Brilio.net - Baru-baru ini beredar kabar mengejutkan. Seorang anak di Malang, Ramisya Bazigha (8), diserang anjing jenis pitbull hingga tewas pada Minggu, 6 Agustus 2017. Ramisya diserang dibagian leher ketika beraktivitas di sekitar rumahnya yang bertempat di Jalan Candi Penataran, Kelurahan Mojolangu, Kota Malang.

Ironinya, anjing tersebut ialah anjing peliharaan orangtuanya. Anjing yang diberi nama Sapi tersebut baru diadopsi selama 4 bulan oleh orangtua Ramisya. Hal ini tentu membuat keluarga terpukul hingga anjing tersebut tak hendak dipelihara lagi.

anjing menyerang manusia ©merdeka.com

Anjing yang menyerang Ramisya memang terkenal sebagai penggigit yang andal. Apalagi faktanya Sapi ialah anjing yang terlatih sebagai anjing olahraga. Tentu kekuatan anjing olahraga akan lebih terasah. Pitbull terkenal sebagai petarung. Seribu tahun lalu pitbull sering dijadikan hewan aduan di Inggris. Hal ini karena pitbull merupakan jenis anjing yang memiliki otot dan rahang yang kuat.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Anjing pitbul yang kuat bisa berubah menjadi monster. Hal ini dikarenakan gigitanya sangat mematikan. Kory Nelson dalam jurnalnya One City's Experience Vol. 46, No. 6, menyatakan bahwa gigitan pitbul sangat kuat dan menusuk bagian otot terdalam dan menahan gigitan tersebut sehingga mengoyak jaringan tubuh. Hal inilah yang membuat Ramisya meninggal di tempat karena lehernya tergigit.

Serangan pitbull pun sangat tidak terduga. Kory menjelaskan seekor pitbull tak akan memberikan tanda ketika menyerang.

Dikutip dari friendofthedog.co.za, Rabu (9/8), kegagalan mendeteksi serangan pitbull terjadi ketika manusia tidak menjalin komunikasi yang baik dengan anjing ini. Ikatan yang kurang dekat dan bermakna, membuat anjing mampu menyerang manusia. Oleh karena itu, perlu berlatih secara rutin untuk menghadapi pitbull. Afeksi yang rutin diberikan dapat membuat pitbull mengenali tuannya dan bersikap ramah.

Setiap hewan mempunyai insting liar. Namun serangan tidak akan terjadi tanpa sebab ancaman atau rasa takut. Jadi mulai berhati-hati dalam memelihara hewan bernaluri liar ya.

(brl/pep)