Brilio.net - Kepemimpinan dalam sebuah organisasi jadi faktor penting bagi seorang pemimpin. Terlebih saat ini dibutuhkan lebih dari sekadar pemimpin yang hanya bisa memimpin.

Hal ini disebabkan VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) yang sangat intensif, meningkatnya tekanan persaingan, dan harapan karyawan. Kondisi ini membuat organisasi dari setiap ukuran bergulat dengan kompleksitas yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan begitu, tuntutan yang diterima para pemimpin untuk menjadi agen perubahan berpengaruh juga semakin intens. Sering kali, para pemimpin didorong untuk membawa tim mereka ke level baru dan berperan aktif membentuk organisasi agar terus bisa mengikuti pesatnya perkembangan pasar serta siklus bisnis.

Untuk bertahan dan berkembang di lingkungan baru ini dibutuhkan kepemimpinan yang tepat dan memberi dampak besar. Jadi bagaimana caranya bertindak dan berpikir seperti pemimpin dengan kualitas tersebut?

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Untuk berpikir seperti pemimpin berdampak besar, memerlukan pemahaman tantangan kepemimpinan jangka panjang yang dapat memberikan nilai mendalam. Nilai-nilai ini membentuk aspek penting dari kepemimpinan dan menunjukkan bagaimana seorang pemimpin berpikir serta membuat keputusan.

Selain itu, menyelaraskan nilai-nilai pribadi dapat mengarah pada kepemimpinan positif dan memiliki tujuan yang sesuai dengan masa kini dan masa depan. Lalu, nilai-nilai seperti apa yang bisa menonjol

Bagi Rudolf Tjandra, selaku CEO & Presiden Direktur PT Sasa Inti, nilai tersebut adalah perasaan yang bisa menerima kenyataan bahwa seorang pemimpin tidak memiliki semua jawaban.  Memimpin adalah mengajukan pertanyaan yang tepat dan membawa perspektif baru serta memungkinkan orang lain menjadi sumber ide.

Salah satu cara meningkatkan nilai ini dalam praktik nyata adalah menerapkan fokus pada "kepemimpinan terdistribusi". Maksud dari jenis kepemimpinan ini adalah semakin banyak organisasi menyebarkan kepemimpinan ke seluruh struktur, maka akan semakin efektif bagi pemimpin.

Terlepas dari hal itu, peran seorang pemimpin adalah mencapai tujuan bersama dengan dan melalui orang lain. Secara tradisional, peran ini mengharuskan para pemimpin memenuhi tujuan tim dengan memastikan bawahan melakukan tugas mereka dengan tepat.

Dalam kepemimpinan model lama, para pemimpin membuat karyawan tetap terlibat dengan menetapkan tugas, mengelola hubungan karyawan, memantau kinerja, dan mempertahankan motivasi tinggi. Meski semua aktivitas dan kompetensi ini tetap penting, namun hal ini tidak lagi cukup memenuhi persyaratan kompleks bisnis abad ke-21.

Para pemimpin saat ini diharapkan melakukan lebih dari sekadar mengawasi para individu. Saat ini, para pemimpin harus memiliki pengaruh positif pada tim dengan mengubah strategi menjadi tindakan. Strategi baru ini membutuhkan partisipasi yang merupakan tujuan dari seluruh organisasi.

Tindakan dan perilaku adalah realisasi praktis dari tujuan dan nilai organisasi, yang didukung oleh pola pikir yang diperlukan.

Berikut ini praktik yang disarankan untuk memimpin dengan dampak besar pada organisasi: 

  • Mengembangkan dorongan, komitmen, dan keuletan untuk menyelesaikan sesuatu, disamping kebijaksanaan untuk memahami berbagai peluang.
  • Menumbuhkan apresiasi aktif terhadap beragam perspektif dan kontribusi serta pendekatan inklusif dan empati untuk terlibat pada hal lain.
  • Bereksperimen secara aktif, memupuk kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kelincahan untuk mendorong inovasi.

Untuk visi, misi dan tujuan PT Sasa Inti, silahkan kunjungi website www.sasa.co.id.

(brl/lak)