1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
14 Desember 2022 03:40

15 Penyebab sinusitis, gejala, dan cara mengobati secara alami

Sangat penting untuk mengetahui penyebab sinusitis agar tidak menginfeksi organ tubuh lain. Dwiyana Pangesthi
foto: freepik.com

Pernah mengalami flu ataupun hidung tersumbat tetapi tak kunjung sembuh hingga beberapa hari? Jika jawabannya iya maka kamu perlu mewaspadai hal ini sebagai gejala dari penyakit sinusitis.

Sinusitis merupakan peradangan pada jaringan sinus. Jaringan ini merupakan rongga kecil yang berisi udara di belakang wajah yang memiliki lapisan mukosa penghasil lendir. Selain itu sinus juga berfungsi untuk mengatur suhu dan kelembapan udara yang masuk ke paru-paru.

BACA JUGA :
Macam-macam virus yang sering menyerang saat musim hujan


Jika pada flu biasanya terjadi lebih dari seminggu atau kurang dan penyembuhannya bisa hanya dengan minum air putih dan beristirahat. Sedangkan pada sinusitis kamu harus minum antibiotik. Penyakit sinusitis ini sangat mengganggu kelancaran sistem pernapasan seseorang. Jika tidak diatasi dengan segera makan penyakit ini akan menyebabkan komplikasi.

Sinusitis sendiri terbagi menjadi beberapa jenis tergantung lamanya perjalanan penyakit. Seperti sinusitis akut umumnya berlangsung selama 2-4 minggu. Sinusitis subakut berlangsung selama 4-12 minggu. Sinusitis kronis berlangsung lebih dari 12 minggu. Serta sinusitas kambuhan ini merupakan jenis sinus akut yang terjadi hingga 3 kali lebih dalam setahun.

Nah, buat kamu yang masih awam tentang sinusitis, penting banget untuk mengetahui penyebabnya agar tidak menginfeksi organ tubuh lainnya. Berikut 15 penyebab sinusitis, gejala, cara pencegahan, dan mengobatinya secara alami yang telahbrilio.net rangkum dari berbagai sumber, Selasa (13/12).

BACA JUGA :
15 Manfaat daun salam untuk kesehatan, mengobati asam urat

Penyebab sinusitis.

1. Virus.

foto: freepik.com

Pembengkakan dan peradangan pada hidung disebabkan oleh virus yang masuk dalam saluran pernapasan. Virus membuat hidung menghasilkan banyak lendir yang mengakibatkan penumpukan lendir di saluran hidung. Bakteri dan kuman akan berkembang dan menyebabkan penyumbatan serta infeksi.

2. Alergi.

foto: freepik.com

Ketika kamu mengalami alergi, kemudian tak kunjung ditangani dengan baik, maka kondisi ini dapat berpotensi menjadi peradangan sehingga cairan yang menumpuk tidak dapat keluar rongga sinus. Nah, pada saat itu membuat sinus menjadi tempat berkembangbiaknya mikroorganisme sehingga menyebabkan infeksi atau sinusitis.

3. Polip hidung.

foto: freepik.com

Polip hidung adalah jaringan yang tumbuh dalam saluran hidung. Bentuk polip hidung menyerupai anggur dengan posisi tergantung di bagian dalam hidung.

Polip yang ada dapat menyebabkan rongga sinus tidak mendapatkan aliran udara sehingga lendir tidak menyaring dan keluar rongga ini. Hal ini menyebabkan peradangan pada rongga sinus. Polip biasanya menyerang segala usia mulai orang dewasa hingga anak-anak. Namun umumnya lebih sering menyerang kaum pria.

4. Merokok.

foto: freepik.com

Bahaya merokok memang sudah terbukti menyebabkan berbagai penyakit ringan bahkan juga penyakit parah dan mematikan. Sebab kebanyakan kandungan zat kimia dalam rokok merupakan zat-zat yang tak lazim dikonsumsi tubuh.

Nah kebiasaan buruk merokok dapat membuat hidung menjadi lebih sensitif. Karena sistem dalam rongga hidung mengalami kerusakan akibat kandungan zat berbahaya, sehingga perokok lebih rentan terhadap peradangan rongga sinus.

5. Infeksi gigi.

foto: freepik.com

Umumnya aturan menjaga kebersihan gigi dapat dilakukan dengan menggosok gigi minimal 2 kali sehari. Nggak hanya itu kamu juga harus memperhatikan kondisi gigi dengan memeriksakan ke dokter gigi, apalagi jika sudah mengalami infeksi gigi. Sebab bakteri banyak bersarang di bagian mulut, termasuk gusi, dan gigi. Apabila tidak segera ditangani, bakteri dapat menyebabkan peradangan dan dapat menyebar ke sinus.

6. Gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

foto: freepik.com

Penyebab sinusitis selanjutnya yaitu jika penderita memiliki kekebalan tubuh yang sangat lemah misalnya pada pasien penderita HIV yang sedang mengalami kemoterapi, akan mudah terkena sinus karena lebih rawan terkena infeksi.

7. Kelainan bawaan.

foto: freepik.com

Penyumbatan sinus ini dapat disebabkan karena kelainan seperti bentuk tulang di rongga hidung atau septum yang bengkak. Ataupun terjadinya pergeseran rongga hidung.

8. Infeksi saluran pernapasan.

foto: freepik.com

Infeksi pada saluran pernapasan yang paling sering dialami yaitu pilek. Jika terlalu sering menderita penyakit ini dapat mengobarkan dan menebalkan selaput sinus kamu dan menghalangi drainase lendir. Sehingga, berisiko terserang sinusitis akibat infeksi berupa virus, bakteri atau jamur.

9. Tulang hidung bengkok.

foto: freepik.com

Tulang hidung bengkok sering disebut dengan deviasi septum nasal. Septum merupakan dinding pembatas hidung yang terdiri dari tulang rawan dan tulang keras. Jika dinding pembatas ini bengkok atau bergeser dari garis tengah dapat membatasi atau menghalangi saluran sinus. Kondisi ini tentunya menyebabkan kamu sulit untuk bernapas melalui hidung. Selain itu, hal ini mengganggu pengeringan sinus dan mengakibatkan infeksi sinus yang berulang.

10. Pembesaran kelenjar adenoid.

foto: medicalnewstoday.com

Sinusitis dapat terjadi diakibatkan oleh adanya pembengkakan adenoid yang menyebabkan rongga sinus terisi cairan dan terinfeksi. Kelenjar adenoid terdapat di dalam hidung atau tenggorokan bagian atas. Kelenjar ini berfungsi untuk melawan kuman dengan menghasilkan antibodi untuk membantu tubuh melawan infeksi.

11. Terlalu sering menyelam dan berenang.

foto: freepik.com

Kegiatan menyelam atau berenang merupakan satu jenis olahraga yang sangat menyenangkan. Namun, jika kamu terlalu sering berada di dalam air bisa meningkatkan risiko peradangan sinusitis. Terlebih lagi kalau kamu sudah memiliki faktor risiko penyakit ini.

Kandungan klorin pada kolam renang dapat menimbulkan iritasi lapisan hidung dan mengganggu rongga sinus. Begitu juga jika terlalu sering menyelam atau diving, bisa menambah tekanan pada rongga sinus dan menyebabkan rusaknya jaringan.

12. Kebiasaan membuang ingus.

foto: freepik.com

Faktor penyebab sinusitis berikutnya yaitu kebiasaan membuang ingus. Hal ini sering terjadi saat mengalami flu. Tanpa disadari kebiasaan ini ternyata dapat menimbulkan risiko peradangan sinusitis menjadi lebih besar. Terlebih lagi jika dilakukan dengan sekuat tenaga agar tak lagi mengganggu pernapasan. Kebiasaan membuang ingus dapat menyebabkan aliran balik ingus ke dalam rongga sinus dan peningkatan tekanan yang cukup besar dalam rongga hidung.

13. Cystic fibrosis.

foto: pixabay.com

Cystic fibrosis adalah kelainan genetik yang menyebabkan lendir mengental, kemudian menumpuk dan menyumbat berbagai saluran di dalam tubuh, terutama saluran pernapasan dan pencernaan.

14. Bakteri.

foto: pixabay.com

Bakteri mermang jadi salah satu jenis penyebab sinusitis yang paling jarang ditemukan. Namun, kondisi terkena bakteri yang mengenai jaringan atau bagian tubuh tertentu dapat memicu komplikasi yang dapat membuat sinusitis muncul. Beberapa jenis bakteri penyebab sinusitis yang paling sering ditemukan adalah Streptococcus pneumonia dan Haemophilus influenza. Kedua jenis bakteri ini sebenarnya sering menyebabkan infeksi pada paru-paru dan saluran pernafasan. Namun, komplikasi yang sering muncul juga bisa menyebabkan sinusitis.

15. Jamur.

foto: pixabay.com

Seorang peneliti bernama Dr Hueston mengatakan jika sebenarnya jamur hanya dapat menjadi penyebab sinusitis jika kondisi tubuh sedang lemah. Hal ini disebabkan karena penyakit tertentu, kondisi tubuh kurang istirahat, dan kondisi drop yang terjadi dalam sekali waktu. Ketika kondisi tubuh sedang sangat lemah, maka jamur akan berkembang di bagian rongga sinus seperti jenis infeksi dari bakteri atau virus. Jenis jamur yang paling sering menyebabkan sinusitis adalah seperti Aspergillus. Orang yang menderita alergi jamur harus menjauhi semua pemicu reaksi alergi ini karena bisa menyebabkan infeksi parah.

Gejala sinusitis.

Umumnya gejala sinusitis pada anak-anak dan orang dewasa sama yaitu flu, hidung mampet dan berair, keluar lendir kehijauan dari hidung dan demam ringan. Serta ditandai dengan nyeri di wajah terutama sekitar pipi, mata dan dahi, penurunan indera penciuman, sakit gigi dan juga bau mulut.

Kamu dapat membedakan pilek biasa dengan sinusitis dengan melihat berdasarkan jenis tergantung lamanya perjalanan penyakit sinusitis ini. Umumnya sinus ini ditandai dengan pilek atau flu yang nggak kunjung sembuh hingga 10 hari lebih. Batuk, wajah berubah warna menjadi merah, serta sakit kepala dan nyeri di wajah bisa kamu waspadai sebagai gejala sinus.

Cara pencegahan dan mengobatinya.

Untuk mengetahui penyakit sinusitis perlu dilakukan diagnosis. Umumnya dokter akan memeriksa telinga, hidung, dan tenggorokan serta akan menanyakan berapa lama durasi kamu mengalami flu.

Sinusitis yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan penderitanya mengalami kehilangan kemampuan penciuman secara permanen. Sinusitis bisa ditangani dengan minum antibiotik, namun untuk sinus tertentu hanya bisa ditangani dengan cara operasi.

Cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit ini mulai dengan berhenti merokok, menghindari penderita flu dan pilek, serta melakukan imunisasi flu sesuai jadwal. Nah untuk sinusitis yang belum parah atau pada tahap kronis dapat melakukan berbagai cara seperti berikut.

1. Menghirup uap.

foto: frepik.com

Uap air panas dapat membantu melancarkan sistem pernapasan bagi hidung yang tersumbat. Kamu hanya perlu menyiapkan air panas di mangkuk besar, hiruplah dengan menutup area lain menggunakan handuk bersih. Cara ini dapat melegakan untuk jalan napas.

2. Kompres air hangat.

foto: pixabay

Cara kedua yaitu dengan cara mengompres bagian hidung dengan kain yang telah dicelupkan air hangat. Cara ini dapat menjadikan hidung terasa lebih ringan dan menjadi obat sinusitis sederhana yang bisa dilakukan di rumah.

3. Tidur dengan bantal tinggi.

foto: freepik.com

Cara ini bisa dilakukan ketika kamu hendak tidur. Kamu bisa memakai beberapa bantal untuk menopang kepala agar bisa bernapas dengan baik ketika tidur. Sehingga dapat mengurangi tekanan di sekitar sinus dan mengurangi ketidaknyamanan akibat rasa sakit.

4. Mengonsumsi obat tablet dekongestan.

foto: freepik.com

Dengan obat tablet dekongestan dapat mengurangi pembengkakan dan membantu mengurangi penyumbatan pada sinus.

5. Memakai semprotan dekongestan.

foto: freepik.com

Selain obat tablet ada juga obat semprotan dekongestan yang memiliki fungsi sama. Namum untuk penggunaan waktu yang lama justu bisa menyebabkan penyumbatan dalam sinus semakin parah.

6. Membersihkan saluran hidung.

foto: freepik.com

Cara membersihkan hidung bari penderita sinus cukup mudah, yakni dengan menggunakan air garam. Tapi kamu juga harus berhati-hati dan fokus dalam melakukannnya.

7. Memakai masker dengan benar.

foto: pixabay.com

Memakai masker bisa menjadi cara yang cukup ampuh untuk melindungi dari dari paparan virus penyebab sinusitis. Masker juga bisa mencegah penularan kuman penyebab penyakit.

Cara mengobati secara alami.

Penyakit sinusitis bisa diatasi dengan minum antibiotik. Bahkan ketika sudah parah, solusi pengobatannya adalah melalui jalur operasi. Namun bagi kamu yang tidak begitu menyukai konsumsi obat, sinusitis yang belum parah bisa diobati dengan mengonsumsi beberapa bahan-bahan alami. Beruntungnya obat alami sinusitis ini juga bisa sedikit membantu meredakannya.

1. Kunyit.

foto: freepik.com

Jenis obat alami sinusitis yang pertama yakni kunyit. Kunyit ternyata bisa dijadikan sebagai obat herbal penyakit sinusitis kronis. Hal ini disebabkan karena senyawa kurkumin dalam kunyit yang berfungsi sebagai antioksidan. Kurkumin ini sangat efektif membersihkan saluran pernapasan dan menyembuhkan saluran sinus yang terinfeksi.

Dilansir dari food.ndtv, mengonsumsi seduhan kunyit dan jahe yang ditambah 1 sendok teh madu dapat membantu mengencerkan lendir dari saluran hidung Tersumbat. Serta dapat mengendurkan tekanan sinus dan membuat kamu merasa lebih baik.

2. Jahe.

foto: freepik.com

Selain buah kunyit, jahe diklaim dapat memberikan efek meringankan infeksi sinusitis. Hal ini karena kandungan anti radang yang dimiliki jahe mampu mengurangi pembengkakan di selaput hidung. Serta efektif menekan produksi lendir. Dalam satu sendok jahe segar mengandung 4,8 kalori, 1,07 gram karbohidrat, 0,11 gram serat, zat besi, kalium, vitamin C, magnesium, dan banyak lainnya.

Kandungan yang terdapat di dalam rempah beraroma kuat itulah yang membuatnya begitu bermanfaat untuk kesehatan, termasuk sinusitis. Olahan teh jahe bisa dijadikan pilihan. Sebab uap yang dihasilkan oleh seduhan jahe yang dipadukan dengan teh ini dapat meredakan rongga pernapasan dari sumbatan lendir.

3. Nanas.

foto: freepik.com

Nanas diketahui mengandung berbagai macam nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan, terutama bagian bonggol atau tengahnya. Dalam sepotong bonggol nanas terkandung 2,2 gram serat. Sehingga nanas sangat mudah dicerna tubuh. Terlebih bonggol nanas juga memiliki kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, lemak, zat besi, fosfor, bromolin, folat serta vitamin A, B dan C.

Kandungan bromelain berfungsi untuk mengurangi pembengkakan pada saluran pernapasan dan mampu meredakan kondisi saat sinusitis menyerang. Untuk mendapatkan manfaatnya, bisa dengan mengonsumsi secara langsung atau dibuat jus.

Caranya, siapkan satu buah bonggol nanas dan sekitar 300 mililiter air, blender. Setelah halus, tambahkan satu kapsul habbatussauda, diamkan hingga mengendap. Minum air endapannya tiap pagi saat perut kosong. Lakukan rutin hingga sinusitis mereda.

4. Cuka apel.

foto: freepik.com

Cuka apel biasanya digunakan untuk bahan makanan. Namun, bahan alami ini rupanya bisa menjadi salah satu obat sinusitis. Untuk mendapatkan manfaatnya kamu bisa mengonsumsinya dengan cara mencampurkan 2-3 sendok makan cuka apel ke secangkir air panas. Kemudian tambahkan dengan lemon dan madu secukupnya. Kamu dapat meminumnya hingga sinus terasa membaik.

5. Madu.

foto: freepik.com

Madu dianggap lebih efektif daripada obat-obatan yang mengandung dextromethorphan. Bahan alami ini bisa meredakan sakit tenggorokan yang umumnya dialami pengidap sinusitis. Madu merupakan antiseptik alami, sedangkan lemon merupakan sumber vitamin C.

Ambil satu sendok makan madu dan sari dari setengah buah lemon segar. Campur dua bahan tersebut ke dalam air hangat lalu minum. Lalu konsumsi campuran ramuan ini, dua kali sehari untuk mencegah sinus.

6. Bawang putih.

foto: freepik.com

Dikutip brilio.net ari Boldsky, sinusitis juga bisa diobati dengan bawang putih. Bawang putih bisa mengurangi infeksi yang disebabkan oleh pembengkakan lapisan dalam dari saluran sinus. Bawang putih juga mengobati akar masalah. Ini karena kandungan senyawa belerang yang disebut allicin sehingga lendir menjadi kering.

Untuk mengaplikasikannya, bawang putih dibuat jus. Ditambah dengan madu dan lobak sehingga semakin berkhasiat mengobati sinus.

7. Tea tree oil (Melaleuca Alternifolia).

foto: pixabay.com

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa tea tree oil atau minyak pohon teh memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan antiradang.

Mengingat peradangan dan bakteri di jaringan sinus sering menjadi penyebab penyumbatan, maka minyak ini dianggap mampu untuk meringankan gejala sinusitis.

Aroma minyak yang dibuat melalui proses penyulingan serta penguapan tanaman ini akan terasa segar, hangat, dan sedikit menyengat.

Oleh karena itu, minyak ini dapat digunakan sebagai obat sinusitis alami, sehingga dapat membantu mencegah komplikasi infeksi sinus yang mungkin terjadi.

8. Minyak eukaliptus.

foto: pixabay.com

Minyak eukaliptus dikenal sebagai obat dekongestan (pereda hidung tersumbat dan gangguan pernapasan atas) yang baik karena kandungan antibakteri dan antivirusnya yang cukup kuat.

Penelitian tahun 2009 menemukan fakta bahwa cineole, yang merupakan komponen utama minyak ini, adalah pengobatan yang efektif dan aman untuk sinusitis yang tidak mengandung antibiotik.

Menurut National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA), kandungan 1,8 cineole membantu membersihkan udara dari bakteri dan mikroba lainnya, mengurangi lendir di saluran napas, dan menjadi penekan batuk secara alami.

Minyak ini bisa membantu mencegah serta menghilangkan gejala flu, sinusitis, dan bronkitis. Sifat antiradangnya ampuh meredakan pembengkakan pada bagian dalam hidung dan mengobati masalah pernapasan.

Penulis:mg/Ricka Milla Suatin

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags