Brilio.net -  Dari 25 nabi yang wajib diketahui oleh umat muslim, Nabi Idris merupakan Nabi urutan kedua sekaligus keturunan ke-6 dari Nabi Adam. Allah telah menganugerahi Nabi Idris dengan pengetahuan-pengetahuan dan kemampuan akal yang hebat.

Nabi Idris disebut-sebut sebagai manusia pertama yang bisa membaca dan menulis. Beliau juga manusia pertama yang menjahit dan menggunakan pakaian terindah, sementara manusia di zaman itu masih menggunakan kulit binatang untuk menutupi badan.

Nabi Idris mendapat gelar sebagai 'Asadul Usud' yang artinya singa, karena ia tidak pernah takut menghadapi umatnya yang kafir dan tidak pernah putus asa ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang Nabi. Kisah Nabi Idris pun mengandung banyak nilai inspiratif dan penuh akan hikmah. Mulai dari kisah dari kecerdasan Nabi Idris, perjalanan dakwahnya, persahabatan Nabi Idris dan malaikat Izroil, dan kisah Nabi Idris melihat surga neraka.

Dalam Alquran surah Maryam ayat 56-57, Allah SWT berfirman,

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

"Dan ceritakan lah (hai Muhammad kepada mereka kisah) Idris di dalam Alquran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."

Kecerdasan Nabi Idris dan perjalanan dakwahnya.

Kisah Nabi Idris berbagai sumber

foto: freepik.com

Nama Idris berasal dari kata Darasa yang artinya belajar. Nabi Idris pun dikenal sangat senang belajar, dan tekun mengkaji fenomena alam semesta. Karena itulah, Nabi Idris menguasai banyak pengetahuan, baik tentang ilmu berkuda, ilmu falaq (perbintangan), dan ilmu hitung.

Nabi Idris pun mendapatkan wahyu yang disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril. Nabi Idris juga terus berdakwah kepada kaumnya.

Beberapa pesan dakwah yang disampaikan oleh Nabi Idris antara lain:

- Sholat jenazah lebih sebagai penghormatan, karena pemberi syafaat hanya Tuhan sesuai ukuran amal kebajikan.

- Besarnya rasa syukur yang diucapkan, tetap tidak akan mampu mengalahkan besarnya nikmat Tuhan yang diberikan.

- Sambutlah seruan Tuhan secara ikhlas, untuk shalat, puasa, maupun menaati semua perintah-Nya.

- Hindari hasad alias dengki kepada sesama yang mendapat rezeki, karena hakikat jumlahnya tidak seberapa.

- Menumpuk harta tidak ada manfaat bagi dirinya.

- Kehidupan hendaknya diisi dengan hikmah kebijakan.

Nabi Idris merasakan kematian.

Malaikat Izroil, malaikat pencabut nyawa meminta izin pada Allah untuk bertemu dengan sahabatnya, Nabi Idris. Allah pun mengizinkan mereka bertemu untuk melepas rindu. Ketika Malaikat Izroil berkunjung dalam wujud manusia, Nabi Idris pun menyadari bahwa tamunya ini sedang menyamar.

Karena rasa penasarannya, Nabi Idris pun bertanya maksud kedatangan Malaikat Izroil. Tak hanya itu, Nabi Idris juga memohon agar bisa merasakan kematian dan meminta malaikat Izroil untuk mencabut nyawanya. Atas izin Allah, keinginan Nabi Idris pun dikabulkan. Setelah mengalami kematian, Allah kemudian menghidupkannya kembali.

Nabi Idris menangis dan tak tega dengan sakaratul maut yang bisa menimpa kaumnya. Beliau pun bertekad untuk lebih giat mengajak umatnya berbuat kebaikan.

Nabi Idris melihat surga dan neraka.

Kisah Nabi Idris berbagai sumber

foto: freepik.com

Nabi Idris juga pernah memohon untuk diperkenankan melihat surga dan neraka. Allah pun kembali mengizinkan dan mengabulkan keinginan hamba-Nya. Nabi Idris didampingi Malaikat Izroil pun pergi ke neraka terlebih dahulu. Baru sampai di dekatnya pun, Nabi Idris langsung pingsan.

Pemandangan neraka adalah hal paling mengerikan yang pernah Nabi Idris saksikan. Malaikat yang menjaga neraka pun begitu menakutkan. Nabi Idris meninggal kan neraka dengan badan yang sudah lemas.

Setelah itu, Malaikat Izroil mengantar Nabi Idris melihat surga. Nabi Idris bergitu takjub dan terpesona, Dilihatnya sungai-sungai yang airnya begitu bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang bagian batangnya terbuat dari peak dan emas. Lalu ada juga istana-istana untuk para penghuni surga. Di setiap penjuru ada pohon yang menghasilkan buah-buahan, buahnya pun begitu segar, ranum dan harum. Nai Idris juga merasakan betapa segarnya air yang ada di surga.

Setelah berkeliling, Malaikat Izroil mengajak Nabi Idris pulang ke bumi. Namun Nabi Idris tak ingin pulang dan meninggalkan surga.

"Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah dihisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang beriman lainnya," kata Malaikat Izroil.

Nabi Idris as menjawab, "saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti."

Hingga saat ini, Nabi Idris diyakini masih hidup di surga atas izin dari Allah yang Maha Pengasih. Wallahu a'lam.

(brl/vin)