Brilio.net - Nada Syakira Aisya, siswi SMA Al Azhar Banjarmasin akhirnya keluar sebagai juara Pocari Sweat Bintang SMA. Di ajang pencarian bakat untuk siswa/i setingkat SMA besutan Pocari Sweat ini Nada berhasil mengalahkan sembilan finalis lain.

Dalam acara grand final bertajuk Pocari Sweat Festival yang akan digelar di Basket Hall A, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, akhir pekan lalu, Nada yang memainkan biola tampil memukau dengan membawakan lagu original soundtrack Pocari Sweat, Zenryoku Syounen milik duo fusion rock  dan jazz asal Jepang Sukima Switch. Nada juga memadukan lagu ini secara medley dengan lagu Uptown Funk milik Bruno Mars yang ia aransemen bersama sang ibu.

“Yang pasti sih perasaan Nada seneng banget. Nggak nyangka aja bisa menjadi juara Pocari Bintang SMA. Terima kasih banget buat Pocari Sweat  dan dewan juri yang telah milih Nada sebagai juara,” ungkap Nada.

Pocari Bintang SMA © 2019 brilio.net

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Nada selanjutnya akan diberangkatkan ke Jepang untuk memperoleh berbagai pelatihan profesional, termasuk permainan biolanya. Dia akan mendapat pelatihan mengenai teknik bermain biola secara profesional. Langkah ini dilakukan untuk persiapan Nada yang nantonya akan menjadi salah satu bintang iklan Pocari Sweat Bintang SMA.

Bukan tanpa alasan mengapa dewan juri akhirnya memilih Nada sebagai juara. Menurut Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka Ricky Suhendar, dari penampilan di atas panggung final, Nada bisa melihat permainan yang sempurna.

Selain itu dalam proses penjurian finalis selama satu bulan, Nada punya usaha yang cukup keras dalam self campaign.

“Ia mengundang orang di car free day di kotanya (Banjarmasin) untuk menyaksikan penampilannya. Itu sangat luar biasa untuk meminta masyarakat Banjarmasin memilih dia. Itu kita nilai sebagai usaha yang patut untuk diberikan penghargaan. Musikalitas dia saat tampil di final juga keren," ujar Ricky.  

Pocari Bintang SMA © 2019 brilio.net

Sutradara sekaligus stand-up comedian, Ernest Prakasa, mengatakan dewan juri mengedepankan objektifitas dalam melakukan penilaian terhadap pemenang. Bukan cuma talenta tetapi juga penampilan di atas panggung.    

“Yang pertama pasti bakat. Tapi juga penampilannya di atas panggung final. Walaupun mereka punya potensi tapi jika tidak maksimal di panggung tentu akan memengaruhi penilaian,” ujar Ernest.

Yang jelas, Pocari Sweat Bintang SMA mengajak para remaja di Indonesia untuk mampu mewujudkan mimpi besarnya, seperti Nada.

Nih penampilan Nada di malam grand final Pocari Sweat Bintang SMA

 

(brl/red)