Brilio.net - Perempuan yang dilahirkan dari keluarga Melayu-Jawa ini bersyukur menyandang Duta Bahasa Yogyakarta pada 2015. Bagaimana tidak? Lewat ajang inilah dia bisa mewakili Kota Gudeg di kancah nasional. Dan tentunya hal tersebut sangat membanggakan.

Ia senang bisa melakukan gerakan literasi bersama komunitas di Yogyakarta. Fokus utama kegiatannya ini adalah mengajarkan bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar, tak hanya secara lisan melainkan pula tulisan. Salah satu agenda literasi yang pernah dia geluti adalah di Turi, Sleman, Yogyakarta.

Tak hanya bahasa Indonesia, perempuan muda, cantik, dan berbakat ini juga aktif berkampanye bahasa daerah. Baginya, bahasa daerah lainnya masih sama karena penuturnya masih banyak. Meskipun begitu, dia terkadang kecewa banyak generasi muda yang tidak melestarikan bahasa daerahnya. "Beberapa (orang) merasa kuno dan aneh jika berdialog dengan bahasa daerah," ungkapnya.

Tak hanya sibuk sebagai Duta Bahasa saja, Yopa juga aktif di Paguyuban Dimas Diajeng Kota Joga. Perempuan yang baru berusia 22 tahun ini juga sering mengisi di hari bebas kendaraan bermotor setiap bulan. Selain itu, dia juga disibukkan dengan video iklan dan film dokumenter dari Eagle Award, Metro TV.

Tak hanya menginspirasi, Yopa juga memiliki semangat tanpa batas untuk terus melestarikan tak hanya bahasa Indonesia, melainkan juga bahasa daerah yang sangat beragam di nusantara. Semangat tanpa batasnya ini membuat ia menjadi salah satu sosok muda di Yogyakarta yang memiliki cara sendiri untuk terus berupaya dan berkreativitas melestarikan budaya Tanah Air.  Apa yang dilakukan Yopa layak dicontoh siapa saja terutama para kaum muda.

Kamu juga bisa #BikinKerenIndonesia seperti Yopa dengan berbagi aktivitas yang kamu miliki. Selain itu kamu juga bisa dapat hadiah, lho. Cek di telkomsel.com/bikinkerenindonesia untuk ikut berkontribusi #BikinKerenIndonesia. Yuk, ikutan!

 

(brl/pep)

(brl/pep)