Brilio.net - Semenjak virus Corona menyebar ke berbagai wilayah Indonesia, sejumlah warganet di media sosial menggaungkan tagar #lockdownnow. Pasalnya hal ini dilakukan karena melihat pasien yang terinfeksi virus Corona atau Covid-19 semakin banyak. Data terbaru per Kamis (26/3) mencatat ada sekitar 893 pasien positif Corona di Indonesia.

Persebaran kasus Corona Covid-19 merata hampir pada seluruh wilayah di Indonesia. Namun sampai saat ini, Indonesia belum memberlakukan Lockdown di wilayahnya. Menurut Presiden Jokowi, kebijakan lockdown bukan langkah tepat untuk diterapkan di Indonesia.

"Perlu saya sampaikan setiap negara punya karakter yang berbeda-beda. Oleh karena itu kita tidak memilih jalan itu," ujar Jokowi dilansir brilio.net dari liputan6.com, Jumat (27/3).

Sementara itu di Tegal, pemerintah kota di sana membuat kebijakan 'local lockdown' untuk mengatasi penyebaran virus Corona. Kebijakan 'Local lockdown' dilakukan dengan menutup pusat keramaian dan membatasi akses keluar masuk di kota tersebut.

Loading...

Menurut Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, kebijakan itu dibuat untuk melindungi warga Kota Tegal dari paparan virus Corona.

"Kebijakan ini dibuat untuk menjaga warga Tegal yang masih sehat dari paparan Virus Corona," ujar Dedy dilansir brilio.net dari liputan6.com, Jumat (27/3).

Berikut 5 Fakta Tegal lockdown, demi cegah penyebaran virus Corona dihimpun dari liputan6.com pada Jumat (27/3).

1. Menutup pusat keramaian.

5 Fakta Tegal lockdown © 2020  liputan6.com

foto: liputan6.com

Salah satu penerapan dari kebijakan local lockdown adalah dengan menutup sementara pusat keramaian yang ada di kota tersebut. Menurut Dedy, penutupan sementara itu dilakukan sampai 29 Maret 2020.

"Kawasan Alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni, dan Jalan Gajah Mada kita tutup sementara sampai 29 Maret 2020," kata Dedy.

2. Jalur perbatasan ditutup pakai beton selama 4 bulan.

5 Fakta Tegal lockdown © 2020  liputan6.com-foto: liputan6.com

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono memutuskan untuk menutup seluruh akses jalan masuk ke Kota Tegal pakai MCB barier beton mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Langkah tersebut dilakukan karena wilayahnya sudah menjadi daerah darurat penyebaran virus corona.

"Kami rencana Kota Tegal akan Lockdown lokal full, kecuali jalur provinsi dan nasional tetap buka. Seluruh perbatasan masuk kota akan kami tutup pakai MCB barier beton seberat 2 ton yang dimungkinkan warga tidak bisa memindahkan," kata Dedy Yon Supriyono saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (26/3).

3. Akses jalan yang ditutup.

5 Fakta Tegal lockdown © 2020  liputan6.com-foto: merdeka.com/yudialif

Dedy menjelaskan, beberapa ruas jalan di Kota Tegal ditutup untuk meminimalisir pengendara dari luar masuk wilayahnya. Akses menuju alun-alun dari sisi timur ditutup di jembatan Jalan Pancasila, sementara untuk arah masuk sisi barat, dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani. Sementara Jalan Ahmad Yani ditutup pada sisi utara tepatnya di perempatan lampu merah Gantung.

"Bagi kendaraan yang akan ke alun-alun dari selatan kita alihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto. Ini akan melindungi pusat kota dari paparan Virus Corona tanpa deteksi," ujar Dedy.

4. Mencegah orang asing masuk Tegal.

5 Fakta Tegal lockdown © 2020  liputan6.com-foto: merdeka.com/yudialif-

Selain itu untuk kendaraan luar kota, pengendara dialihkan menuju Jalan Lingkar Utara. Untuk kendaraan dari arah Jakarta misalnya, mereka dialihkan menuju Jalan Mataram untuk menuju Jalan Lingkar Utara.

Begitu pula kendaraan dari arah Semarang, mereka dialihkan menuju Jalingkut untuk selanjutnya keluar di Jalan Mataram yang berada di samping terminal. Sementara untuk ruas jalan di pusat kota, Dedy menjamin tak ada kendaraan dari luar daerah melintas di sana.

Semua kebijakan ini dilakukan untuk mewaspadai orang asing atau orang luar masuk ke Tegal. "Bukannya berburuk sangka, tapi lebih menjaga warga Tegal yang masih sehat agar tidak terpapar Covid-19," ujar Dedy.

5. Menyelamatkan nyawa warga Tegal dari virus Corona.

5 Fakta Tegal lockdown © 2020  liputan6.com-foto: freepik.com

Sementara itu Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kota Tegal Johardi mengatakan, sejak diberlakukannya kebijakan itu, jumlah kerumunan di sejumlah tempat makin berkurang, terutama pada malam kedua atau Senin malam (23/3).

"Kebijakan ini lebih untuk mengedepankan nyawa warga Kota Tegal. Walaupun ditutup tapi warga tetap diberikan jalan meskipun harus memutar," ujar Johardi dikutip brilio.net dari liputan6.com, Jumat (27/3).