Waktu pengucapan qadarullah.

Arti qadarullah © 2022 berbagai sumber

foto: pixabay.com

Terkadang setiap manusia memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap suatu harapan dan rencana. Akibatnya, ketika seseorang merasa ekspektasinya tidak sesuai dengan harapan maka sulit baginya untuk menerima kenyataan. Sehingga, pada akhirnya akan ada perasaan penyesalan atau pengandaian. Misalnya, dengan mengatakan andai tidak begini, itu pasti tidak akan terjadi, dan semacamnya.

Padahal dari pernyataan tersebut menunjukkan bahwa seseorang tidak memiliki rasa percaya pada Allah. Bahwa segala sesuatu yang telah terjadi, baik atau buruk merupakan kehendak Allah yang tidak bisa dihindari atau dilawan.

Nah, dari sinilah yang seharusnya membuat setiap umat muslim sadar bahwa mengucapkan qadarullah dapat mengingatkan diri sendiri akan suatu kebesaran Allah dalam menetapkan takdir. Bahkan, Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits Riwayat Muslim bersabda;

"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah kepada Allah, jangan engkau lemah."

Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: "Seandainya aku lakukan demikian dan demikian." Akan tetapi hendaklah kau katakan: "Ini sudah jadi takdir Allah (Qodarullah wa maa-syaa-a fa'ala). Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi." Karena perkataan seandainya dapat membuka pintu syaitan." (HR Muslim)