Brilio.net - Minggu lalu, dua kakak beradik dari kawasan pedalaman Sisaket, Thailand mengayuh sepeda selama hampir lima jam demi menjenguk ayahnya di penjara. Namun setelah sampai di lokasi tujuan, mereka tak diperbolehkan masuk karena bukan jadwalnya untuk membesuk tahanan.

Bagaimanapun, kisah kegigihan kakak beradik yang telah mengayuh sepeda sejauh 50 kilometer tersebut telah meluluhkan hati netizen media sosial. Menurut pengawal keselamatan di penjara daerah Kantharalak, Api Manthong, bocah laki-laki itu dipercaya berusia di bawah 10 tahun.

"Mereka meninggalkan rumah pada pukul 7.30 pagi dan tiba di penjara pada pukul 12.10 siang hari. Nasib malang menimpa mereka karena di tengah perjalanan ponsel mereka jatuh dan pecah. Saya merasa kasihan karena mereka menjenguk bukan di hari yang tepat," kata salah seorang petugas penjara.

Saat ditanya mengapa mereka tidak pergi ditemani sang ibu, bocah laki-laki itu menjawab jika ibu mereka berada di Bangkok dan mereka berdua tinggal bersama nenek. Kedua bocah itu juga mengaku jika mereka memiliki seorang kakak laki-laki tapi mempunyai masalah mental.

Meski tak diperbolehkan masuk, kedua bocah laki-laki itu mendapatkan kabar gembira. Pasalnya, salah seorang petugas mengatakan jika ayah mereka akan dibebaskan.

Loading...

"Saya sangat tersentuh dengan kasih sayang yang mereka tunjukkan. Mereka meluangkan waktu pada hari Minggu dan pergi menjenguk sang ayah di penjara. Saya hampir menangis," kata Apichai, seorang netizen yang mengunggah kisah mereka di media sosial.

Lebih lanjut Apichai menceritakan jika ia memberi kedua bocah itu uang Rp 39.000 untuk membeli makan dan minum.

Kisah kedua bocah laki-laki itu tak hanya membuat netizen terharu tapi banyak juga yang memuji aksi Apichai yang telah membantu mereka.

"Betapa jauh jaraknya namun kasih sayang mereka yang ditunjukkan kepada sang ayah membuat jarak itu jadi dekat. Saya berharap mereka berdua nanti menjadi manusia yang berguna bagi masyarakat," tulis seorang netizen seperti dikutip brilio.net dari coconuts.co, Minggu (23/7).