Brilio.net - Juwita Maritsa, adik Acha Septriasa harus menerima kenyataan bahwa kediamannya menjadi korban pembobolan maling. Rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dibobol maling bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah atau Jumat (31/7). Melalui penuturan sang ibu, Rita Emza kejadian diketahui usai pulang dari rumah mertua Juwita Maritsa.

Rita mengungkapkan bahwa Juwita kaget dengan kondisi rumahnya yang pagar rumah terbuka lebar. Sementara seisi rumah dalam kondisi berantakan.

"Pulang ke rumah (sekitar) jam 6 sore, pintu pagar terbuka lebar. Dia (Juwita) kaget. Dia telepon saya dan kakaknya langsung ke lokasi," kata Rita Emza dikutip brilio.net dari Liputan6.com.

Emza menyebut akibat kejadian tersebut Juwita mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. Barang-barang yang raib di antaranya brankas yang berisi uang tabungan, maskawin, dan beberapa barang berharga lainnya.

Pihak Rita dan Juwita telah melaporkan kejadian nahas tersebut kepada pihak berwajib. Mereka berharap pelaku segera tertangkap. Sementara itu, Acha Septriasa pun tak tinggal diam. Ibu satu anak ini menceritakan kesedihan yang dialami keluarganya.

"Boleh kah saya berbicara ? saya hanya ingin share sesuatu yang menurut saya penting untuk di share karena menentukan keselamatan kita sebagai warga negara, masyarakat, di tengah pandemi yang segala nya semakin terlihat tidak pasti ini.

Resah! Itu yang saya Rasakan , ketika adik kandung saya, yang baru menempati rumah 1 bulan setelah mereka pindah dari rumah orang tua, melanjutkan hidup mereka dengan sedikit demi sedikit gaji yang mereka miliki, dari bekerja . Untuk berusaha hidup mandiri, sebagai pasangan suami istri, Harta benda di dalam kamar dan rumah mereka sendiri, HARUS RAIB , dibawa Perampok, yang secara profesional masuk Di siang Hari melalui pintu pagar depan rumah di kawasan tebet barat , dekat Gelael," ungkap Acha Septriasa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Boleh kah saya berbicara ? saya hanya ingin share sesuatu yang menurut saya penting untuk di share karena menentukan keselamatan kita sebagai warga negara, masyarakat, di tengah pandemi yang segala nya semakin terlihat tidak pasti ini. Resah! Itu yang saya Rasakan , ketika adik kandung saya, yang baru menempati rumah 1 bulan setelah mereka pindah dari rumah orang tua, melanjutkan hidup mereka dengan sedikit demi sedikit gaji yang mereka miliki, dari bekerja . Untuk berusaha hidup mandiri, sebagai pasangan suami istri, Harta benda di dalam kamar dan rumah mereka sendiri, HARUS RAIB , dibawa Perampok, yang secara profesional masuk Di siang Hari melalui pintu pagar depan rumah di kawasan tebet barat , dekat Gelael. Kemarin, tepat nya tanggal 31 July Hari Jumat, adik saya , Juwita, menjalankan solat Idul Adha, dan pulang jam 11 siang karena melihat kejanggaln di CCTV online, yg Mati tiba2 , mereka kemudian pulang ke rumah, menyalakan CCTV kembali, lalu bergegas ke rumah Mertua. Siang hari, waktu Juwita masuk ke kamar, barang- barang masih ada di tempatnya, akhirnya Juwita pergi keluar rumah tentunya dengan mengunci pintu gembok dan mengaktifkan kembali CCTV Seharian mereka pergi berkunjung kerumah sanak saudara dan family, pulang pukul 7 malam , rumah Juwita sudah terbuka pagar nya, meninggalkan bekas gembok yg terbuka , dan Mereka tak berani masuk takut Rampok masih ada, Suami Akhirnya memutuskan untuk menelfon keluarga dan lalu masuk ke dalam rumah secara hati2, Saat itu keluarga Org tua Juwita, yang merupakan Ibu bapak saya bersama suami dan Juwita masuk bersama dan menemukan barang2 berserakan di kamar, TV sudah di ringkus di ruang keluarga , berangkas habis dibawa , padahal di simpan di tempat sangat amat rahasia, berangkas pun baru di beli 1 bulan yg lalu, di ambil langsung dari toko , tanpa jasa delivery. Kami kaget, patah hati, bersyukur karena nyawa kami tidak melayang, namun rasa hati ini sakit, karena semua harta benda yang terdapat surat2 di dalam nya dan tabungan mas kawin hilang di rampok orang yang mungkin telah mengamati rumah kami, bbrp hari ini. Kami cuma ingin Pihak kepolisian, meringkus dan mencari dalang di balik kejadian ini

A post shared by Acha Septriasa (@septriasaacha) on

Loading...
2 dari 2 halaman


Pemain film My Heart ini pun menceritakan membagikan kronologi perampokan yang dialami adiknya.

"Kemarin, tepat nya tanggal 31 July Hari Jumat, adik saya , Juwita, menjalankan solat Idul Adha, dan pulang jam 11 siang karena melihat kejanggaln di CCTV online, yg Mati tiba2 , mereka kemudian pulang ke rumah, menyalakan CCTV kembali, lalu bergegas ke rumah Mertua.

Siang hari, waktu Juwita masuk ke kamar, barang- barang masih ada di tempatnya, akhirnya Juwita pergi keluar rumah tentunya dengan mengunci pintu gembok dan mengaktifkan kembali CCTV.

Seharian mereka pergi berkunjung kerumah sanak saudara dan family, pulang pukul 7 malam , rumah Juwita sudah terbuka pagar nya, meninggalkan bekas gembok yg terbuka , dan Mereka tak berani masuk takut Rampok masih ada, Suami Akhirnya memutuskan untuk menelfon keluarga dan lalu masuk ke dalam rumah secara hati2,

Saat itu keluarga Org tua Juwita, yang merupakan Ibu bapak saya bersama suami dan Juwita masuk bersama dan menemukan barang2 berserakan di kamar, TV sudah di ringkus di ruang keluarga , berangkas habis dibawa , padahal di simpan di tempat sangat amat rahasia, berangkas pun baru di beli 1 bulan yg lalu, di ambil langsung dari toko , tanpa jasa delivery," cerita Acha Septriasa.

Pihaknya merasa kaget dan terpukul dengan perampokan yang terjadi. Pihaknya hanya ingin pihak polisi segera meringkus pelaku perampokan.

"Kami kaget, patah hati, bersyukur karena nyawa kami tidak melayang, namun rasa hati ini sakit, karena semua harta benda yang terdapat surat2 di dalam nya dan tabungan mas kawin hilang di rampok orang yang mungkin telah mengamati rumah kami, bbrp hari ini.

Kami cuma ingin Pihak kepolisian, meringkus dan mencari dalang di balik kejadian ini," pungkas Acha.



Sementara itu, kondisi Juwita usai kejadian disebutkan oleh Rita mengalami syok berat. Ia pun enggan diwawancara dan hanya menangis.

"Kasihan adiknya (Acha Septriasa) enggak mau ngomong dan cuma menangis saja," Rita Emza menggambarkan kondisi putrinya.