Brilio.net - Dalam kehidupan bermasyarakat, melakukan interaksi dengan orang lain sudah lumrah. Sebagai makhluk sosial, manusia butuh bantuan orang lain.

Aktivitas berinteraksi itulah yang disebut interaksi sosial dalam artian sederhana. Interaksi sosial ini berkaitan dengan perilaku dan sikap dari masing-masing orang.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Selasa (15/3), inilah arti dan ciri-ciri interaksi sosial.

2 dari 5 halaman

Pengertian interaksi sosial.

foto: pixabay.com

Interaksi sosial dijabarkan pengertiannya oleh beberapa ahli. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Georg Simmel.

Dikutip dari buku Georg Simmel (2002) oleh David Frisby, Sosiologi adalah penyelidikan bentuk-bentuk menjadi bagian dari masyarakat. Bentuk yang dimaksud adalah bentuk asosiasi. Menurut Simmel, masyarakat dapat terbentuk karena adanya interaksi, bukan adanya kelompok orang yang hanya diam.

Melalui interaksi timbal balik, individu saling berhubungan dan saling memengaruhi dan masyarakat muncul. Jika individu-individu saling berhubungan dan saling memengaruhi, maka terbentuklah suatu masyarakat.

2. Max Weber.

Dalam Basic Sociological Terms (1968) menyatakan fokus kajian Sosiologi adalah tindakan sosial. Menurut Max Weber, setiap tindakan individu yang ditujukan kepada individu atau kelompok lain memiliki makna yang bersifat subyektif.

3. Hubert Bonner Hubert Bonner

Dalam Social Psychology (1953) menjelaskan interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu. Perilaku individu yang satu memengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu yang lain, atau sebaliknya.

4. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin.

Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin dalam Cultural Sociology, a Revision of An Introduction to Sociology (1954), interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia.

3 dari 5 halaman

Syarat-syarat terjadinya interaksi.

foto: pixabay.com

Pakar sosial Soerjono Soekanto mengemukakan syarat terjadinya interaksi sosial ada dua yaitu kontak sosial dan komunikasi. Berikut ini penjelasannya:

1. Komunikasi.

Komunikasi adalah proses penyampaian informasi (pesan, ide, dan gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain untuk saling memengaruhi satu sama lain. Proses komunikasi dapat terjadi dengan dua cara, yaitu komunikasi verbal (bentuk komunikasi secara lisan dan tulisan) dan komunikasi nonverbal (bentuk komunikasi memakai simbol-simbol).

2. Kontak sosial.

Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu antarorang perorangan, antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia dan sebaliknya, antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

Kontak sosial positif adalah kontak sosial yang mengarah pada kerjasama. Kontak sosial negatif mengarah pada pertentangan atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan kontak sosial.

Kontak sosial juga dapat bersifat primer atau sekunder. Kontak primer terjadi bila yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan berhadapan muka. Sedangkan kontak sekunder memerlukan perantara.

4 dari 5 halaman

Jenis-jenis interaksi sosial.

foto: pixabay.com

Gillin dan Gillin menjelaskan ada tiga jenis interaksi sosial, yaitu:

Interaksi antara individu dengan individu. Interaksi ini terjadi saat dua individu bertemu, baik ada tindakan maupun tidak. Individu sadar ada pihak lain yang menimbulkan perubahan pada diri individu tersebut akibat faktor-faktor tertentu. Interaksi antara individu dengan kelompok. Interaksi ini berbeda-beda sesuai keadaan.

Interaksi ini terlihat mencolok saat terjadi benturan antara kepentingan perorangan dengan kepentingan kelompok. Interaksi antara kelompok dan kelompok. Kelompok merupakan satu-kesatuan, bukan pribadi.

5 dari 5 halaman

Faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial.

foto: pixabay.com

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi interaksi sosial adalah:

1. Motivasi adalah semangat atau dorongan yang diberikan kepada individu ke individu atau kelompok ke kelompok, maupun antara individu dengan kelompok.

2. Sugesti dapat terjadi bila individu yang memberikan pandangan tersebut adalah orang berwibawa atau karena sifatnya otoriter.

3. Simpati adalah bentuk interaksi yang melibatkan ketertarikan individu terhadap individu lainnya. Dorongan utama simpati adalah keinginan memahami pihak lain dan bekerja sama.

4. Empati adalah perasaan yang menempatkan diri seolah berada di posisi seseorang atau kelompok tertentu yang sedang mengalami suatu perasaan tertentu.

5. Imitasi dapat mendorong individu atau kelompok untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan yang baik.

6. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain, secara lahiriah maupun batiniah.