1. Home
  2. ยป
  3. Serius
12 April 2021 09:00

Doa saat melihat hilal bulan Ramadan, Arab, latin dan terjemahannya

Cahaya dari hilal harus terlihat dari bumi di awal bulan. Bukan sekadar pemikiran atau dugaan adanya hilal Shofia Nida
foto: freepik.com

Brilio.net - Untuk mengetahui masuknya awal atau akhir bulan, dalam Islam dikenal dengan cara melihat hilal. Hal ini biasanya digunakan untuk menentukan masuknya bulan Ramadan sebelum hasil Sidang Isbat oleh pemerintah diumumkan.

Bulan Ramadan begitu diistimewakan oleh umat Islam karena pada bulan tersebut, Allah menurunkan kitab suci Alquran serta umat Islam melaksanakan puasa Ramadan selama satu bulan penuh. Selain pada bulan menjelang Ramadan, kata hilal juga biasa kita dengar saat penentuan Hari Raya Idul Fitri. Peneropongan hilal ramai diberitakan oleh berbagai stasiun televisi pada saat-saat tersebut dan masyarakat pun menanti-nantikan hasilnya.

BACA JUGA :
Hikmah dan manfaat sholat tahajud, lengkap dengan niat & tata caranya


Peneropongan hilal atau rukyatul hilal merupakan salah satu metode yang sering digunakan untuk mengetahui penanggalan dalam kalender Islam.

Dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Senin (12/4), istilah hilal juga tertera dalam surat Al Baqarah ayat 189, di mana Allah berfirman sebagai berikut.

BACA JUGA :
10 Keutamaan bulan Safar beserta daftar amalan sunah yang dianjurkan

Yas'alunaka 'anil-ahillah, qul hiya mawaaqiitu lin-naasi wal-hajj, wa laisal-birru bi'an ta'tul-buyuta min zuhurihaa wa laakinnal-birra manittaqaa, wa'tul-buyuta min abwaabihaa wattaqullaaha la'allakum tuflihun

Artinya:
"Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: "Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

Dalam surat tersebut, menunjukkan bahwa Allah menjadikan hilal sebagai tanda-tanda bagi manusia untuk mengetahui waktu-waktu ibadah mereka yang telah ditentukan, waktu puasa dan haji serta batas tempo transaksi-transaksi mereka.

-

Pengertian kata hilal.

foto: freepik.com

Kata hilal menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bulan sabit atau bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Qamariyah. Dalam pengertian lain dijelaskan bahwa hilal adalah adalah penampakan bulan sabit muda yang terlihat dari permukaan bumi setelah konjungsi atau ijtimak.

Sementara dalam bahasa Arab, kata hilal adalah isim yang terbentuk dari 3 huruf asal yakni ha-lam-lam yang secara lengkap diartikan sebagai bulan sabit yang tampak pada awal bulan.

Selain itu dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah menetapkan hilal itu sebagai pertanda waktu bagi kepentingan manusia, maka berpuasa lah karena melihatnya (hilal bulan Ramadan) dan berbuka lah kalian karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika tidak kelihatan, maka hitung lah ia (bilangan bulan Sya'ban atau bulan Ramadan) menjadi 30 hari."

Dalam hadits tersebut, kata hilal dirangkai dengan kata ra-a yang dalam bahasa Arab memiliki arti melihat dengan mata dan mengetahui dengan keyakinan. Sehingga penampakan hilal haruslah terlihat jelas. Cahaya dari hilal harus terlihat dari bumi di awal bulan. Bukan sekadar pemikiran atau dugaan adanya hilal. Jika cahayanya tidak tampak, maka tidak bisa disebut hilal.

Atas dasar tersebut, maka hilal dapat disimpulkan sebagai cahaya bulan baru yang didahului proses ijtimak, bisa terlihat dengan mata, dan posisi bulan harus berada di atas ufuk.

-

Cara menentukan hilal.

foto: freepik.com

Untuk menentukan awal bulan Ramadan, ada dua metode yang biasa digunakan di Indonesia yakni ilmu hisab dan rukyatul hilal. Hisab adalah menghitung, mengkalkulasi, dan mengukur pergerakan posisi hilal di akhir bulan yang dilakukan oleh ahli falak (astronomi).

Sedangkan rukyatul hilal masih tergolong pendekatan empirik, yakni dengan mengamati tanda-tanda dari alam dan melihat hilal secara langsung. Biasanya, rukyatul hilal dilaksanakan pada hari ke-29 sesudah tenggelam matahari. Apabila hilal sudah terlihat, maka malam itu memasuki bulan baru. Sebaliknya jika hilal tidak terlihat, maka digenapkan 30 hari sehingga besok malamnya merupakan awal bulan tanggal 1.

Setiap bulannya, akan ada hilal yang muncul sebagai awal bulan dan akhir bulan. Karena bulan mengitari bumi selama 29,5 hari, maka dalam satu bulan hanya tersisa durasi waktu yakni 29 hari atau 30 hari.

Untuk mengamatinya kita perlu fokus sekitar 15 menit hingga 1 jam sebelum tenggelam. Hanya ada sekitar 1,25 persen saja bagian permukaan bulan yang terkena paparan sinar matahari. Karena itulah metode rukyatul hilal harus diamati dengan seksama menggunakan mata telanjang atau bisa juga dengan bantuan alat optik.

Sedangkan untuk posisinya ijtimaknya, ditandai dengan posisi bumi, bulan, dan matahari yang berada dalam garis lurus. Ketika melaksanakan rukyatul hilal, kita juga harus memperhatikan sudut adzimut dan sudut elogansi. Sudut adzimut adalah posisi bulan di atas matahari, sedangkan sudut elongasi adalah posisi bulan di arah kiri dan kanan matahari.

Hilal bisa terlihat setidaknya jika berada di sudut azimut lebih dari 2 derajat dari matahari. Jarak ideal mata telanjang bisa melihat hilal adalah 7 derajat. Lalu batas menggunakan alat optik batasnya pada sudut 3 derajat.

-

Bacaan doa melihat hilal, Arab, latin dan terjemahan.

foto: freepik.com

Saat melihat hilal, alangkah baiknya sebagai umat Islam yang bertakwa kita membaca doa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Ustaz Yusuf Mansur, menjelang bulan Ramadan mengingatkan kepada sesama umat muslim, melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew pada Senin (12/4) untuk membaca doa menyambut hilal awal bulan Ramadan.

"baca ini yaaa... semoga masuk Ramadan ntar maghrib... dan panjang umur bener... sehat... berkah dan kabul...," tulisnya dalam caption.

Bacaan latin:
Allahumma ahillahu alaynaa bil amni wal iymaani, wassalaamati wal islaami, wattaw fiiqi limaa nuhibbu watardho, robbunaa warobbukallah

Artinya:
"Ya Allah jadikanlah hilal itu bagi kami membawa aman dan iman, membawa keselamatan dan Islam (berserah diri) dan membawa taufiq yang membimbing kami menuju apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhoi. Tuhan kami dan juga Tuhan kamu (wahai bulan) adalah Allah."

Untuk menyempurnakan bulan Ramadan, berbagai doa baik dipanjatkan agar bulan Ramadan yang kita jalani mendapat banyak pahala dalam setiap amalan yang kita kerjakan. Berdasarkan hadist riwayat Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami, berikut bacaan doa menyambut bulan suci Ramadan yang diamalkan oleh Rasulullah SAW:

"Allahumma sallimni ila Ramadan, wa sallim li Ramadan, wa tslimhu minni mutaqabbala."

Artinya:
"Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadan, dan antarkanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadan."

Bukan hanya sebagai bentuk syukur dan sukacita karena dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan, tetapi agar keberkahan selalu menyertai. Dengan membaca doa-doa tersebut, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadan akan lebih membawa banyak berkah hingga akhir nanti. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.



SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags