Kata-kata bahasa Arab tentang kejujuran.

kata bijak tentang kejujuran © 2023 brilio.net

foto: freepik.com

76. "Alaika bish shidqi fii kullil umuri laa takdzibu faqbah maa yuzrii bikal kadzibu. Laa yakdzibul mar u illa min mahaanatihi au 'aadatis suui au min qollatil adabi.

Artinya : Hendaklah kamu bertindak jujur dalam setiap perkara. Janganlah berbohong karena seburuk-buruk cela bagimu adalah kebohongan. Tidaklah seseorang itu berbohong melainkan disebabkan oleh kerendahan moralnya. Ataupun kebiasaan buruknya maupun kekurangberadabannya.

77. "Man qolla sidquhu, qolla sodiiquhu"

Artinya: Barang siapa sedikit benarnya atau kejujurannya, sedikit pulalah temannya.

78. "Jaalis ahlash shidqi wal wafaai"

Artinya: Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji.

79. "Lalghadab."
Artinya: Awal kemarahan adalah kegilaan, dan akhirnya adalah penyesalan.

80. "Alhasud la yasud."
Artinya: Pendengki tak akan bahagia.

81. "Fia alta'ania alsalamat wafia aleajalat alnadama."
Artinya: Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan.

82. "Man sabar zafir."
Artinya: Barang siapa bersabar, ia akan beruntung.

83. "Alsabr yuein ealaa kuli eamal"
Artinya: Kesabaran membantu setiap pekerjaan.

84. "Rus aldhunub alkadhib"
Artinya: Otak dari dosa adalah kebohongan.

85. "Rib walaahiz takun earifan"
Artinya: Coba dan perhatikan, maka kau akan jadi tahu.

Kata-kata jangan berbohong dalam bahasa Jawa.

kata bijak tentang kejujuran © 2023 brilio.net

foto: freepik.com

86. "Ngapusi kui hakmu. Kewajibanku gor etok-etok rak ngerti yen mbok apusi."

(Berbohong itu hakmu. Kewajibanku hanya cukup pura-pura tidak tahu kalau kamu bohong)

87. "Sing sering nikung pacare wong kudune kena hukum berat. Kena pasal penghilangan jodoh secara paksa."

(Yang sering mengambil diam-diam pacar orang harusnya terkena hukuman berat. Kena pasal menghilangkan jodoh secara paksa)

88. "Kadang mripat iso salah ndelok, kuping iso salah ngerungu, lambe iso salah ngomong."

(Kadang mata bisa salah melihat, telinga bisa salah mendengar, mulut bisa salah bicara)

89. "Uripmu koyo wet gedang, ndue jantung ra ndue ati."

(Hidupmu seperti pohon pisang, punya jantung tapi nggak punya hati)

90. "Mending kelangan ketimbang terus-terusan kelaran."

(Lebih baik kehilangan daripada terus-terusan merasakan sakit)

91. "Dudu sengit sing nggawe aku adoh saka sampeyan, nanging kecewa."

(Bukan benci yang membuat aku menjauh darimu, tapi kecewa)

92. "Sak durung dadi pengkhianat, mbiyen jenenge sahabat."

(Sebelum menjadi pengkhianat, dulu dia bernama sahabat)

93. "Aku ora nyalahake kore amarga kowe marakke kecewa, aku nyalahake awakku dhewe amarga wis percaya marang kowe."

(Aku tidak menyalahkanmu karena kamu mengecewakan, aku menyalahkan diriku karena telah percaya kepadamu)

94. "Aku serius marang kowe, nek kowe gur arep dolanan, aja ning kene, iki ati dudu lapangan."

(Aku serius kepada kamu, kalau kamu hanya mau main-main, jangan di sini, ini hati bukan lapangan)

95. "Sak durunge aku ngerti kowe, aku durung tau ngrasakake lara sing kaya ngene."

(Sebelum aku mengenal kamu, aku tidak pernah merasa sakit hati yang sesakit ini)

96. "Ojo seneng ngumbar wadine liyan, Ngko lambemu dilaundry malaikat."

(Jangan suka mengumbar rahasia orang lain, nanti bibirmu di-laundry malaikat)

97. "Luwih mending duwe mungsuh tapi tenanan, katimbang duwe kanca sing apus-apus."

(Lebih baik punya musuh yang nyata, daripada punya satu teman yang hanya pura-pura)

98. "Kepercayaan mbutuhake pirang-pirang taun kanggo mbangun, nanging mung sedhela kanggo dirusak."

(Kepercayaan butuh bertahun-tahun untuk dibangun, tapi hanya sekejap untuk dihancurkan)

99. "Aku dudu ngadoh, mung njaga dewe supaya ora digunakake sak penake."

(Bukannya menjauh, aku hanya menjaga diriku supaya tidak dimanfaatkan)

100. "Kowe ngelih banget, po? Nganthi mangan omonganmu dewe."

(Kamu lapar sekali? Sampai bisa makan omonganmu sendiri)

101. "Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine."

(Tidak usah banyak mulut, yang penting itu buktinya)

102. "Beras kui bakale soko pari, kandas kui asale soko ngapusi."

(Beras itu ada dari padi, putus cinta ada dari sebuah kebohongan)

103. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan."

(Niat bekerja bukan untuk nyari perkara. Niat mencari rezeki, bukan hanya cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

104. "Seng nandur bakale ngunduh."

(Yang berbuat akan mendapatkan hasilnya)

105. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

106. "Alam iki sejatining Guru."

(Alam adalah guru yang sejati)

107. Memayu hayuning pribadi: Memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana."

(Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia).

108. "Lamun sira durung wikan alamira pribadi, mara takona marang wong kang wus wikan."

(Jikalau engkau belum memahami alam pribadimu, hendaknya engkau bertanya kepada yang telah memahaminya).

109. Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu."

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan).

110. "Ampun mbedakakekn marang lintune."

(Jangan membeda-bedakan sesama, hargai perbedaan).

111. "Jujur kuwi mujur, ora ajur"

(Jujur itu jadi beruntung, bukan jadi hancur)