1. Home
  2. ยป
  3. Gadget
16 Agustus 2019 07:30

Fitur baru untuk Android, WhatsApp bisa dibuka dengan sidik jari

WhatsApp siap merilisnya dalam waktu dekat Nur Luthfiana Hardian
foto: androidpolice

Brilio.net - WhatsAppmenjadi salah satu aplikasi perpesanan paling favorit. Selain cepat dalam mengirim pesan, WhatsApp juga bisa digunakan untuk telepon dan video call. Demi membuat pengguna senang, WhatsApp tak berhenti berinovasi mengeluarkan fitur-fitur barunya.

WhatsApp dilaporkan akan segera memperluas kehadiran fitur keamanan biometrik melalui pemindaian sidik jari yang tersedia di aplikasinya. Setelah sebelumnya sidik jari hadir di iOS lebih dulu, kali ini giliran Android yang disebut-sebut akan mendapatkannya.

Informasi ini diketahui setelah ada opsi fingerprint lock di WhatsApp beta versi terbaru, tepatnya 2.19.221. Dikutip brilio.net dari Android Police, Jumat (16/8), pengguna yang sudah memasangnya kini dapat melihat fitur ini di opsi Settings.

Namun belum diketahui jadwal pasti kapan fitur ini digulirkan secara global. Akan tetapi mengingat kini sudah hadir dalam versi beta, ada kemungkinan WhatsApp siap merilisnya dalam waktu dekat.

Melalui fitur keamanan biometrik ini, WhatsApp ingin menawarkan keamanan isi pesan pribadinya lebih baik. Jadi, tidak sembarang orang dapat membuka aplikasi chatting tersebut sebab diperlukan verifikasi lewat sidik jari.

Meski menawarkan fitur keamanan yang lebih privat, kehadirannya ternyata sempat membuat sejumlah pengguna cemas. Sebab, ada ketakutan WhatsApp mengambil data biometrik dari perangkat pengguna.

Terlebih Facebook sebagai pemilik WhatsApp memiliki pengamanan data pengguna yang cukup buruk. Hal itu dibuktikan dengan adanya skandal penyalahgunaan data yang sempat heboh tahun lalu.

BACA JUGA :
Cara mudah melihat last seen WhatsApp yang disembunyikan


foto: androidpolice

Oleh sebab itu, sejumlah peneliti menyebut keputusan memakai sidik jari di sebuah aplikasi, pengguna berarti mengetahui konsekuensi data tersebut dapat hilang.

"Sekali kamu membagi informasi tersebut di media sosial, itu sama saja dengan merelakannya hilang," tutur peneliti keamanan asal Jepang Isao Echizen pada Financial Times.

Sebelumnya, WhatsApp juga dilaporkan tengah mengembangkan fitur mirip Boomerang Instagram. Fitur ini kabarnya akan memungkinkan pengguna untuk membuat video loop. Fitur Boomerang ini tengah dalam tahap pengembangan dan baru akan tersedia untuk pengguna WhatsApp yang memakai iPhone.

BACA JUGA :
Gara-gara salah kirim stiker WhatsApp, cewek ini bikin geger ortu

foto: pixabay

Menurut WABetaInfo, pengembangan fitur Boomerang telah dilakukan oleh WhatsApp. Para pengguna aplikasi pesan Facebook ini disebut-sebut akan mendapatkan fitur baru tersebut melalui panel Video Type. Video Type menghadirkan kemampuan konversi file video ke GIF.

Seorang sumber menyebutkan, fitur Boomerang ini akan tersedia untuk video yang durasinya kurang dari 7 detik. Lebih lanjut, pengulangan video dibuat melalui pengembangan baru yang nantinya, bisa dibagikan ke kontak WhatsApp melalui pesan atau unggahan WhatsApp Status.

Fitur Boomerang disebut-sebut akan tersedia lebih dahulu pada WhatsApp for iPhone. Sementara, pengguna Android nantinya akan mendapatkan fitur video Boomerang pada tahap selanjutnya.

Video Boomerang sendiri pertama kali dihadirkan oleh Instagram lewat sebuah aplikasi bernama Boomerang pada Oktober 2015. Instagram kemudian menambahkan video Boomerang pada fitur Stories-nya pada akhir 2016.

Awal bulan ini, WhatsApp menghadirkan label pada pesan yang sering dibagikan atau 'Frequently Forwarded' untuk pengguna iPhone maupun Android di India. Label ini, mulanya dirilis pada tahun lalu dengan tujuan agar pengguna tahu, pesan tersebut sudah dibagikan lebih dari lima kali.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags