×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Miris, beredar 1.645 hoax terkait capres dan Pemilu 2019

View Image

0

BRILIO » Serius

Miris, beredar 1.645 hoax terkait capres dan Pemilu 2019

Hoaks untuk Cawapres KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno nyaris nihil.

28 / 04 / 2019 13:54

Brilio.net - Momentum Pemilu 2019 telah diikuti dengan meningkatnya penyebaran hoax (hoaks). Peningkatan terutama terjadi pada konten-konten hoaks yang berkaitan dengan pemilu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat, sepanjang Agustus 2018 hingga 25 April 2019 teridentifikasi ada 1.645 konten hoaks. "Ada 1.645 hoaks yang kami klasifikasi, identifikasi, dan validasi dari Agustus tahun lalu," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dikutip liputan6.com, Minggu (28/4).

Jumlah hoaks yang diidentifikasi, terutama yang berkaitan dengan Pemilu 2019 meningkat signifikan setiap bulannya. Data Kemkominfo pada Agustus 2018 menyebut ada 25 hoaks yang teridentifikasi. Angka ini naik tiga kali lipat menjadi 75 hoaks pada Desember 2018.

Peningkatan hoaks berlanjut pada Januari 2019 dengan jumlah yang teidentifikasi sebanyak 175 hoaks. Sedangkan pada Februari, jumlahnya naik drastis menjadi 353 hoaks.

Penyebaran hoaks semakin menjadi pada Maret 2019, di mana jumlah yang teridentifikasi sebanyak 453 hoaks. Adapun per 25 April 2019, ditemukan 421 hoaks. "Kalau hoaks bertambah banyak, artinya kita ini betul-betul hidup di era yang kurang etis, kurang beradab (hanya karena hoaks)," katanya.

Loading...

Lebih lanjut, Rudiantara menyebut, hoaks terkait Capres-Cawapres, baik Joko Widodo maupun Prabowo Subianto telah berhasil ditemukan oleh Kemkominfo sejak Agustus 2018. "Terakhir bulan April meningkat, padahal udah lewat hari pencoblosan, tapi hoaks masih saja terjadi, lebih kepada Capresnya," tutur dia.

Rudiantara mengatakan, motif hoaks yang dilakukan kepada kedua capres berbeda-beda. Momentumnya lebih dikaitkan dengan jiwa kepemimpinan. "Pokoknya dibikin hoaks, dibuat seolah-olah jelek bahwa tidak layak dipilih, kurang lebih kayak gitu," ujarnya. Sementara, hoaks yang ditujukan pada Cawapres Ma'ruf Amin maupun Sandiaga Uno nyaris nihil.

Rudiantara mengimbau agar jelang penghitungan suara dan pengumuman resmi KPU pada 22 Mei mendatang, masyarakat tak lagi menyebarkan hoaks. "Saya berharap sebetulnya setelah pilpres jumlah hoaks menurun, namun perkiraan saya justru bulan April lebih tinggi. Sudahlah, bulan April ini terakhir perang hoaks, kepada semua siapapun. Karena tidak bagus," kata Rudiantara.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    0%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    100%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more