Brilio.net - Adanya pandemi Covid-19 saat ini tidak hanya berdampak terkait hal kesehatan saja. Masa pandemi Covid-19 dirasakan cukup berat bagi sejumlah pihak. Saat dihampiri Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Pol Mohammad Iqbal, seorang penjual jagung keliling mengaku mengalami kesulitan.

Tidak disangka-sangka, perbincangan dari keduanya pun berakhir haru. Irjen Mohammad Iqbal justru membeli jagung dengan harga tak terduga serta memberi sesuatu.

Dilansir dari akun Instagram @polisi_indonesia, Senin (19/7), saat tengah bertugas, Irjen Mohammad Iqbal tampak menghampiri gerobak seorang penjual jagung dan kacang rebus. Kala itu, nampak dagangan yang masih menggunung, belum tersentuh banyak pembeli.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by polisi_indonesia presisi (@polisi_indonesia)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Sudah laku belum?" tanyanya polisi.

"Belum pak, belum," jawab penjual jagung.

Jendral polisi tawar harga beli jagung © Instagram/@polisi_indonesia

foto: Instagram/@polisi_indonesia

Tak terkecuali, dampak pandemi Covid-19 juga turut dirasakan oleh penjual jagung tersebut. Kepada Irjen Mohammad Iqbal, ia mengaku jika pendapatannya tengah menurun. Irjen Mohammad Iqbal pun senantiasa memberikan semangat dan dukungan.

"Agak turun (pendapatan), pak," ungkapnya.

"Sabar ya, kita ini era sekarang lagi pandemi Covid. Terus jangan lupa pakai masker terus dan disuruh tutup jam 8 ya. Sabar ya, mohon maaf, emang aturannya itu untuk kepentingan bersama. Insha Allah beberapa waktu yang akan datang, sudah selesai semua ini," kata Irjen Mohammad Iqbal, memberi dukungan.

Di tengah perbincangan, Irjen Mohammad Iqbal memesan 10 buah jagung dan satu plastik kacang rebus.

"Saya beli 10, yang manis, 10 biji," katanya.

Semua itu pun dipatok harga Rp50 ribu. Sembari menenteng jagung dan kacang rebus, Irjen Mohammad Iqbal mengeluarkan uang.

Jendral polisi tawar harga beli jagung © Instagram/@polisi_indonesia

foto: Instagram/@polisi_indonesia

"Berapa ini semua?" tanyanya.

"Rp30 ribu sama Rp20 ribu jadinya Rp50 ribu, pak," jawabnya.

Tampak uang kertas pecahan Rp100 ribu keluar dari saku celana milik Irjen Mohammad Iqbal. Bukannya meminta uang kembali, mantan Kepala Divisi Humas Polri tersebut justru memberinya Rp300 ribu.

"Boleh nawar gak? Ini saya tawar Rp100 ribu. Boleh nggak? Tawar Rp200 ribu, tawar Rp300 ribu. Nah, ini ada rejeki, membantu sedikit-sedikit ya," ucapnya sembari memberi uang.

"Terima kasih, pak," singkatnya.

Jendral polisi tawar harga beli jagung © Instagram/@polisi_indonesia

foto: Instagram/@polisi_indonesia

Belum usai terkaget lantaran dagangannya dibayar lebih, penjual itu pun kembali terheran. Irjen Mohammad Iqbal turut memberikan paket sembako dalam kantong plastik berwarna oranye kepada penjual jagung.

"Terus ini saya ada oleh-oleh. Ini ada sembako untuk di rumah, di sini ada masker sama hand sanitizer. Ini bentuk kepedulian polisi kepada bapak ya. Semoga kita sehat selalu," ucapnya.

(brl/red)