Brilio.net - Membangun rumah tangga tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Berbagai macam hal harus dipersiapkan. Mulai dari kesiapan mental, fisik, finansial, dan lain sebagainya. Sebab, jika tidak akan muncul berbagai pertengkaran yang bisa saja berujung pada perpisahan.

Pernikahan sejatinya impian bagi setiap pasangan. Namun kehidupan pernikahan tidak selalu berjalan dengan mulus. Konflik maupun masalah sangat mungkin terjadi. Maka, setiap pasangan harus berusaha melewati dinamika dalam pasang surut berumah tangga. Baik masalah terkait keuangan, intensitas bertemu, atau masalah yang berkaitan dengan anak.

Dalam kondisi demikian, kadang muncul lah perasaan sedih dan kecewa. Istri biasanya adalah sosok yang lebih dulu menyadari adanya suatu masalah. Kadang istri juga ingin mengeluhkan perasaannya pada sang suami. Namun mencari kata-kata yang tepat untuk mewakili perasaannya sangatlah sulit.

Mencari kata-kata sedih untuk suami, mungkin akan membantumu mengungkapkan perasaan. Berikut brilio.net kutip dari berbagai sumber pada Jumat (3/9) tentang kata-kata sedih untuk suami.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kata-kata sedih untuk suami yang sibuk bekerja.

Kata-kata sedih untuk suami © berbagai sumber

foto: Istimewa

Sudah menjadi kewajiban bagi suami untuk menafkahi keluarganya. Namun kadang suami terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga mengabaikan istrinya yang kesepian. Kata-kata berikut mungkin cocok untuk mewakili perasaan sedihmu karena suami yang sibuk bekerja.

1. "Sebagai seorang istri, aku sangat iri dengan semua wanita yang bekerja sekantor dengan mu. Karena setidaknya mereka bisa menghabiskan seharian bekerja bersama pria paling tampan didunia ini."

2. "Jangan terlalu sibuk pada pekerjaanmu. Ketahuilah sayangku, aku tidak bisa terus muda, dan anak-anak hanya punya masa kecil sekali dalam hidup mereka."

3. "Ketika aku bersandar dipundakmu, rasanya lebih nyaman dari suasana rumah. Engkau rumahku. Tapi sayang tempat bersandarku sedang jauh disana. Cepatlah kembali, aku ingin bersandar lagi."

4. "Suamiku, jangan jadikan kesibukanmu membuat kau melupakan istrimu yang menginginkan perhatianmu."

5. "Jangan menelantarkan sumber kebahagian. Mengapa kamu bekerja meninggalkan istrimu demi mengejar uang. Kamu menyianyakan kecantikan istrimu, dan pulang dengna mengeluh karena sudah tak menarik dulu."

6. "Luangkan lah waktu mu, pekerjaanmu yang padat membuatku ingin segera memelukmu dan mencegahmu pergi."

7. "Ketika aku beranjak ke peraduan tidur, aku memikirkanmu, kurang tidur karena memikirkanmu, dan bangun tidur juga memikirkanmu. Aku akan terus memikirkanmu selagi kau tak ada lagi disisiku, suamiku."

8. "Sebesar apapun uang yang kamu miliki dari bekerja. Tetap saja harta terbesar yang kau jaga adalah keluarga."

9. "Disela-sela kesibukanmu, aku selalu menunggu. Tolong jangan lupakan istrimu."

10. "Ketika kamu pernah memberikan perhatian terhadap seseorang secara berlebihan, maka kamu akan mendapat sakit yang lebih sakit dari apa yang seharusnya kamu dapatkan."

11. "Di balik kesibukanmu, ada yang rela meluangkan waktunya untuk sekadar menunggumu.”

12. "Ketika aku diam, aku memiliki petir yang tersembunyi."

13. “Sebesar apapun uang yang kamu miliki, tetap saja harta terbesar dan terpenting yang kau jaga tidak berbentuk uang.”

14. “Suami yang sibuk pasti selalu meluangkan waktu. Tapi kalau sok sibuk, sepertinya mereka tidak akan punya waktu.”

15. “Sebaik-baiknya lelaki adalah yang paling baik kepada keluarganya dan istrinya.”

16. "Tak peduli seberapa keras kamu bekerja, tidak akan ada yang berhasil tanpa pertolongan Allah. Maka bantulah dirimu dengan meminta pertolongan kepada Allah." -Abydi Bary Yahya

17. "Terus saja perhatianmu pada pekerjaan dan pekerjaan, maka semua yang ada padamu saat ini tak tersisa."

18. "Aku tidak mengerti dengan cara berpikirmu. Diamnya istri itu bukan berarti membiarkanmu berbuat sesuka hati dan menyakitiku."

19. "Jangan sampai kamu lalai terhadap hak istrimu."

20. "Ada yang menjalin hubungan jarak jauh, ada pula yang sebenarnya tak berjarak namun tetap terasa jauh. Ku mohon mengertilah perasaanku, jangan terlalu sibuk!"

21. "Rasanya menyedihkan saat aku sudah berusaha semaksimal mungkin untukmu. Tapi semua ternyata belum cukup."

22. "Ada kalanya harapan hanya bertemu dengan kekecewaan. Keinginan kita dipertemukan dengan kedukaan."

23. "Maafkan aku, suamiku. Ada saat-saat ketika aku bosan mendengarkan rasa kecewa dan air mataku."

24. "Aku merasa seperti orang idiot. Aku memikirkanmu sepanjang waktu, tetapi aku tahu kamu tidak memikirkanku sama sekali."

25. "Saat ini juga aku tak akan bertanya di mana dan bagaimana kamu, daripada aku harus menerima kekecewaan karenamu."

Kata-kata sedih untuk suami yang berubah sikap.

Kata-kata sedih untuk suami © berbagai sumber

foto: Istimewa

Seorang istri kadang merasa telah mengenal suaminya dengan baik. Namun tenyata ia menemukan kenyataan bahwa suaminya telah berubah. Sikapnya yang tak lagi sama, membuat istri merasa sedih dan terluka. Berikut kata sedih untuk suami yang berubah sikap.

31. "Rasanya aku sudah lelah dengan perilakumu akhir-akhir ini. Bagaimanapun aku berusaha untuk tetap mempercayaimu, namun sayang aku tak bisa menahan rasa kecewaku padamu."

32. "Cintaku padamu mungkin tak sempurna, sering sekali aku merasakan cemburu buta. Ketika hal itu terjadi, aku mohon padamu untuk segera menyadarkanku. Sebab kamu adalah satu-satunya orang yang kupercaya dapat melakukan itu."

33. "Katakanlah jika istrimu ini sudah tak membuat kamu tertarik lagi, jangan kamu diam dan tenggelam dengan asyik di duniamu sendiri seolah aku seperti bukan siapa-siapa kamu."

34. "Aku tahu aku tak secantik dan semenarik waktu dulu, tapi rasa sayang dan cintaku padamu mengalahkan rasa lelah membesarkan buah cinta dari kamu."

35. "Biarlah bila memang apa yang telah kamu lakukan itu kamu anggap baik, aku hanya bisa berusaha tak berburuk sangka padamu."

36. "Suamiku, apa yang membuatmu berubah? Apakah aku tak lagi menarik perhatianmu? Ataukah kau bosan terus bersamaku?"

37. "Hidupku tadinya tidak menyedihkan sampai kamu telah banyak berubah. Aku rindu kamu yang dulu. Kamu yang selalu menyayangiku."

38."Aku menyesal tak bisa selalu ada bersamamu, aku tak tahu kau akan mudah berubah seperti itu."

39. "Aku berusaha menyukaimu dari berbagai sisi. Namun pernahkah kau berusaha menengok hati ini? aku tak lagi mengenali. Siapa kau? Mengapa kau begini?"

40. "Mendung di luar mungkin telah berlalu, tapi mendung dalam hati ini entah kapan akan hilang tersapu."

41. "Sebenarnya aku ingin mengatakan ‘aku merindukanmu yang dulu’. Tetapi itu tidak akan mengubah apa pun."

42. "Ada rasa jenuh saat bertahan, namun ada sakit saat meninggalkan. Semoga kau mengerti isi hatiku, Suamiku."

43. "Akan aku nantikan hari itu, dimana aku mendapati kamu telah mau berubah, atau aku bangkit karena telah terbiasa dengan kekecewaan."

44. "Diamnya seorang istri bukan berarti membiarkanmu berbuat semakin menyakitiku dan semaumu, sungguh aku tak mengerti dengan jalan pikiranmu wahai suamiku."

45. "Aku bahkan tidak ingat mengapa aku meneteskan semua air mata ini untukmu. Mungkin aku terlalu banyak menerima kekecewaan."

46. "Aku berusaha menyukaimu dari berbagai sisi. Namun, kenapa kau semakin tak acuh kepadaku? Aku tak lagi mengenalimu. Kenapa kau jadi begini."

47. "Perhatikanlah istrimu seperti engkau memperhatikannya sewaktu berpacaran dulu."

48. "Sebagai seorang istri, aku tahu alasan kenapa kamu sudah mulai tidak betah diam di rumah, biasanya ada orang lain di sana yang sudah menarik hatimu."

49. "Jangan pernah menekan orang yang setia ke titik di mana dia tidak lagi peduli."

50. "Lebih baik di awal cuek tapi akhirnya perhatian daripada awalnya perhatian tapi akhirnya cuek."

51. "Orang yang dulunya kita sangka bijak, dewasa, dan pengertian ternyata itu hanya tampak di permukaannya saja."

52. "Sayangku, haruskah aku kembalikan cahaya yang dulu pernah kau titipkan padaku? Karena kini sisi gelap ternyata lebih membuat hatiku tenang."

53. "Suamiku, air mataku seperti jangkar yang menenggelamkan hatiku ke dalama samudera terdalam. Tidakkah kau ingin mengusapnya?"

54. "Kadang-kadang aku berharap bisa bangun tidur dan tidak ingat apa-apa lagi tentang kekecewaan yang kau hadirkan, Suamiku."

55. "Aku akan meresapi semua makna di balik kenangan pahit yang kau berikan itu, dan akan kujadikan pelajaran untuk menuju masa depan yang lebih baik."

56. "Aku hanya berharap aku bisa kehilangan perasaan perih ini, semudah kau mengecewakanku."

57. "Ketahuilah suamiku, istrimu bukan bidadari, kau bukan malaikat. Engkau memiliki kekurangan, begitu pula istrimu juga punya kekurangan."

58. "Bukan marah tapi kecewa, bukan tak peduli tapi cuma ingin dimengerti."

59. "Air mata adalah kata-kata yang tidak bisa diungkapkan oleh hati. Suamiku, apakah kau mengerti perasaanku?"

60. "Biarlah bila memang apa yang telah kamu lakukan itu kamu anggap baik, aku hanya bisa berusaha tak berburuk sangka padamu."

Kata-kata sedih untuk suami yang menyakitimu.

Kata-kata sedih untuk suami © berbagai sumber

foto: sarjanakata.com

Ada kalanya perlakuan suami membuatmu merasa sakit. Padahal bisa jadi suami tidak sadar telah menyakiti hati istrinya. Untuk itu, tidak ada salahnya mengungkapkan kata-kata sedih untuk suami yang menyakitimu.

61. "Setiap kali aku sedang menangis, kamu selalu membuatku seolah dia bisa mengubah dunia agar nggak menyakitiku. Namun kini aku menangis dan kamu tak ada di sampingku lagi."

62. "Saat ini juga aku tak akan bertanya di mana dan bagaimana kamu daripada aku harus menerima kekecewaan karenamu."

63. "Aku memang sering bersabar, namun alangkah baiknya jika kamu tidak menguji kesabaranku."

64. "Aku sebenarnya selalu ada disisimu. Sayang kamu tidak mengetahuinya. Nampaknya hatimu sudah menjadi buta"

65. "Mengapa kau menghancurkan jiwaku ketika sebelumnya kamu tak bisa menghancurkan hatiku lagi. Karena hatiku sudah cukup hancur."

66. "Aku harus melepaskan harapan palsu ini, bahwa kamu akan berubah dan tidak mengingkari janji."

67. "Ada dua arti ketika seseorang itu tersenyum, pertama tanda dia bahagia yang sesungguhnya. Kedua bisa jadi dia sebenarnya kecewa dan hancur namun senyumnya hanya sebuah pemanis saja."

68. "Beberapa luka lama tak sepenuhnya sembuh. Mereka dapat berdarah lagi hanya karena ucapan yang enteng."

69. "Kamu pikir semua wanita itu tegar. Padahal menangis adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa kecewa."

70. "Suamiku, jika aku berbuat salah, aku mencoba mengerti mungkin itulah alasanmu marah. Tapi bisakah kau memberiku alasan mengapa kau menyakitiku hari ini?"

71. "Aku bertingkah seolah itu bukan masalah besar, padahal itu benar-benar menghancurkan hatiku."

72. "Kepercayaan itu bagaikan sebuah kaca. Ketika dia rusak, kamu bisa memperbaikinya kembali. Namun kamu masih bisa melihat bekas retakannya."

73. "Aku hancur berantakan, aku hampir tidak dapat bernafas, dengan patah hati yang masih berdetak."

74. "Bahagia yang kuminta, tapi derita yang kau beri. Cinta yang kupinta, kecewa yang kau bagi."

75. "Suamiku, hanya karena aku cukup kuat untuk menangani rasa sakit, bukan berarti aku layak mendapatkannya."

76. "Sakit hati dan kecewa, tapi tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa dengan itu."

77. "Sesekali ketika aku bangun tidur, aku menemukan diriku sendiri sedang menangis."

78. "Disaat perasaan jenuh itu ada karena terlalu sering dikecewakan, disitulah perasaan nyaman itu perlahan-lahan menghilang."

79. "Oh hati, mengapa engkau selalu tersakiti seperti ini. Padahal engkau tak pernah berbuat salah."

80. "Coba pahami perasaanku saat ini suamiku. Air mata akan berbicara saat mulut tak mampu lagi menjelaskan sebuah rasa sakit."

81. "Barangsiapa yang menyakiti hati istri, dia adalah orang pengecut."

82. "Antara mawar dan durinya, antara kesedihan dan kegembiraan, semuanya saling terkait."

83. "Bahagia yang kuminta, tapi derita yang kau beri. Cinta yang kupinta, kecewa yang kau bagi."

84. "Ku masih mampu menebar senyumku saat mengantarmu pergi bekerja. Meski setelahnya hanya ada air mata yang jatuh di pipi."

85. "Bantal adalah buku kesedihan yang kutulis dengan tinta air mataku."

86. "Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, tapi menerima pasangan kita dengan sempurna. -Asma Nadia

87. "Bagaimanapun aku masih akan mempertahankan hubungan ini, meski hati ini kau sakiti berulang kali."

88. "Hilang semua janji, semua mimpi indah. Semuanya telah berubah, kamu berbeda suamiku."

89. "Aku masih menyayangimu tapi aku tak mau tersakiti untuk yang kesiankalinya."

90. "Lakukan apa saja yang membuatmu bahagia, termasuk menyakitiku."

Kata-kata sedih untuk suami yang selingkuh.

Kata-kata sedih untuk suami © berbagai sumber

foto: Instagram.com/iyigbookstore

Perselingkuhan adalah kalimat yang tidak ingin didengar apalagi terjadi pada pasangan . Jika suami telah melakukannya, maka komitmennya harus kembali dipertanyakan. Berikut kata-kata sedih untuk suami yang selingkuh.

91. "Aku sebagai istri tahu bahwa ketika seorang suami sudah mulai tak betah diam di rumah, biasanya ada seseorang di luar sana yang telah menarik hati kamu."

92. "Sakitnya tertusuk tidak sebanding dengan sakitnya melihatmu selingkuh didepan mataku"

93. "Suamiku, jangan pernah meninggalkan seseorang yang baik untuk orang yang kini kau anggap terbaik. Pada saatnya nanti, jika kau akhirnya memilih pergi. Kau mungkin akan sadar bahwa yang terbaik sebenarnya sudah ada padamu sejak lama."

94. "Aku terluka mengetahui kebenaran menyakitkan ini. Mengapa kau memilih orang yang baru bertemu denganmu saat kau telah menjadi suamiku."

95. "Aku sadar selingkuh adalah perbuatan yang salah. Tapi maafkan aku, aku tidak bisa memafkan kesalahanmu yang itu."

96. "Kepercayaan itu bagaikan sebuah kaca. Ketika dia rusak, kamu bisa memperbaikinya kembali. Namun kamu masih bisa melihat bekas retakannya."

97. "Selamat atas penghianatanmu yang sudah membuatku kecewa, dan terimakasih sudah mengingatkanku akan kesadaran tentangmu."

98. "Kau adalah milikku, belakangan aku sadar, ada orang lain yang berusaha mencurimu dariku."

99. "Sesekali aku ingin kau bercermin dan melihat seseorang yang pantas mendampingimu. Apakah aku, orang yang bersedia hidup bersamamu, ataukah dia, orang yang kau anggap menarik meski sebenarnya pengganggu."

100. "Aku tidak ingin berjauhan denganmu, aku harap kau mengerti dan berjalan kearahku. Tapi mengapa kau berbelok? Kau sudah salah arah. Berbaliklah dan kembali padaku."

101. "Jika memang kau harus pergi dariku, pergilah. Kelak kau akan mengetahui betapa berharganya aku."

102. "Kau adalah milikku, belakangan aku sadar, ada orang lain yang berusaha mencurimu dariku."

103. "Harusnya aku tahu bahwa cintamu adalah sebuah permainan."

104. "Pria yang mencari wanita lain setelah sukses, tidak menyadari bahwa wanita lain kemungkinan besar menjadi jalan menuju kebangkrutan."

105. "Bisakah kau berhenti saja mencintaiku, daripada menduakanku seperti ini, sungguh sangat menusukku."

106. "Sakitnya teriris sembilu tak sebanding dengan sakitnya melihatmu selingkuh di depan mataku."

107. "Kisah ini memang sedih dan menyakitkan. Meskipun begitu, kucoba untuk memaafkan dirimu."

108. "Jika takdir wanita hanya menemani dari awal hingga pria capai kesuksesan kemudian ditinggalkan, maka kemungkinan wanita akan melihat pria hancur dengan pasangan barunya."

109. "Aku sudah belajar bertahun-tahun untuk membangun kepercayaan, tetapi hanya beberapa detik untuk menghancurkannya."

110. "Hanya karena aku membiarkanmu pergi, bukan berarti perselingkuhan yang aku inginkan."

111. "Suamiku, jangan kau minta maaf. Aku adalah orang yang terlalu mempercayaimu. Itu salahku, bukan salahmu!"

(brl/guf)