Brilio.net - Polisi buru seorang wanita Thailand yang telah menikahi setidaknya delapan pria dalam dua tahun terakhir. Pasalnya, wanita itu telah menghilang beberapa hari setelah pernikahan dan melarikan diri dengan membawa tumpukan uang dan mas kawin. Nilai uang yang dilarikan perempuan itu mencapai USD 6.000 - USD 15.000 atau kira-kira Rp 80 juta - Rp 200 juta per pernikahan.

Dikutip brilio.net dari odditycentral, Kamis (14/9), wanita itu diketahui bernama Jariyaporn 'Nammon' Buayai (32). Sosoknya sudah dipanggil sebagai penipu di media sosial sejak lama, namun belum ada satu korban pun yang mengajukan keluhannya. Hingga akhirnya seorang korban bernama Prasarn Tiamyam (32), melaporkan peristiwa yang dialaminya itu kepada Divisi Penindakan Kejahatan di Kepolisian Kota Bangkok, Thailand, Selasa (5/9).

Nammon © 2017 odditycentral.com

Tiamyam memperingatkan orang-orang Thailand agar menjauh dari Nammon. Ia menikahi Nammon dua tahun lalu di sebuah resort di Provinsi Prachuap Khiri Khan. Namun, wanita itu malah menghilang empat hari setelah menggelar resepsi pernikahan dengan membawa mas kawin senilai Rp 80 juta.

Tiamyam yang kini telah menikah lagi, memutuskan untuk mengadu ke polisi setelah menyadari bahwa kasus yang dialaminya adalah sebuah penipuan. Sebelumnya, kabar dan peringatan mengenai modus penipuan lewat pernikahan ini telah menyebar luas di media sosial di Thailand.

Loading...

Lebih lanjut, Tiamyam mengatakan, dia mengenal Nammon di Facebook pada bulan Februari 2015. Setelah sembilan bulan berkenalan, Tiamyam setuju untuk menikahinya, karena perempuan itu mengaku telah hamil sehingga mereka harus menikah.

Menurut Tiamyam, selama menjalin hubungan, Nammon tak pernah mengizinkannya untuk bertemu dengan orangtua sang istri. Tak lama setelah menikah, Nammon mengaku harus membantu orangtuanya untuk menyelesaikan urusan bisnis buah di Provinsi Nong Khai. Dia pun pergi dan Tiamyam tak pernah bisa menghubunginya lagi.

Hingga suatu hari, Tiamyam mendapat telepon dari seorang wanita yang mengaku sebagai keponakan Nammon. Wanita itu mengatakan, Nammon telah kehilangan bayi dalam kandungannya, dan Tiamyam diminta untuk tak menghubunginya lagi. Tiamyam baru menyadari bahwa dia telah ditipu, ketika cerita Nammon ini dimuat di media sosial.

Nammon © 2017 odditycentral.com

Seorang korban lain yang menolak identitasnya disebutkan, juga mengaku bertemu Nammon di Facebook. Pria tersebut mengatakan bahwa Nammon telah melarikan uang sebesar Rp 200 juta, yang merupakan bagian dari mas kawin dalam pernikahan mereka pada Februari lalu. Pria itu mengaku telah mentransfer uang ke rekening bank Nammon, namun setelah ditransfer ia malah mengatakan, saat ini bukan saat yang tepat untuk menikah karena ramalan bintang yang buruk.

Korban lain, yang hanya diidentifikasi sebagai 'Wichit' mengatakan kepada Morning News bahwa dia telah berkomunikasi dengan tujuh pria lain yang juga ditipu oleh Nammon. Wichit mengatakan, bahwa cerita mereka serupa, yakni berkenalan di Facebook, mengajak berhubungan seks, dan lalu berbohong tentang hamil. Mereka semua setuju untuk menikahi Nammon kemudian kabur dengan membawa uang dan mas kawain pernikahan.

Menurut unggahan di Facebook 30 Agustus tentang Nammon, disebutkan bahwa wanita itu diperkirakan menikah seminggu sekali di bulan Agustus, dengan lima orang yang berbeda. Namun, sampai hari ini, tidak ada laporan yang dapat diverifikasi tentang berapa banyak pria yang telah dinikahi Nammon.

Polisi dilaporkan telah mendatangi rumah orangtua Nammon di Distrik Wang Sapung, dan hanya mendapat kenyataan bahwa orangtuanya pun melarikan diri. Polisi hanya menemukan kakak perempuan Nammon, yang mengaku telah memutuskan hubungan dengan Nammon. Pasalnya, adik perempuannya itu tak pernah mengembalikan uang utang sebesar Rp 4 juta.

Perempuan yang namanya tak diungkap itu sempat mengimbau melalui media sosial, memohon agar Nammon menyerahkan diri. Pasalnya dia mengaku sangat khawatir dengan kondisi orangtua mereka lantaran perbuatan Nammon.