"Terkadang dia akan menangis dan mengatakan dia ingin pergi bermain dengan anak-anak lain di luar. Tapi dia tidak bisa melakukan itu dan saya tidak bisa membantunya," jelas ibu Caden.