Brilio.net - Para dokter dan tenaga medis menjadi harapan bagi masyarakat saat ini. Menjadi garda terdepan menghadapi pandemi virus Corona, seluruh daya upaya dilakukan para tenaga medis. Mengerahkan seluruh pikiran dan tenaga untuk menyelamatkan nyawa, menjadikan para tenaga medis sebagai pahlawan bagi masyarakat.

Namun perlu diingat bahwa dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya merupakan manusia biasa. Sama halnya dengan kita, mereka juga merasakan keresahan, rasa takut, dan berbagai kekhawatiran dalam menghadapi virus Corona. Mereka juga harus tetap dalam kondisi prima agar tidak terpapar Covid-19.

Merawat pasien virus Corona yang saat ini jumlahnya terus meningkat, membuat para tenaga medis harus lebih bersabar. Bukan tanpa sebab, tak jarang mereka harus menahan rindu pada keluarga di rumah. Bahkan tak sedikit dari mereka yang mencurahkan perasaannya karena tidak bisa memeluk keluarga. Tentu hal ini harus dilakukan untuk keselamatan semua pihak.

Pesan haru para tenaga medis ini menyentuh hati publik. Banyak doa yang dipanjatkan agar pandemi ini segera selesai. Dalam curahannya, para tenaga medis ini juga tidak bosan untuk mengingatkan agar masyarakat tetap berada di rumah. Dengan begitu bisa membantu para medis agar tidak kewalahan dalam mengatasi pertambahan pasien Corona.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Seperti apa saja pesan menyentuh mereka, terlebih terkait keluarga seperti anak? Berikut rangkuman Brilio.net dari berbagai sumber pada Senin (30/3).

1. Cindri Wahyuni.

Perjuangan tim medis  © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@cindriwhy

Cindri Wahyuni merupakan seorang dokter yang juga istri dari mendiang Bani Seventeen. Sebagai seorang ibu tunggal, ia merasakan keresahan dengan adanya pandemi virus Corona. Setiap harinya, dokter yang bertugas di Yogyakarta ini menerima pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Kekhawatiran itu muncul lantaran ia harus mengurus kedua putrinya yang masih kecil. Dalam akun Instagram-nya, Cindri mengungkapkan kekecewaan terhadap orang-orang yang masih kurang peduli terhadap pandemi ini.

"Sedih rasanya jika aku nanti sakit tertular virus yg jahat ini, karna banyaknya orang yg tidak bertanggung jawab masih berkeliaran di luar sana tanpa kepentingan, anak2 ku gimana? Siapa yg akan mengurus mereka jika aku tertular? Dimana hati nurani kalian? please di rumah saja," begitu penggalan curahan hati Cindri.

2. Ai Gozali.

Perjuangan tim medis  © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@aigozali06

Dokter Ai Gozali beberapa waktu yang lalu ramai dibicarakan. Hal ini lantaran unggahannya yang membeberkan bagaimana kondisi yang dirasakan para tim medis dalam menghadapi wabah virus Corona atau Covid-19.

Perjuangan para tim medis disebutkan Dokter Ai tidaklah main-main. Perasaan takut dan khawatir tidak bisa dipungkiri selalu muncul setiap hari. Ditambah lagi, ia juga merasa resah karena sedang menunggu kelahiran anak pertama.

"Tiap pagi gw ketakutan ngebayangin pasien apa yang bakal gw temuin hari ini. Gimana kalau gw ketularan. Gimana kalau gw ga ketularan tapi gw jadi karier padahal istri gw pagi hamil di rumah dan kami sedang menantikan anak kami lahir di tengah pandemi ini. Sampai kapan ini semua berakhir. Dan masih banyak lagi," ungkapnya.

Dalam unggahannya, Dokter Spesialis Paru dan Pernapasan itu juga menyampaikan pesan yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu para medis. Salah satunya adalah untuk tetap berada di rumah.

3. Cornelia Griggs.

Perjuangan tim medis  © 2020 brilio.net

foto: Twitter/@CorneliaLG

Cornelia Griggs merupakan seorang ibu yang juga tenaga medis dari New York. Sebagai seorang ibu, tentu ia merasa takut jika menulari virus Corona pada putrinya. Terlebih lagi ia harus berjuang setiap harinya untuk menyembuhkan para pasien Covid-19.

Dalam akun Twitter, Griggs merasa bahwa anaknya masih terlalu kecil untuk memahami kondisinya saat ini. Namun ia berharap kelak anaknya mengetahui bahwa ibunya saat ini berjuang keras untuk sang buah hati.

"Bayi ku terlalu kecil untuk membaca ini sekarang. Dan mereka nyaris tidak mengenali saya dengan perlengkapan ini. Tetapi jika mereka kehilangan saya karena COVID, saya ingin mereka tahu bahwa ibu berusaha keras untuk melakukan pekerjaannya."

4. Khadijah Ismail.

Perjuangan tim medis  © 2020 brilio.net

- -foto: wordofbuzz.com

Dokter Khadijah Ismail juga menjadi salah satu dokter yang harus menahan rasa pilu karena tidak bisa memeluk sang buah hati. Dalam unggahannya di Facebook, Khadijah harus menguatkan diri saat melihat anaknya menagis karena ingin bertemu dengannya.

Profesinya sebagai dokter dan sudah menangani banyak pasien yang terinfeksi virus Corona, membuat dirinya harus dikarantina atau menjauhkan diri dari orang sekitar termasuk keluarga untuk beberapa saat.

"Ini anakku menangis karena dirinya ingin mendekatiku, tetapi hanya bisa melihatnya menangis karena aku telah disarankan untuk mengkarantina diri sampai status pasienku diketahui. Ini sangat memilukan," ujarnya.

5. Liu Haiyan.

Perjuangan para tim medis dalam menghadapi wabah virus Corona ini juga sempat viral di China. Seorang perawat di Wuhan yang bernama Liu Haiyan ditugaskan untuk menangani kasus virus Corona. Ia rela meninggalkan suami dan anaknya yang masih berusia 9 tahun untuk bertugas selama 10 hari di rumah sakit koa Fugou, Provinsi Henan.

Namun pada 31 Januari lalu, ia dipersatukan kembali dengan keluarga. Sayangnya momen bahagia itu masih berjarak, karena Liu tidak bisa memeluk putrinya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

“Ibu juga merindukanmu, biarkan aku memelukmu. Jadi anak yang baik, ibu sedang berjuang melawan monster, ibu akan kembali jika sudah berhasil mengalahkannya,” balas Liu Haiyan yang hanya mampu memberikan pelukan dari jarak jauh tanpa menyentuhnya.

(brl/tin)