Brilio.net - Mantan penyanyi cilik, Renaldy atau yang saat ini dikenal dengan nama Dena Rachman, mencuri perhatian publik dengan keputusannya menjadi seorang trasgender.

Hasratnya untuk berubah menjadi seorang wanita sudah mulai ia rasakan saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan mulai memasuki masa pubertas. Dalam channel YouTube milik Daniel Mananta, Dena menceritakan kisah perjalanan hidupnya hingga menjadi seorang transgender yang berparas cantik seperti saat ini.

Saat kecil, Dena merupakan anak yang berprestasi. Sejak TK dirinya sudah senang menampilkan bakat-bakatnya kepada publik. Dena bahkan sempat mengeluarkan album serta berakting di sejumlah serial laga kala itu.

Saat ini dirinya menjadi seorang pengusaha, menjadi speaker di berbagai acara, dan seorang aktivis yang berjuang dalam mendapatkan kesetaraan gender.

Berikut enam kisah Dena Rachman dilansir dari YouTube Daniel Mananta Network pada Senin (16/11).

Loading...

1. Suka bernyanyi dan menari saat kecil.

Kisah Dena Rachman © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@denarachman

Saat kecil, Dena yang terlahir dari keluarga pegiat seni. Ayahnya seorang koreografer dan ibunya yang memiliki banyak teman di dunia hiburan Tanah Air. Dena saat TK sudah senang menampilkan bakatnya seperti bernyanyi dan menari.

"Dari TK tuh udah sering ada pertunjukan gitu gue suka ikutan nge-dance terus ikutan tampil disuruh nyanyi tuh seneng," kata Dena pada Daniel Mananta.

Ketika anak laki-laki seusianya lebih suka bermain bola, robot-robotan dan lain sebagainya, Dena justru tidak suka. Sehingga mungkin banyak orang di sekitarnya mengira Dena tidak seperti anak laki-laki pada umumnya. Dan kedua orang tuanya akhirnya mengarahkannya untuk menjadi artis cilik.

2. Sudah merasa berbeda sejak SMP.

Kisah Dena Rachman © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@denarachman

Ketika memasuki bangku SMP dan sudah mengalami puber, Dena merasa dirinya berbeda dengan anak laki-laki pada umumnya.

"SMP mulai puber kan? trus mulai ngerasa I'm different," kata Dena.

Ketika melihat teman-temannya yang laki-laki, Dena merasa berbeda dengan teman-teman seumurannya. Karena dirinya merasa berbeda, ia berusaha untuk menyesuaikan dengan yang lainnya. Hingga akhirnya Dena berani menunjukkan dirinya yang sesungguhnya karena mendapat dukungan dari temannya saat kelas 2 SMP.

3. Mulai menunjukkan jati diri saat SMA.

Kisah Dena Rachman © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@denarachman

Saat masuk SMA, Dena mulai memberanikan diri untuk menjadi dirinya sendiri sesuai apa yang ia rasakan. Dia menunjukkannya melakui sikap dan preferensinya, meski tetap harus mengikuti peraturan sekolah untuk memakai seragam laki-laki.

"Gue masuk SMA 6 udah nggak pura-pura. Dalam artian masih ikutin regulasi pakai seragam sesuai, cuma dari awal gue sudah menjadi diri sendiri ditunjukkan melalui sikap dan preferensiku. Gue sudah all out," paparnya.

Saat masa orientasi sekolah, alih-alih dibully atau dicibir oleh teman-teman dan kakak kelasnya, Dena justru disenangi oleh teman-temannya.

"Di awal-awal gue kan ada orientasi gitu, jadi sama senior kayak dikerjain gitu. Ketika gue disuruh macam-macam gue malah totalitas jadi lama-lama kakak kelas yang ngerjain gue malah jadi sayang. Gue tampil aja bodo amat," jelasnya.

4. Orang tua dipanggil pihak sekolah.

Kisah Dena Rachman © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@denarachman

Pada suatu hari ketika dirinya kelas 1 SMA, Dena ditugaskan oleh sang guru untuk mengembalikan alat lab ke ruang laboratorium di sekolahnya. Ketika dirinya melewati salah satu kelas, Dena justru disoraki oleh seluruh murid di dalam kelas tersebut, padahal ada seorang guru di dalamnya.

"Pas gue lewatin kelas 2, itu kayak dua ruangan kan (berhadapan) langsung rame banget, heboh (waktu Dena lewat) dan itu ada guru, dan si guru ini kayaknya rumpi ke wali kelas gue, terus akhirnya wali kelas gue manggil orangtua gue (ke sekolah)," jelas Dena.

Wali kelas Dena memanggil orang tuanya untuk memberitahukan bahwa ada sesuatu yang aneh dari Dena, yaitu memiliki kecenderungan sebagai anak perempuan. Dan Dena merasa orang tuanya tidak mempermasalahkan hal itu karena Dena berhasil menjadi anak yang berprestasi.

5. Penampilan perlahan berubah saat kuliah.

Kisah Dena Rachman © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@denarachman

Ketika sudah lulus SMA, dan berkuliah di universitas negeri ternama di Indonesia, Dena secara bertahap menunjukkan dirinya yang sesungguhnya melalu penampilan.

"Waktu gue ke kampus gue sudah pakai skinny jeans, pakai baju distro, kaos yang lucu, kemeja floral, tapi belum pakai dress. Nah, di situ mulai, dalamannya mungkin pakai tank top segala macam," jelas ia.

6. Berkata jujur pada orang tua.

Kisah Dena Rachman © 2020 brilio.net

foto: Instagram/@denarachman

Ketika sudah mulai kerja, Dena semakin berani untuk menunjukkan jati dirinya dan berkata jujur pada orang tua.

"Gue semakin berani untuk dateng gitu loh, untuk honest to my parents, karna gue tau banget mereka itu concern-nya mungkin adalah about my future," jelas Dena.

Bahkan, karena dirinya sangat berprestasi, kakek Dena tidak mempermasalahkan dirinya menjadi tansgender. Mengenakan bahasa Sunda, kakek Dena justru memberi dukungan dan membebaskan Dena untuk menjadi dirinya sendiri.

"Biar saja Gin (ibu Dena), yang penting cantik dan berprestasi, iya bagus-bagus tidak apa-apa," pungkas Dena menirukan kakeknya.