Brilio.net - Musisi menderita gangguan depresi bukanlah hal yang baru di dunia hiburan. Banyaknya tekanan yang mereka terima tentu tak semua orang bisa hadapi. Ada yang memilih untuk melampiaskannya dengan menggunakan narkoba dan ada pula memilih mengakhiri hidup mereka.

Sejak dulu, beberapa musisi bahkan alami depresi lalu berujung dengan bunuh diri. Mungkin tekanan yang mereka terima ketika hidup tak sebanding dengan rasa perhatian dan kasih sayang yang didapat dari orang yang berada di sekitarnya. Atau pun mereka ini sudah tak sanggup lagi menahan berbagai tekanan dan sudah tak memiliki pandangan di masa depan.

Berikut 4 musisi legendaris yang alami depresi lalu berujung bunuh diri seperti dirangkum brilio.net dari berbagai sumber, Sabtu (22/7).

1. Amy Winehouse.

musisi legendaris depresi bunuh diri  © 2017 berbagai sumber

Loading...

foto: photofromtheworld.com

Penyanyi dan juga pengarang lagu ini merupakan salah satu musisi terbaik Inggris dengan berbagai penghargaan untuk albumnya. Di tahun 2008, ia menerima lima Grammy Awards yang pecahkan rekor untuk musisi wanita penerima Grammy terbanyak saat itu.

Pada 23 Juli 2011, Amy ditemukan meninggal dunia dengan botol vodka kosong tepat di samping jasadnya. Usianya baru menginjak 27 tahun, namun penyanyi cantik ini ternyata menderita depresi berat dan punya kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.

Ahli koroner menyebutkan bahwa kadar alkohol di dalam tubuh Amy saat meninggal mencapai 416 mg per 100 ml, lima kali lipat dari batas aman mengonsumsi minuman keras.

Kehidupan pribadi Amy memang tak segemerlap prestasinya. Dua bulan sebelum kematiannya, mantan suami Amy, Blake Fielder-Civil mengatakan bahwa Amy meneleponnya dan mencoba bunuh diri dengan mengiris lengannya sendiri.

2. Kurt Cobain.

musisi legendaris depresi bunuh diri  © 2017 berbagai sumber

foto: billboard.com

Vokalis band legendaris Nirvana ini meninggal dunia di puncak kejayaan bandnya. Cowok tampan ini dianggap sebagai ikon musik aliran Grunge dan juga disebut ikut menyuarakan pandangan anak muda di masa itu, yakni anti kemapanan dan pemberontak.

Pada tanggal 8 April 1994, Kurt Cobain ditemukan meninggal bunuh diri di rumahnya di Seattle, Amerika Serikat. Ia mengakhiri hidupnya dengan cara menembak kepalanya sendiri setelah meninggalkan pesan terakhir pada selembar kertas.

Sebelum meninggal, diketahui suami Courtney Love ini mengalami kecanduan heroin dan juga depresi. Ia sempat mengeluhkan kalau penggemarnya lebih tertarik dengan kehidupan pribadinya daripada karyanya.

Di usia yang masih terbilang yakni 27 tahun, Kurt Cobain merasa bingung cara menghadapi ketenarannya itu. Ia mengaku sudah tak merasakan kebahagiaan lagi ketika di atas panggung dan berpura-pura terlihat bahagia.

"Saya tidak punya hasrat lagi, ingatlah, lebih baik terbakar habis daripada memudar," pesan terakhirnya dalam surat yang ia tinggalkan sebelum bunuh diri.

3. Chris Cornell.

musisi legendaris depresi bunuh diri  © 2017 berbagai sumber

foto: talkingmetal.com

Vokalis Audioslave dan Soundgarden ini juga dianggap sebagai salah satu pionir musik aliran Grunge di era 90-an. Chris sempat menulis lagu untuk soundtrack beberapa film blockbuster, salah satunya adalah James Bond Casino Royale (2006).

Sahabat Chester Bennington ini sepanjang hidupnya telah menjual 14,8 juta album, 8,8 juta lagu digital dan 300 juta audio stream yang hanya di Amerika Serikat saja, belum di negara lainnya. Chris juga pernah 14 klai masuk nominasi Grammy Awards dan memenangkan dua di antaranya.

Namun sayang, pada tanggal 18 Mei 2017, Chris yang saat itu berusia 52 tahun ditemukan tewas di kamar hotelnya di Detroit. Ia memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, beberapa jam setelah tampil di panggung Fox Theater.

Sebelum melakukan bunuh diri, Chris sempat menelepon istrinya dan mengatakan beberapa kali "Saya sudah lelah". Diketahui, Chris sempat mengalami kecanduan narkoba dan berhenti sejak 2002. Setahun sebelum kematiannya, ia mengaku menderita depresi kepada majalah Men's Health.

4. Chester Bennington.

musisi legendaris depresi bunuh diri  © 2017 berbagai sumber

foto: nydailynews.com

Vokalis band legendaris Linkin Park ini baru-baru saja menggemparkan dunia. Berita kematiannya yang sangat mengejutkan para penggemarnya di seluruh dunia ini menambah panjang daftar para musisi yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Pada hari Kamis 20 Juli 2017, kepolisian menemukan sang vokalis gantung diri di kediamannya di Palos Verdes Estates, Los Angeles, Amerika Serikat. Chester meninggal dunia di usia 41 tahun dan meninggalkan 6 anak dari dua kali pernikahan. Chester meninggal tepat di hari ulang tahun sahabatnya Chris Cornell yang juga meninggal bunuh diri di bulan Mei lalu. Ia juga sempat menulis surat untuk mengenang sahabatnya itu sebagai rasa duka citanya yang mendalam.

Sebelumnya, dikabarkan kalau musisi legendaris ini sedang berjuang dari ketergantungan narkoba dan alkohol yang telah berlangsung beberapa tahun ini. Dan ia juga sulit mengelola rasa frustasinya selama beberapa waktu terakhir karena album ketujuhnya 'One More Light' digempur dengan kritik serta cibiran dari orang-orang yang merasa kecewa dengan perubahan nuansa musikalitasnya.

Perubahan musik Linkin Park di album baru yang terasa lebih nge-pop ini menjadi bahan pembicaraan. Bahkan dikabarkan Chester marah besar karena dituduh penggemar setianya sengaja mengubah genre musik Linkin Park demi uang. Hal ini lah disebut-sebut membuatnya semakin depresi.

Padahal, karier Chester sebagai musisi begitu luar biasa. Bersama bandnya Linkin Park, ia berhasil menelurkan karyanya di album 'Meteora' menjadi album band alternatif terbaik dalam sejarah permusikan di dunia. Beberapa lagunya bahkan berhasil mencapai puncak tangga lagu favorit dan selalu diputar di belahan dunia lainnya.

Lagu-lagunya yang luar biasa itu telah menemani jutaan remaja era 90-an yang masih tetap enak didengar hingga sekarang.