Brilio.net - Kalimat tahlil adalah salah satu kalimat yang sering digunakan umat Islam untuk berdzikir. Dzikir merupakan salah satu ibadah supaya seseorang senantiasa ingat kepada Allah.

Berdzikir dapat dilakukan dengan menyebut lafadz-lafadz pujian untuk Allah dan bisa diamalkan kapan saja. Nabi Muhammad sebagai suri tauladan umat muslim selalu mengamalkan dzikir setiap hari. Adapun macam-macam bacaan yang dapat digunakan untuk berdzikir seperti bacaan Istighfar, Tasbih, Tahmid, Takbir dan Tahlil.

Seringkali masyarakat mengirimkan tahlil kepada orang yang sudah wafat. Namun bacaan tahlil bukan sekadar dibacakan untuk orang yang meninggal.

Kalimat tahlil adalah bagian dalam kalimat syahadat, yang hakikatnya adalah inti dari semua landasan dalam ajaran Islam yang bermakna bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Membaca kalimat tahlil bisa mendatangkan ketenangan jiwa. Tak hanya itu saja, membaca kalimat tahlil dapat mendatangkan pahala dan keutamaan.

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (24/6) tahlil adalah amalan favorit yang dibaca oleh Nabi Muhammad Saw serta para Nabi terdahulu. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

"Rasulullah Saw bersabda: "Sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan dan para nabi terdahulu adalah ucapan laailaaha illallah wahdah la syarikalah (tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan tiada sekutu baginya)."

Keutamaan membaca kalimat tahlil

Bacaan tahlil adalah kalimat "Laailaaha illallah" yang memiliki arti "tiada Tuhan selain Allah". Bacaan ini memiliki beberapa keutamaan yang baik jika dibaca setiap hari oleh umat muslim. Adapun keutamaan-keutamaan tersebut yaitu sebagai berikut:

-1. Akan masuk surga.

Dalam suatu hadits, Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang akhir perkataannya sebelum meninggal dunia adalah 'Laailaaha illallah', maka dia akan masuk surga" (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621).

Orang yang senantiasa membaca kalimat Tahlil bahkan ketika sakaratul maut, maka orang tersebut akan dimasukkan ke dalam surga.

-2. Mendatangkan keberuntungan.

Abu Hurairah ra. bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang beruntung dengan syafa'at (pertolongan)-mu kelak?"

Nabi Muhammad SAW bersabda, "aku kira belum ada orang yang bertanya kepada tentang hal semacam ini sebelumnya. Manusia yang paling beruntung apada hari kiamat adalah seseorang yang mengucapkan Laailaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah) dengan hati yang penuh keikhlasan." (HR. Bukhari)

Dalam hadits tersebut menyatakan bahwa orang yang senantiasa mengucapkan kalimat Tahlih dengan hati yang ikhlas maka termasuk ke dalam golongan orang yang beruntung. Yang dimaksud dengan ikhlas di sini adalah ikhlas menghambakan diri kepada Allah SWT. Karena orang itu menyadari tidak ada Tuhan selain Dia, maka ia benar-benar menghambakan diri kepada-Nya. Konsekuensinya, ia haruslah menaati semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

-3. Terbebas dari api neraka.

Suatu saat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar muadzin mengucapkan 'Asyhadu alla ilaha illallah'. Lalu beliau mengatakan pada muadzin tadi, "Engkau terbebas dari neraka." (HR. Muslim no. 873).

Selain itu, Rasulullah juga bersabda:

"Sesungguhnya akulah orang yang paling tahu tentang suatu kata-kata yang jika seseorang mengatakannya dengan hati yang jujur, lalu orang itu mati dalam keadaan semacam itu, pasti ia diharamkan tersentuh api neraka, yaitu mengucapkan Laailaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah)." (HR. Hakim dari 'Amr ra.)

4. Dapat memperbaiki iman.

Nabi Muhammad SAW bersabda, "perbaruilah selalu iman-iman kamu." Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami?" Rasulullah SAW bersabda, "Perbanyaklah olehmu ucapan Laailaaha illallah (tiada Tuhan selain Allah)." (HR. Ahmad dan Thabrani dari Abu Hurairah ra.)

Dengan senantiasa membaca kalimat tahlil setiap hari atau bahkan setiap saat, maka secara otomatis orang tersebut memperbaiki imannya melalui kalimat tahlil yang ia baca.

-5. Amal paling utama.

Kalimat tahlil adalah amal yang paling utama yang paling banyak pahalanya menyamai pahala memerdekakan budak dan merupakan pelindung diri dari gangguan godaan setan yang terkutuk.

Sebagaimana Abu Hurairoh radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda,

"Barangsiapa mengucapkan laa il aha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syay-in qodiir' [tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu] dalam sehari sebanyak 100 kali, maka baginya sama dengan sepuluh budak (yang dimerdekakan, pen), dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kejelekan, dan dia akan terlindung dari setan pada siang hingga sore harinya, serta tidak ada yang lebih utama darinya kecuali orang yang membacanya lebih banyak dari itu." (HR. Bukhari no. 3293 dan HR. Muslim no. 7018)

6. Kunci delapan pintu surga.

Seorang muslim yang senantiasa mengucapkan bacaan tahlil setiap hari maka ia dapat masuk surga melalui pintu mana saja yang disukainya. Mereka bisa memilih satu dari delapan pintu surga yang terbuka untuknya.

Dari Ubadah bin Shomit radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

"Barangsiapa mengucapkan, 'saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan (bersaksi) bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya, dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Ruh dari-Nya, dan (bersaksi pula) bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya, maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki." (HR. Muslim no. 149)

-7. Merupakan kebaikan yang paling utama.

Abu Dzar berkata, "Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajarilah aku amalan yang dapat mendekatkanku pada surga dan menjauhkanku dari neraka." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapatkan sepuluh yang semisal."

Lalu Abu Dzar berkata lagi, "Wahai Rasulullah, apakah 'Laailaaha illallah' merupakan kebaikan?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kalimat itu (Laailaaha illallah) merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan." (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 55)

-8. Tahlil merupakan dzikir yang paling utama.

Tahlil merupakan dzikir yang paling utama, hal ini sebagaimana terdapat pada hadits, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (hadits marfu') bersabda,

"Dzikir yang paling utama adalah bacaan 'Laailaaha illallah'." (Dinilai hasan oleh Syaikh Al Albani dalam tahqiq beliau terhadap Kalimatul Ikhlas, 62)

(brl/vin)