Brilio.net - Perut kosong suaranya nyaring? Ternyata, perut 'bersuara' itu bukan hanya saat kosong, tapi juga saat perut penuh. Suara itu bukan semata dari perut secara umum, tapi dari usus kecil kamu. Memang secara umum, suara geraman dari perut dikaitkan dengan rasa lapar, karena biasanya suaranya lebih keras ketika perut dan usus kosong. Ya nggak?

Dilansir brilio.net dari Scientific American, Jumat (13/11), Mark A W Andrews, seorang profesor fisiologi dan direktur dari program studi independen di Lake Erie College of Osteopathic Medicine, Pennsylvania, Amerika Serikat, menyampaikan bahwa keroncongan dalam perut sebenarnya sudah menjadi topik hangat sejak zaman Yunani kuno, dengan nama borborygmi (jamak dari borborygmus), yang bermakna gemuruh. Asal fisiologis keroncongan ini melibatkan aktivitas otot di perut dan usus kecil.

Secara umum, saluran pencernaan adalah tabung hampa yang berjalan dari mulut ke anus dan dindingnya terutama terdiri dari lapisan otot polos. Ketika dinding diaktifkan dan meremas isi saluran untuk mencampur dan mendorong makanan, gas, dan cairan melalui lambung dan usus kecil, maka muncullah suara keroncongan tersebut. Gerakan meremas dinding otot ini disebut peristalsis dan melibatkan cincin kontraksi bergerak aborally (menjauh dari rongga mulut) menuju anus beberapa inci pada saat terjadi proses pencernaan.

Gerakan peristalsis adalah hasil dari fluktuasi berirama potensi elektrik dalam sel otot polos, yang semuanya dalam kondisi sesuai dan akan menyebabkan kontraksi otot. Fluktuasi ini disebut Basic Electrical Rhythm (BER) atau irama listrik dasar, dan merupakan hasil dari kegiatan yang identik dengan sistem saraf enterik, yang ditemukan pada dinding usus.

BER sendiri menyebabkan sel-sel otot perut dan usus kecil untuk mengaktifkan ritme yang teratur (masing-masing tiga dan 12 kali per menit) dengan cara yang sama tapi lebih lambat daripada ritme atau irama dari otot jantung. Nah, yang bisa memodulasi (proses pengubahan gelombang pendukung untuk menyampaikan bunyi) BER ini adalah sistem saraf otonom dan faktor hormonal.

Meskipun tingkat dan kekuatan peristalsis biasanya meningkat dengan adanya makanan, aktivitas ini juga meningkat setelah lambung dan usus kecil telah kosong selama kurang lebih dua jam. Hal ini terjadi karena reseptor di dinding perut merasakan adanya makanan, menyebabkan generasi refleks gelombang aktivitas listrik (Migrating Myoelectric Complexes atau MMCs) dalam sistem saraf enterik. Perjalanan MMCs ini terjadi sepanjang lambung dan usus kecil, dan menyebabkan kontraksi rasa lapar. Kontraksi rasa lapar ini dimulai di antrum, atau wilayah lebih rendah, dari perut dan menyebar ke area sepanjang usus, menyapu sampai di terminal ileum. Mereka membersihkan semua isi perut termasuk lendir, bahan makanan yang tersisa, dan bakteri.

Kontraksi rasa lapar juga menghasilkan getaran dan rasa gemuruh atau yang kamu sebut keroncongan itu. Keroncongan bisa berlangsung selama 10-20 menit sekali, kemudian berulang setiap satu atau dua jam sampai ada makanan masuk ke dalam perutmu. Namun, situasi ini berbeda dengan hunger pangs (rasa nyeri mendadak waktu lapar), yang terjadi mulai 12-24 jam setelah makan terakhir dan kemungkinan berlanjut beberapa hari sebelum mereda secara berangsur-angsur. Rendahnya kadar gula darah juga menyebabkan hunger pangs ini, yang mana dapat diinduksi dengan menggunakan infus intravena dari motilin hormon. Setelah makan, MMCs akan mereda.

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan, kenapa perutmu sering tiba-tiba 'nyaring' bunyinya?