1. BRILIO.NET
  2. »
  3. Wow
12 Desember 2016 18:11

9 Budaya positif orang Jepang ini layak ditiru, bikin pengen ke sana

Warga Jepang mempunyai motivasi yang besar supaya lebih maju.
Pakaian adat khas Jepang/foto: istimewa

Brilio.net - Jepang merupakan negara maju di Asia, bahkan hingga level dunia pun mengakuinya. Warga Jepang mempunyai motivasi yang besar supaya lebih maju. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan adalah segalanya. Kegigihan mereka untuk membangun negaranya memang udah nggak diragukan lagi deh.

Sebenarnya apa sih rahasianya Jepang bisa seperti itu? Jawabannya adalah orang Jepang memiliki sifat tertib.

Wah, jadi pengen ke sana deh. Yuk ah, coba pelajari gaya hidup orang-orang Jepang sebelum kamu berangkat ke sana. Nah, kali ini brilio.net bakal mengulas tentang beberapa kebiasaan positif orang Jepang yang bisa kita jadikan contoh deh, dan juga bisa kamu terapkan di kehidupan sehari-hari. Simak di bawah ini ya, Senin (12/12)!

1. Bagi orang Jepang, waktu adalah uang.

foto: qzprod

Time is money adalah prinsip mereka. Bagi mereka waktu adalah segalanya karena kita nggak akan bisa mengembalikan waktu. Mereka paling anti dengan jam karet seperti yang sudah biasa dilakukan orang Indonesia.

Mereka selalu datang lebih awal ketika bekerja dan juga nggak mengenal yang namanya pulang cepat. Mereka lebih suka lembur lho daripada pulang lebih awal. Sepulang kerja terkadang mereka juga menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang tetapi hal itu tidak membuat mereka kehilangan semangat kerja esok harinya. Wah!

2. Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian.

foto: japanesestreets

Pengelolaan keuangan orang Jepang dikenal sangat baik, hal ini bisa dilihat dari banyaknya alat-alat yang diciptakan untuk menghematkan keseharian kita dan membuat hidup lebih produktif.

Selain itu kebiasaan wanita maupun laki-laki di Jepang adalah belanja setelah jam setengah delapan malam, yang ternyata toko dan supermarket di Jepang biasanya akan ngasih potongan harga hingga 50 persen ketika setengah jam sebelum toko tersebut tutup.

3. Nggak ada deh yang namanya budaya mentraktir.

foto: k-otaku

Jika di Indonesia kita sering mengenal kebiasaan ngajak makan bareng, jalan bareng, mentraktir teman sepulang kerja. Dan teman yang mengajak harus membayar ongkos jalan atau makannya. Berbeda dengan Jepang, jika ada orang mengajak makan bareng bukan berarti kita ditraktir, tapi tetep dong bayar sendiri-sendiri.

4. Walaupun mereka adalah pengembang teknologi, mereka bukan gadget freak.

foto: japantimes

Wah kalau bisa menghitung, pasti deh kita agal kesulitan karena banyak banget lho smartphone yang dikembangkan di Jepang. Hal ini karena memang kreatif dan inovatif sehingga produk mereka banyak dikenal sampai mancanegara.

Eits, walaupun seperti itu, negara ini malah menerapkan larangan membawa gadget ke sekolah. Tujuannya sudah pasti, supaya bisa fokus belajar. Lagi pula kita bisa memakainya setelah pulang sekolah.

5. Mereka menganggap budaya baca sebagai sumber pengetahuan.

foto: aurelio.asiain

Lain gadget, lain dengan buku. Nah, saking cintanya dengan membaca, mereka biasanya menghabiskan waktu luang mereka akan mengisinya dengan membaca. Sampai-sampai saat dalam kendaraan pun juga membaca.

Jika mereka berpergian lebih suka menggunakan kereta dengan alasan memanfaatkan waktu yang lama di kereta, selain itu kereta juga tidak menimbulkan getaran yang banyak menyebabkan gangguan saat membaca.

6. Orang Jepang selalu menghargai proses, bukan hanya hasilnya.

foto: zimbio.com

Orang Jepang percaya bahwa nggak ada kesuksesan yang instan. Kalaupun instan itu pasti tidak akan bertahan lama. Sehingga ketika muda mereka selalu bekerja keras untuk membangun pondasi bisnisnya. Dari mulai rintangan dan tantangan telah menjadi hal biasa bagi mereka. Justru dari proses menuju sukses inilah kita bisa belajar banyak hal. Sehingga mereka selalu menghargai setiap usaha untuk sukses.

7. Mereka juga terkenal punya loyalitas yang tinggi.

foto: japantimes

Orang Jepang mempunyai loyalitas yang lumayan tinggi. Dalam hidupnya mereka hanya bekerja pada satu atau dua tempat saja, tidak seperti kebanyakan bangsa-bangsa lain. Mereka tidak berpindah-pindah karena rata-rata gaji di perusahaan-perusahaan Jepang relatif sama.

8. Tidak banyak ngobrol saat bekerja.

foto: hoasaovoice

Tidak seperti kita orang Indonesia yang kebanyakan "No Action Talk more", orang Jepang dalam bekerja itu "Talk Less Do More", jadi nggak kebanyakan ngobrol gitu.

9. Selalu bersemangat dalam membuat inovasi dan improvisasi.

foto: tsunagujapan

Orang Jepang selalu melakukan improvisasi dan inovasi dalam hidupnya, baik dalam karier maupun yang lainnya. Mereka senantiasa melakukan pembaruan untuk lebih baik dan meninggalkan masa lalu yang buruk.

Wah semangat orang Jepang emang patut ya untuk ditiru.Selain mereka kreatif dan inovatif, mereka juga disiplin dan taat waktu. Hmmm...nggak percaya? Kenapa nggak ngebuktiin sendiri deh dengan pergi ke sana. Mau ke sana gratis? Mending ikutan Snapcam, deh.

Caranya gampang banget, kok. Kamu bisa jelajahi Jakarta dengan menemukan 200 artworks hewan padang pasir yang keren dan unik dari teman-teman kreatif. Clue tempatnya adalah Circle K, Family Mart, dan Lawson.

Eits, kamu juga berkesempatan meraih hadiah yang menarik, salah satunya adalah berkesempatan liburan ke Jepang nih dan bisa ngerasain langsung budaya orang Jepang di sana.

Let's have fun and challenge yourself! Tunggu tanggal mainnya dan cek terus originals.id.

 

(brl/pep)

Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

Share This Article

To:

Cc:

Subject:

9 Budaya positif orang Jepang ini layak ditiru, bikin pengen ke sana.
Warga Jepang mempunyai motivasi yang besar supaya lebih maju.
https://www.brilio.net/wow/9-budaya-positif-orang-jepang-ini-layak-ditiru-bikin-pengen-ke-sana-161212z.html
SEND

WHAT DO YOU THINK

MORE STORIES


Show More Stories


Jangan cuma disimpen sendiri,
Posting karyamu dan menangin uang tunai
di platform baru, Brilio Creator!

Ikutan Di Sini
TOP

Would you like to switch to the English Version?