Brilio.net - Sebelum kamu membaca tulisan ini, lebih baik kamu dengarkan dulu rekaman berikut ini.

Bagaimana? Apakah kamu setuju jika seorang laki-laki dalam rekaman tersebut berasal dari tanah Inggris? Jika kamu setuju, silakan lanjutkan membaca artikel ini.

Orang dalam rekaman tersebut merupakan seorang warga Indonesia. Mungkin kamu akan kaget dengan kenyataan ini. Akan tetapi, faktanya memang seperti itu. Jika masih tidak percaya, silakan hubungi ke 082351870602. Namanya adalah Pambakal Bryan Kingly (36). Pria tersebut kini sedang menempuh gelar masternya dengan jurusan manajemen di Universitas Trisakti, Jakarta.

Tetapi bagaimana bisa berbahasa Inggris layaknya bule? Mari kita telusuri masa lalunya.

Loading...

Bryan, sapaan akrabnya, dulunya payah dalam mata pelajara Bahasa Inggris. Bahkan, dia hanya mampu mencatatkan angka 5 sebagai nilai tertinggi di dalam rapornya.

"When I was in junior and senior high school, I cannot speak English at all (saat masih duduk di bangku SMP dan SMA, saya tidak bisa ngomong Bahasa Inggris sama sekali)," akunya kepada brilio.net melalui sambungan bebas pulsa 0800-1-555-999, Selasa (8/12).

Bryan secara serius belajar Bahasa Inggris semenjak dia masuk di sebuah lembaga kursus dalam kelas besar bukan private class.

Bagaimana dengan hasil kursus tersebut? "I got only big zero (saya tidak mendapatkan apa-apa)," tandasnya.

Karena hasil yang tidak memuaskan, akhirnya Bryan dipindahkan di sebuah tempat kursus di kampung halamannnya secara privat di Samarinda, Kalimantan Timur. Kala itu, dia dan seorang teman lainnya diajar oleh satu guru secara privat.

"The instructor speaks English not really like native speaker but at least his accent not like Indonesian (Meski tidak mirip dengan penutur asli, aksen sang guru tidak seperti kebanyakan orang Indonesia)," ujarnya.

Mendengar aksen dari sang guru itulah, lulusan sarjana pariwisata ini mendapatkan semangat baru untuk belajar Bahasa Inggris. Setelah tiga bulan kursus, akhirnya dia memutuskan untuk belajar sendiri.

Ada yang aneh dari rekaman suara ini, dengar & temukan keanehannya!

Bryan saat bersama dengan Gubernur Awang Faroek dan seorang WNA.

Bagaimana tipsnya?

Kunci dari semuanya adalah praktik. "When I speak English, I should be like native English. When I speak Sunda, I should be like native Sunda (jika saya sedang berbicara dalam Bahasa Inggris, saya harus mampu menirukan seperti penutur aslinya, sama halnya ketika saya berbicara dalam Bahasa Sunda)," ungkapnya.  

Dengan prinsip tersebut, dia sering mencari dan mengajak bule sebagai partner belajarnya. Dia beranggapan bahwa belajar dengan penutur asli, kita bisa meniru secara langsung.

Proses tidak pernah mengingkari sebuah hasil. Setelah belajar lebih dari lima tahun dengan gaya tersebut, cara berbicaranya mirip dengan bule. Jika tidak percaya, coba dengarkan lagi rekamannya.

Bagaimana reaksi orang lain?

Jika kamu merasa tertipu dengan suara Bryan, kamu tidak sendirian. Banyak pengusaha asing yang kantornya di Indonesia menawarkan pekerjaan karena kemampuan bahasanya. Bahkan banyak juga karyawan organisasi internasional yang mengira dia seorang native speaker.

Bahkan dia juga pernah 'ngerjain' grup belajar Bahasa Inggris di grup Facebook dengan upload suaranya dalam grup tersebut. Alhasil, banyak yang meneleponnya.

Apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Ayo buktikan!

Cerita ini disampaikan oleh Bryan melalui telepon bebas pulsa Brilio di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!