Brilio.net - Dalam ajaran agama Islam, segala bentuk aktivitas dan tingkah laku kita sudah diatur oleh Allah SWT. Dari mulai makan, minum, mandi, bahkan sampai berhubungan suami istri pun memiliki tata cara, adab dan doa.

Berhubungan intim merupakan salah satu hal yang biasa dilakukan pasangan suami istri sah bahkan memang dianjurkan oleh agama dengan kaitan salah satu tujuan pernikahan, yakni melanjutkan keturunan.

Namun sebelum melakukan hubungan suami istri, kita sebagai umat Islam harus tahu bagaimana adab melakukan hubungan yang baik agar mendapatkan ridha dari Allah SWT, brilio.net merangkum dari berbagai sumber pada Selasa (12/5) sejumlah doa yang dapat diucapkan saat berhubungan dengan suami atau istri, doa tersebut dibagi menjadi tiga yakni doa saat akan berhubungan seksual, saat mengeluarkan air mani, dan setelah selesai melakukan hubungan intim.

1. Doa sebelum melakukan hubungan suami istri

Tujuan membaca doa sebelum melakukan hubungan suami-istri adalah agar ketika sedang melakukan sunnah suami-istri ini, terhindar dari adanya gangguan setan serta calon keturunan kita juga dijauhkan dari gangguan setan yang terkutuk.

Loading...

Doa dan adab berhubungan intim suami istri menurut Islam © 2020 brilio.net

Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna

Artinya:

"Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan syaitan dan jauhkanlah syaitan dari rezeki (bayi) yang akan Engkau anugerahkan pada kami." (HR. Bukhari)

2. Doa ketika suami mengeluarkan air mani (sperma)

Doa ini dibaca agar air mani atau sperma yang keluar dari organ intim suami dapat menghasilkan keturunan yang sholeh ataupun sholehah, dan diberkahi oleh Allah.

Doa dan adab berhubungan intim suami istri menurut Islam © 2020 brilio.net

Allahummaj'alnuthfatna dzurriyyatan thayyibah

Artinya:

"Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh)."

3. Doa setelah melakukan hubungan suami istri

Setelah melakukan hubungan suami istri juga disunnahkan untuk membaca doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah karena telah memberikan kenikmatan dan kebahagiaan saat melakukan hubungan bersama suami ataupun istri, sekalius sebagai harapan agar hubungan yang sudah dilakukan dapat menjadikan keberkahan dalam berumah tangga.

Doa dan adab berhubungan intim suami istri menurut Islam © 2020 brilio.net

Alhamdulillaahiladzii khalaqa minal maa i basyaraa

Artinya:

"Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, lalu menjadikannya sebagai keturunan."

- Doa diberikan keturunan

Tujuan utama dari hubungan suami istri yaitu mendapatkan keturunan. Agar cepat dikabulkan, kita dapat membaca surat Al-Anbiya ayat 89

Doa dan adab berhubungan intim suami istri menurut Islam © 2020 brilio.net

Wazakariyyaa idznadaa robbahuu robbi laa tadzarni faaroda wa anta khoirul waarisiin.

Artinya:

Ya Tuhanku, jangan lah engkau membiarkan aku hidup seorang diri, dan engkau lah pewaris yang paling baik.

- Doa meningkatkan kasih sayang

Dalam membina rumah tangga, seorang suami istri harus saling meningkatkan rasa kasih sayang. Tak hanya melalui hubungan intim, atau dengan perlakuan lembut saja, namun juga di lengkapi dengan doa agar rumah tangga yang dibina semakin harmonis seperti dalam surat Thaha ayat 39.

Doa dan adab berhubungan intim suami istri menurut Islam © 2020 brilio.net

Aniqzi fiihi fit-taabuti faqzi fiihi fil-yammi falyulqihil-yammu bis-saahili ya'khuz-hu 'aduwwul lii wa 'aduwwul lah wa alqaitu 'alaika mahabbatam minnii wa litusna'a 'alaa 'ainii

Artinya:

"Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku"

- Adab berhubungan suami istri

Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai adab dan akhlak. Segala hal yang berkaitan dengan kehidupan manusia, mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur sudah diatur dalam agama. Hal ini termasuk ketika akan berhubungan intim antara suami dan istri, seperti yang telah Rasulullah ajarkan yaitu sebagai berikut:

1. Bersuci

Sebelum melakukan hubungan suami istri, Rasulullah mengajarkan agar bersuci terlebih dahulu, memastikan tubuh bersih, dan wangi sebelum berhubungan intim.

Abu Rafi RA berkata: "Rasulullah pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama"

Aku bertanya, "Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?" Beliau menjawab, "Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih." (HR. Abu Daud dan Ahmad).

2. Berhias

Salah satu sunnah yang terdapat dalam hadist Asma' binti Yasid radhiyallaahu 'anha (salah satu perempuan-perempuan teladan utusan Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam dari kaum perempuan), setelah bersuci, kita sebaiknya berhias dan memakai wewangian agar memunculkan perasaan cinta yang lebih saat melakukan hubungan suami istri.

3. Dilarang menolak ajakan suami

Istri Rasulullah tidak pernah menolak ajakan Rasulullah untuk bercinta. Rasulullah SAW bersabda :

"Jika suami mengajak tidur istrinya, lalu sang istri menolak, yang menyebabkan sang suami marah kepadanya, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi tiba." (HR Bukhari dan Muslim)

Meskipun begitu, suami juga harus memperhatikan kondisi kesehatan istri. Jangan sampai memaksakan kehendak jika kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan hubungan badan.

4. Berdoa sebelum melakukan hubungan badan

Adab keempat yaitu berdoa. Seperti doa-doa yang telah dijelaskan di atas, doa ini bertujuan agar dalam melakukan hubungan bersama suami atau istri diberkahi oleh Allah dan dapat menghasilkan keturunan yang sholeh atau sholehah.

5. Tidak berhubungan secara terburu-buru

Adab kelima adalah tidak berhubungan secara terburu-buru, suami tidaklah terburu-buru dalam berhubungan intim dengan istri dan sebaliknya. Sebaiknya dilakukan ketika istri dan suami sudah sama-sama siap.

Begitu pula jika hubungan suami-istri telah selesai, suami hendaknya tidak terburu-buru untuk cepat meninggalkan istrinya sebelum hajat sang istri sama-sama terpenuhi. Pahami keinginan istri dan perasaannya.