Brilio.net - Siapa yang tak suka seafood atau makanan laut? Ya, sebagian besar orang Indonesia pasti suka dengan makanan satu ini. Salah satu jenis seafood yang digemari orang-orang adalah lobster.

Di Indonesia sendiri, harga lobster memiliki harga yang lumayan mahal. Meski demikian, lobster sendiri tetap punya tempat di hati para pecinta seafood.

Seperti biasa, untuk makan seafood sendiri memiliki 'keistimewaan'. Ya, untuk menikmati kelezatan panganan satu ini, kita diharuskan untuk mengupas cangkangnya terlebih dahulu. Hal ini lah yang kadang-kadang membuat orang enggan memakannya karena dianggap ribet.

Berbeda halnya dengan restoran seafood di China ini. Seperti brilio.net lansir dari OddityCentral, Kamis (28/6), lobster tengah menjadi primadona di negeri tirai bambu itu. Namun sayang, banyak orang yang merasa kerepotan saat menyantap makanan ini. Untuk itulah restoran ini pun memperkerjakan pegawai khusus mengupas cangkang lobster.

 

Restoran yang berlokasi di Shanghai ini pun mendadak viral dengan memperkerjakan dua pengupas cangkang lobster. Ya, pegawai-pegawai ini mengupas cangkang lobster di meja, sementara sang pelanggan santai membuka media sosial atau bermain game.

"Mengupas lobster adalah hal yang cukup menyebalkan untuk dilakukan dan tangan juga kotor, jadi kami telah memperkenalkan pengupas lobster profesional di sini. Para pelanggan tak perlu berhenti, dan mereka masih bisa makan lobster," kata pemilik restoran dalam sebuah akun PearVideo.

Tentu banyak yang bertanya maksud sang pemilik restoran 'tak perlu berhenti'? Rupanya, restoran ini sangat populer di kalangan pecinta game dan banyak di antaranya berkumpul utnuk bermain dalam tim. Ya, game populer seperti King of Glory dan Honor of Kings sendiri mengharuskan para pemainnya menggunakan kedua tangan. Tak heran jika mereka pun menggunakan jasa pengupas lobster.

"Jadi tujuan dihadirkan pelayan mengupas cangkang lobster adalah ketika para pengunjung restoran bisa tetap asik bermain game tanpa perlu tangan kotor menyantap lobster," tambahnya.

Shanghaiist melaporkan bahwa jenis pelayanan ini mulai populer pada 2015 setelah seorang mantan pramugari memulai layanan mengupas kepiting dan memulainya di toko online, Taobao.

Kedua pegawai tersebut bisa menangani sampai 100 lobster sehari dan mendapat gaji sebesar 10.000 Yuan atau sekitar Rp 21,5 juta dalam sebulan.