×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Ini cara cegah perpecahan bangsa di era digital, pahami ya

View Image

0

BRILIO » Serius

Ini cara cegah perpecahan bangsa di era digital, pahami ya

Di era digital berbagai ide dari luar masuk ke Indonesia tak terbendung.

03 / 02 / 2018

Brilio.net - Generasi muda diminta lebih mendalami nilai-nilai Pancasila. Pasalnya, di tengah era keterbukaan informasi seperti sekarang ini bahaya radikalisme dan perpecahan terus mengintai. Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan Pancasila perlu dipahami dan disebarluaskan lagi.

"Era globalisasi di mana ide-ide dari luar masuk dan mempengaruhi tanpa kompromi, tergantung pada siapa yang kuat memasukkan informasi itu. Maka sekarang kita harus jaga negara ini dengan pemahaman Pancasila bagi generasi muda, generasi sekarang. Karena cara memahami Pancasila dulu dan sekarang sudah beda. Tantangannya sudah beda. Kalau dulu berperang melawan Belanda, Jepang, Inggris, kalau sekarang perang IT, digital. Dan digital itu tidak bertuan, kadangkala masuk begitu saja lalu tiba-tiba merusak generasi muda," kata Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), Mahfud MD saat ditemui brilio.net usai acara talkshow bertajuk 'Pancasila di Zamanku' di Yogayakarta, Sabtu (3/2).

mahfud md talkshow © 2018 brilio.net

Menurutnya, Pancasila adalah pijakan paling utama dalam semua aspek kehidupan. Kunci dari terjaganya persatuan bangsa Indonesia adalah dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman bermasyarakat.

"Pancasila menjadi kesadaran filsafat hukum dan sumber kesadaran berbangsa dan bernegara. Pancasila itu ideologi yang mempersatukan," terang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011 itu.

Loading...

Lebih lanjut, Mahfud mengingatkan kembali potensi munculnya perpecahan jika generasi muda tidak lagi merefleksikan Pancasila dalam kehidupannya. Segala macam perbedaan di masyarakat tidak boleh dipertentangkan.

"Indonesia dikenal sebagai laboratorium pluralisme. Kita harus meyakini perbedaan itu adalah ciptaan. Kita tidak boleh pecah karena adanya perbedaan," pungkasnya.





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    75%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    25%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more