Brilio.net - Bencana lumpur Lapindo yang terjadi pada Mei 2006 silam meninggalkan sejumlah memori. Bukan hanya menyebabkan kerugian besar, beberapa wilayah pun hingga kini masih merasakan dampaknya.

Salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu bencana tersebut ialah masjid megah. Meski kini tidak lagi digunakan, namun bangunan suci tersebut masih berdiri kokoh. Terletak di bantaran tanggul, membuat masjid tersebut masuk ke dalam area yang cukup berbahaya.

Kini 15 tahun berlalu, keberadaan masjid yang terbengkalai akibat lumpur Lapindo tersebut masih berdiri kokoh. Penasaran bagaimana potret masjid tersebut? Berikut brilio.net telah merangkum potretnya dari channel YouTube Vlogger Receh Kaliandong, Rabu (15/9).

1. Tidak sering terjamah manusia membuat masjid nampak usang. Bahkan, rumput liar seolah kian tumbuh subur di halaman masjid.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Potret masjid 15 tahun terbengkalai akibat lumpur lapindo © YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

foto: YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

2. Tepat di samping lokasi masjid terdapat sebuah area yang khusus digunakan warga sebagai tempat pemakaman umum (TPU). Area masjid hingga pemakaman tersebut dikelilingi pagar yang membentang.

Potret masjid 15 tahun terbengkalai akibat lumpur lapindo © YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

foto: YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

3. Dari atas bangunan masjid ini terlihat megah berada di tengah-tengah lahan luas.

Potret masjid 15 tahun terbengkalai akibat lumpur lapindo © YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

foto: YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

4. Meski tidak lagi digunakan, namun stuktur bangunan hingga kemegahan masjid masih awet hingga saat ini.

Potret masjid 15 tahun terbengkalai akibat lumpur lapindo © YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

foto: YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

5. Tidak nampak kerusakan sedikit pun meski lumpur Lapindo menghantam kegiatan warga serta lahan yang tak jauh dari lokasi masjid.

Potret masjid 15 tahun terbengkalai akibat lumpur lapindo © YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

foto: YouTube/Vlogger Receh Kaliandong

(brl/tin)