Brilio.net - RA Kartini merupakan salah satu pahlawan wanita di Indonesia. Dulu, semasa hidupnya, Kartini dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Sosok Raden Ajeng Kartini yang menjadi inspirasi bagi banyak perempuan di Indonesia, bahkan dunia hingga kini. Meski seorang bangsawan, Raden Adjeng Kartini memiliki tekad kuat untuk mensejahterakan kaum pribumi.

Keberaniannya dalam memperjuangkan hak-hak wanita pun diapresiasi oleh negara hingga hari ini. Nggak heran, jika setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati hari Kartini untuk mengenang perjuangan sosok perempuan inspiratif dan pemberani tersebut.

Dalam memperjuangkan hak wanita di Indonesia, RA Kartini kerap melontarkan pemikirannya tentang kaum perempuan di Indonesia saat itu termarginalkan. Pemikiran-pemikiran Raden Ajeng Kartini yang tercurahkan dalam surat-suratnya terdahulu telah dihimpun dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Pemikiran Kartini pun terangkai indah menjadi sebuah kata-kata bijak penuh makna. Kata-kata ini pun bisa dijadikan motto hidup, terutama untuk wanita di masa kini. Berikut 75 motto hidup RA Kartini, dirangkum brilio.net dari berbagai sumber pada Rabu (1/12)

Motto hidup RA Kartini yang menginspirasi.

Motto hidup RA Kartin © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@temanceo

1. "Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu-satunya hal yang benar-benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

2. "Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."

3. "Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang."

4. "Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa behagia baginya."

5. "Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai."

6. "Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti."

7. "Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa. Jika kamu memang berharga di mata seseorang, tak ada alasan baginya tuk mencari seorang yang lebih baik darimu."

8. "Vegetarisme itu doa tanpa kata kepada Yang Maha Tinggi."

9. "Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."

10. "Peduli apa aku dengan segala tata cara itu. Segala peraturan, semua itu bikinan manusia, dan menyiksa diriku saja. Kau tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket di dunia keningratan Jawa itu."

11. "Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yang baik."

12. "Bagi saja ada dua macam bangsawan, ialah bangsawan fikiran dan bangsawan budi. Tidaklah yang lebih gila dan bodoh menurut pendapat saya dari pada melihat orang yang membanggakan asal keturunannya."

13. "Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam."

14. "Tetapi sekarang ini, kami tiada mencari penglipur hati pada manusia, kami berpegangan teguh-teguh pada tangan-Nya. Maka hari gelap gulita pun menjadi terang, dan angin ribut pun menjadi sepoi-sepoi."

15. "Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."

16. "Ikhtiar! Berjuanglah membebaskan diri. Jika engkau sudah bebas karena ikhtiarmu itu, barulah dapat engkau tolong orang lain."

17. "Dengan menolong diri sendiri, akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna."

18. "Sepanjang hemat kami, agama yang paling indah dan paling suci ialah Kasih Sayang. Dan untuk dapat hidup menurut perintah luhur ini, haruskah seorang mutlak menjadi Kristen? Orang Buddha, Brahma, Yahudi, Islam, bahkan orang kafir pun dapat hidup dengan kasih sayang yang murni."

19. "Lebih banyak kita maklum, lebih kurang rasa dendam dalam hati kita, semakin adil pertimbangan kita dan semakin kokoh dasar rasa kasih sayang. Tiada mendendam, itulah bahagia."

20. "Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."

21. "Alangkah besar bedanya bagi masyarakat Indonesia bila kaum perempuan dididik baik-baik. Dan untuk keperluan perempuan itu sendiri, berharaplah kami dengan harapan yang sangat supaya disediakan pelajaran dan pendidikan, karena inilah yang akan membawa bahagia baginya."

22. "Tahukah engkau semboyanku? 'Aku mau!' Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata 'Aku tiada dapat!' melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

23. "Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."

24. "Saat membicarakan orang lain Anda boleh saja menambahkan bumbu, tapi pastikan bumbu yang baik."

25. "Sampai kapanpun, kemajuan perempuan itu ternyata menjadi faktor penting dalam peradaban bangsa."

Motto hidup RA Kartini penuh makna.

Motto hidup RA Kartin © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@saadah_bookstore

26. "Ibu adalah pusat kehidupan rumah tangga. Kepada mereka dibebankan tugas besar mendidik anak-anaknya, pendidikan akan membentuk budi pekertinya."

27. "Agama memang menjauhkan kita dari dosa, tapi berapa banyak dosa yang kita lakukan atas nama agama."

28. "Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh, demikianlah pula dalam hidup manusia, bukan? Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbullah angan-angan lain yang lebih sempurna, yang boleh menjadikan buah.”

29. "Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai."

30. "Jangan kau katakan saya tidak dapat, tetapi katakan saya mau."

31. "Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti."

32. "Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?"

33. "Habis gelap terbitlah terang."

34. "Orang kebanyakan meniru kebiasaan orang baik-baik; orang baik-baik itu meniru perbuatan orang yang lebih tinggi lagi, dan mereka itu meniru yang tertinggi pula ialah orang Eropa."

35. "Segenap cita-citanya kita hendaklah menjaga sedapat-dapat yang kita usahakan, supaya sesama makhluk itu terhindar dari penderitaan, dan dengan jalan demikian menolong memperbagus hidupnya: dan lagi ada pula suatu kewajiban yang tinggi murni, yaitu “terima kasih" namanya."

36. "Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan rasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputra merdeka dan berdiri sendiri."

37. "Seorang guru bukan hanya sebagai pengasah pikiran saja, melainkan juga pendidik budi pekerti."

38. "Tetapi apalah artinya pandai dalam ilmu yang hendak diajarkan itu, apabila ia tidak dapat menerangkannya secara jelas kepada murid-murid."

39. "Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya, tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya."

40. "Untuk sementara didiklah, berilah pelajaran kepada anak-anak perempuan kaum bangsawan: dari sinilah peradaban bangsa harus dimulai. Jadikanlah mereka ibu-ibu yang cakap, cerdas, dan baik. Maka mereka akan menyebarluaskan peradaban di antara bangsanya."

41. "Bahwa kebahagiaan perempuan yang paling tinggi, sejak berabad-abad yang lalu bahkan juga sampai saat ini adalah hidup selaras bersama laki-laki."

42. "Rampaslah semua harta benda saya, asalkan jangan pena saya."

43. "Bila orang hendak sungguh-sungguh memajukan peradaban, maka kecerdasan pikiran dan pertumbuhan budi harus sama-sama dimajukan."

44. "Adalah suatu pertolongan dan bantuan besar sekali bagi orang laki-laki jika perempuan berbudi tinggi dan terpelajar."

45. "Ketidaksetaraan perempuan ini akibat dari dibatasinya akses perempuan untuk memperoleh pengetahuan sehingga perempuan menjadi bodoh. Sehingga cara satu-satunya adalah perempuan harus sekolah."

46. "Simpati itu bagi kami merupakan kepuasan, kekuatan, bantuan, kegembiraan, dan hiburan."

47. "Dan terhadap pendidikan itu janganlah hanya akal yang dipertajam, tetapi budi pun harus dipertinggi."

48. "Apabila kami menghendaki orang lain mengikuti jejak kami, maka contoh yang kami berikan haruslah sesuatu yang berbicara, menimbulkan rasa kagum dan keinginan untuk menirunya."

49. "Banyak emansipasi wanita bukanlah untuk persamaan derajat, emansipasi adalah pembuktian diri yang seimbang antara raga yang tangguh, namun hati senantiasa patuh. Emansipasi ada penerimaan. Penerimaan diri bahwa setiap tempat ada empu yang dikodratkan dan dipantaskan."

50. "Pendidikan untuk wanita sangat penting dalam konteks mendukung perannya sebagai istri dan ibu yang bermimpi besar. Tapi kalau salah kaprah dan menelantarkan anak-anaknya, berarti sama saja dengan membodoh lagi."

51. "Marilah wahai perempuan, gadis. Bangkitlah, marilah kita berjabatan tangan dan bersama-sama bekerja mengubah keadaan yang tak terderita ini."

52. "Pandai itu tidak merupakan kebahagiaan untuk setiap orang. Celakalah apabila orang dapat berpikir tetapi tidak boleh; apabila orang dapat merasa, mampu dan mau, tetapi tidak boleh. Lebih baik tetap bodoh saja."

53. "Jika kita tidak mencari pengetahuan, maka hidup kita tidak akan bahagia dan kehidupan kita akan semakin mundur."

54. "Karena bila taraf hidup kesenian suatu bangsa tinggi, maka budi bangsa itu sendiri adalah suatu puisi."

55. "Percayalah akan masa depan."

Motto hidup wanita seperti RA Kartini

Motto hidup RA Kartin © 2021 brilio.net

foto: Instagram/@fashionair13

56. "Wanita bijak seperti angsa di atas air. Anggun meski tetap bekerja dan tetap tegar meskipun terluka."

57. "Saat kau merasa tak memiliki siapa pun, ingatkan dirimu bahwa Allah telah mengirim mereka pergi, sehingga kau bisa berduaan bersama-Nya."

58. "Perempuan itu sama seperti bunga. Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang."

59. "Wanita memang tidak sekuat laki-laki, tapi laki-laki akan sekuat itu jika tidak di sempurnakan oleh wanita."

60. "Hak paling istimewa bagi seorang wanita adalah hak untuk menjadi seorang ibu."

61. "Lidahmu jangan kamu biarkan menyebut kekurangan orang lain, sebab kamu pun punya kekurangan dan orang lain pun punya lidah."

62. "Wanita yang kuat secara sadar akan berhenti mencoba jika dia merasa tidak diinginkan. Dia tidak akan memperbaikinya atau mengemis. Dia akan pergi begitu saja."

63. "Di waktu seorang wanita tengah terdiam, di waktu tersebut ada jutaan hal yang ada pada fikirannya."

64. "Perempuan itu sama seperti bunga. Mereka harus diperlakukan dengan lembut, baik, dan penuh kasih sayang."

65. "Waktu seseorang wanita menyembunyikan tangis untuk lelakinya, yakinlah bila dia betul-betul menyukai dirimu."

66. "Sikap yang anggun dan senyum manis yang menghiasi wajah seorang wanita akan menambah pancaran pesonanya."

67. "Di waktu seorang wanita tengah terdiam, di waktu tersebut ada jutaan hal yang ada pada pikirannya."

68. "Hati seorang wanita akan terus bersama keluarga dan orang dicintainya di manapun ia berada."

69. "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholehah."

70. "Dengan kesabaran kita memperoleh hasil lebih dari kekuatan kita."

71. "Perhiasan terbaik seorang wanita adalah rasa malunya."

72. "Wanita yang cantik dalam kesederhanaannya yaitu wanita cantik yang sebenarnya."

73. "Jauh lebih baik kehilangan sesuatu untuk Tuhan daripada kehilangan Tuhan untuk mendapatkan sesuatu."

74. "Wanita memanglah benar-benar hebat! Satu di antara buktinya, waktu dianya menangis, ia tetap masih dapat berkata 'saya tidak apa-apa'."

75. "Wanita yang kuat akan selalu bangkit, walau sekeras apa pun badai pernah menerjang mereka."

(brl/far)

(brl/far)