Brilio.net - Belakangan ini kata toxic acapkali digunakan dalam bahasa sehari-hari. Toxic sendiri merupakan kata sifat dalam bahasa Inggris yang jika diartikan berarti racun. Label toxic ini biasa diberikan untuk seseorang yang memiliki dampak negatif, baik dalam pertemanan maupun hubungan percintaan.

Apabila dalam suatu hubungan sudah nggak sehat dan selalu membawa dampak yang buruk, maka bisa dikatakan sebagai toxic relationship atau hubungan beracun. Jika saat ini kamu sedang berada pada hubungan yang toxic, segeralah untuk meninggalkannya.

Lebih lanjut, bagi kamu yang belum mengetahui pengertian dari toxic, berikut penjelasannya, dikutip brilio.net dari berbagai sumber, Jumat (25/2).

1. Pengertian toxic.

Toxic adalah  © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

Menurut Dan Brennan, pediatric expert atau child health specialist di AS, toxic adalah seseorang yang perilakunya menambah negatif dan kesal dalam hidup. Seringkali, orang yang toxic pernah menghadapi stres dan trauma. Sehingga, bertindak dengan cara yang kurang baik dan biasanya hanya membuat orang lain kesal.

Toxic sendiri bukanlah gangguan mental, namun disebabkan karena ada hal yang mendasar terkait dengan persoalan mental. Sehingga, menunjukan bahwa orang tersebut bersikap toxic. Ini menandakan bahwa perilaku toxic bisa datang dalam diri sendiri.

2. Ciri-ciri toxic.

Toxic adalah  © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

Hubungan yang toxic tentu saja akan membuat kamu merasa nggak bahagia dan lelah menghadapinya. Namun, kamu dapat melihat ciri-ciri dari hubungan atau pasangan kamu yang toxic itu. Ciri-ciri ini hanya sebagian besar saja, lebih lanjut kamu juga harus paham bahwa pengertian toxic adalah hubungan yang tak sehat.

Lantas, apa saja ciri-ciri toxic? Berikut ini adalah ciri-ciri toxic yang terlihat sangat jelas.

a. Kurangnya rasa percaya.

Salah satu hal yang terpenting dalam suatu hubungan adalah rasa percaya. Rasa percaya ini harus saling dimiliki oleh setiap pasangan. Sehingga akan mengantarkanmu pada hubungan yang sehat dan harmonis.

Namun, dalam suatu hubungan yang toxic rasa percaya sangatlah kurang. Akibat dari kurangnya rasa percaya ini membuat setiap hubungan akan selalu ada konflik. Kecurigaan dan kecemburuan yang negatif atau terlalu berlebihan juga membuat bubungan itu menjadi nggak sehat.

b. Kecemburuan berlebihan.

Cemburu kepada setiap pasangan memang wajar, namun jika dilakukan secara berlebihan akan menjadikan suatu hubungan nggak sehat. Kecemburuan yang berlebihan dari pasangan adalah tanda pasti dari hubungan yang nggak sehat. Karena menyebabkan bentuk pelecehan atau kerusakan keseluruhan pada kesejahteraan.

Kecemburuan yang toxic mungkin melibatkan memeriksa barang-barang pasangan, melihat-lihat pesan teks mereka, atau melanggar privasi mereka dalam upaya untuk menangkap mereka selingkuh atau berbohong.

c. Kekerasan.

Jika kamu mendapati hubungan yang nggak sehat seperti kekerasan yang dilakukan oleh pasangan kamu, alangkah baiknya hentikan hubungan itu. Kekerasan bisa dilakukan pada fisik, verbal, emosional dan banyak hal lainnya.

d. Manipulatif.

Sifat manipulatif menjadi ciri-ciri dari adanya toxic. Manipulatif merupakan bentuk pelecehan emosional yang membuat kamu mempertanyakan realitas diri kamu sendiri. Sifat ini ditandai dengan berbohong, memutarbalikkan fakta dan melebih-lebihkan. Biasanya orang toxic akan menggiring opini supaya lingkungan sekitar dapat mendukung apa yang dilakukan.

e. Tidak menghargai.

Ciri-ciri orang toxic adalah tidak pernah menghargai apa yang dilakukan oleh orang lain atau pasangan. Orang toxic biasanya akan meremehkan usaha apa yang telah dilakukan olehmu. Nggak hanya itu, apapun pendapat yang kamu sampaikan akan ditolak dan orang toxic biasanya nggak suka untuk dikritik.

3. Cara mengatasi hubungan yang toxic.

Toxic adalah  © 2022 berbagai sumber

foto: freepik.com

a. Cari dukungan.

Cara mengatasi jika kamu berada pada hubungan yang toxic atau dalam proses meninggalkannya, penting buat kamu untuk mencari dukungan. Kamu bisa curhat pada teman terpercaya, orang tua atau hubungi terapis.

b. Akhiri hubungan

Jika hubungan toxic mempengaruhi kesehatan mental dan fisik kamu, yang terbaik adalah mengakhiri hubungan dan menemukan ruang untuk bergerak maju dengan cara yang positif.

c. Terapi.

Selanjutnya, jika dirasa kamu membutuhkan terapi untuk memulihkan mental kamu, alangkah baiknya segera kunjungi ahli yang telah profesional untuk menangani mental. Hal ini dilakukan supaya kamu terhindar dari depresi dan stres yang berkepanjangan. Karena dapat menyebabkan sesuatu hal yang buruk jika berlarut-larut dibiarkan.