1. Home
  2. »
  3. Serius
31 Maret 2026 20:37

Presiden Prabowo minta maaf jadi micromanager: Telepon menteri dini hari sampai ada yang pingsan

Prabowo mengungkapkan penyesalan setelah mendapat laporan sejumlah menterinya jatuh sakit. Agustin Wahyuningsih
foto: YouTube/Sekretariat Presiden

Brilio.net - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara terbuka mengakui gaya kepemimpinannya sebagai seorang micromanager di hadapan peserta Forum Bisnis Indonesia–Jepang yang berlangsung di Tokyo, Senin (30/3/2026).

Pengakuan itu disampaikan Prabowo dengan nada santai namun penuh kesadaran diri, termasuk disertai permintaan maaf kepada para menterinya.

BACA JUGA :
5 Momen Presiden Prabowo blusukan ke bantaran rel kereta Senen, rencanakan hunian layak bagi warga


Akui Micromanager di Hadapan Forum Bisnis Internasional

Di hadapan para pelaku bisnis dari dua negara, Prabowo tidak menampik tuduhan dari lingkaran terdekatnya soal gaya kepemimpinan yang terlalu terjun ke detail teknis.

"Saya adalah tipe manajer yang terjun langsung (hands-on manager). Para menteri saya menuduh saya sebagai manajer mikro (micro manager). Ya, saya akui saya adalah seorang manajer mikro. Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 pagi atau jam 5 pagi dan saya akan menanyakan kepada mereka harga telur hari ini," ujar Prabowo di forum tersebut, dikutip brilio.net dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/6/2026).

Pernyataan itu menjadi salah satu momen paling disorot dari kunjungan kerja Prabowo ke Jepang, menggambarkan betapa intens keterlibatan langsung kepala negara dalam urusan operasional pemerintahan.

BACA JUGA :
Kabar gembira buat pekerja: Skema WFH 1 hari bakal berlaku untuk ASN dan swasta

Rasa Bersalah Usai Menteri Pingsan dan Pejabat Dirawat

Prabowo mengungkapkan penyesalan setelah mendapat laporan sejumlah menteri pembantunya jatuh sakit, bahkan hingga pingsan di depan publik. Kondisi ini diduga berkaitan erat dengan tekanan kerja yang bersumber dari kebiasaan micromanaging-nya.

"Dan sekarang saya merasa sedikit menyesal karena beberapa menteri saya pingsan di depan umum. Dan terkadang saya mendapat laporan beberapa pejabat senior saya masuk rumah sakit. Kenapa? Masalah jantung. Jadi saya merasa bersalah, mungkin karena bos mereka terlalu menjadi manajer mikro. Apalagi jika sudah ada kopi di depan saya. Maaf, boleh saya minta kopi?" ungkapnya.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo sekaligus diselingi humor ringan saat meminta kopi di tengah pidato, disambut tawa peserta forum.

Permintaan Maaf kepada Para Menteri

Dalam forum yang sama, Prabowo secara eksplisit meminta maaf kepada jajaran menterinya atas intensitas pengawasan yang selama ini diterapkan.

"Para menteri saya, maafkan saya karena terlalu micromanage," kata Prabowo.

Pernyataan ini menegaskan bahwa Presiden menyadari dampak psikologis dan fisik dari gaya kepemimpinan yang ia jalankan, meski di sisi lain ia tetap mengakuinya sebagai bagian dari komitmen terhadap detail tata kelola pemerintahan.

Apa Itu Micromanaging? Ciri, Efek, Dan Solusinya

Pernyataan Prabowo membuka kembali diskusi publik soal konsep micromanagement dalam dunia kepemimpinan dan organisasi.

Definisi Micromanagement

Micromanagement adalah gaya manajemen di mana seorang pemimpin atau atasan terlibat secara berlebihan dalam setiap detail pekerjaan bawahannya, alih-alih mendelegasikan tugas dan memberikan kepercayaan kepada tim.

Dalam konteks organisasi modern, micromanager kerap digambarkan sebagai sosok yang sulit melepas kendali, selalu memantau, dan cenderung mengambil alih pekerjaan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang lain.

Ciri-Ciri Micromanager

Beberapa tanda umum seorang micromanager antara lain:

- Sering memeriksa pekerjaan bawahan tanpa diminta
- Meminta laporan rutin yang sangat rinci dan berjadwal ketat
- Sulit mendelegasikan tugas penting kepada orang lain
- Mengoreksi cara kerja, bukan hanya hasil akhir
- Menghubungi tim di luar jam kerja untuk urusan operasional
- Ikut campur dalam keputusan kecil yang seharusnya bisa diselesaikan di level bawah

Efek Negatif Micromanagement

Micromanagement yang berlebihan berdampak serius pada individu maupun organisasi:

Bagi individu (bawahan):
- Stres dan kelelahan kronis (burnout)
- Penurunan motivasi dan rasa percaya diri
- Kreativitas terhambat karena tidak ada ruang untuk berinisiatif
- Dalam kasus ekstrem, dapat memicu gangguan kesehatan fisik seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung

Bagi organisasi:
- Produktivitas tim menurun karena bottleneck di level atas
- Tingkat turnover karyawan meningkat
- Budaya ketergantungan terbentuk — bawahan tidak terbiasa mengambil keputusan mandiri
- Inovasi terhambat karena rasa takut salah mendominasi

Sisi Positif Micromanagement (dalam Konteks Tertentu)

Meski banyak dikritik, micromanagement tidak selalu buruk dalam semua situasi:

- Fase onboarding: Karyawan baru membutuhkan bimbingan detail sebelum mampu bekerja mandiri
- Situasi krisis: Pengawasan ketat diperlukan saat organisasi menghadapi tekanan tinggi atau keputusan berisiko besar
- Proyek dengan standar presisi tinggi: Industri seperti penerbangan, kesehatan, dan keuangan membutuhkan kontrol detail yang ketat
- Kepemimpinan transformasional: Pemimpin yang visioner kadang perlu turun tangan untuk memastikan visi dieksekusi tepat sasaran

Solusi Mengatasi Micromanagement

Bagi pemimpin yang menyadari kecenderungan micromanage dalam dirinya, beberapa langkah berikut dapat membantu:

1. Bangun kepercayaan secara bertahap: mulai delegasikan tugas kecil, evaluasi hasil, lalu tingkatkan skala kepercayaan
2. Tetapkan ekspektasi yang jelas di awal: bawahan yang paham target cenderung tidak perlu dipantau terus-menerus
3. Fokus pada hasil, bukan proses: beri ruang bagi tim untuk menentukan cara kerja selama output tercapai
4. Jadwalkan check-in yang terstruktur: gantikan telepon mendadak tengah malam dengan sesi evaluasi berkala yang terjadwal
5. Kembangkan kapasitas tim: investasi pada pelatihan dan pengembangan SDM mengurangi ketergantungan pada pengawasan langsung

SHARE NOW
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags