Brilio.net - Rabu (15/5) merupakan hari yang cukup spesial. Beberapa tokoh muda tampak merapat Museum Kepresidenan Balai Kirti, Bogor, Jawa Barat. Apa yang mereka bahas?

Dilansir brilio.net dari Liputan6.com, Kamis (16/5), beberapa tokoh muda diundang dalam acara 'Silaturahmi Bogor untuk Indonesia' yang digagas oleh Wali Kota Bogor Bima Arya. Yang diundang bukanlah orang sembarangan.

Ada pun kepala daerah yang hadir antara lain Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah

Kemudian Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Bayuwangi Azwar Arnas, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Selain itu, turut hadir dua tokoh muda sekaligus anak mantan Presiden RI, yakni Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid dan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

pertemuan tokoh muda © liputan6.com

Loading...

foto: Liputan6

Tujuh tokoh muda itu mengenakan busana kompak. Mereka mengenakan kemeja putih, celana hitam dengan peci hitam di kepala. Sementara seorang lain yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengenakan pakaian adat.

Mereka secara berbarengan berjalan kaki menuju ke dalam Balai Kirti. Para tokoh muda itu sempat meladeni permintaan wartawan untuk berfoto bersama di depan patung Garuda.

Di lantai dua perpustakaan Kepresidenan, mereka sedang berdialog. Namun, sifatnya tertutup. Hal itu dipertegas oleh Bima Arya.

pertemuan tokoh muda © liputan6.com

foto: Liputan6

"Setelah ini kita akan ngobrol tertutup. Nanti hasil ngobrol-ngobrolnya akan disampaikan oleh kita jelang berbuka puasa nanti," kata Bima.

Terpisah, Bima Arya dalam keterangan tertulis menyampaikan tokoh muda dari berbagai latar belakang ini bersilaturahmi dan berdiskusi tentang kondisi kekinian bangsa.

"Kami melihat kondisi kekinian bangsa. Bahwa kekuatan-kekuatan dari segenap komponen bangsa perlu bersatu membangun kebersamaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," kata Bima Arya dalam keterangan tertulis.