Brilio.net - Mengatur uang masuk dan dan pengeluaran masih menjadi pekerjaan rumah untuk sebagian orang. Bukan hanya karena dibelanjakan untuk hal yang tak berguna. Melainkan uang tersebut difungsikan untuk kebutuhan sehari-hari yang terus membengkak.

Bahkan, ada orang yang mengatakan bahwa menabung adalah sesuatu yang mustahil. Gaji atau uang kiriman dari orangtua tak jarang habis sebelum waktunya. Fenomena ini yang membuat tanggal tua menjadi hari-hari yang menyebalkan akibat ekonomi kian menipis.

Banyak sekali yang bisa dilakukan seperti mengurangi jumlah pengeluaran, memprioritaskan barang yang akan dibelanjakan dan lain sebagainya. Tapi terkadang hal tersebut belum cukup berpengaruh kepada pengeluaran kita.

Tenang, ada cara dari Raditya Dika untuk mengatur uang. YouTuber kondang sekaligus komika sukses ini mempunyai cara ampuh dalam hal manajemen keuangan biar THR kamu aman.

Apa saja cara-cara tersebut? Dikutip dari brilio.net dari kapanlagi.com, Selasa (21/5). Inilah 15 Cara mengatur uang ala Raditya Dika mengatur uang.

Loading...

1. Beli barang untuk diri sendiri.

Raditya Dika menyarankan untuk membuang jauh gengsi. Ia menyarankan untuk memulai membelanjakan uang hanya untuk kebutuhan.

"Kalau lo beli barang untuk supaya orang lain kagum sama lo itu cara yang salah untuk membeli sebuah barang. Beli karena lo happy, lo butuh untuk diri lo sendiri," ujarnya.

2. Waktu adalah teman terbaik untuk investasi.

Raditya Dika menyarankan untuk investasi. Sebagai seorang penulis, Radit telah menginvestasikan buku pertamanya yang berjudul "Kambing Jantan."

"Royalti pertama langsung gue tabung untuk dana pensiun. Uang royalti ini ngebantu banget," akunya.

3. Prinsip utama.

Sebelum menerangkan lebih jauh, Radit menekankan prinsip utama dalam mengelola uang. "Uang keluar harus lebih sedikit dari uang masuk. Lo ningkatin uang masuk atau nekan uang keluar," ujarnya.

4. Hutang - piutang.

Raditya tidak menganjurkan para fans untuk berhutang. Radit pun bersyukur karena tak pernah terlilit hutang. "Ini prinsip yang gue jaga. Mau beli mobil gak usah yang terlalu maha, yang penting gak hutang. Orang hutang ke kita akan jadi tanggungan dia, tapi banyak pertemanan rusak karena hutang," lanjut Radit.

5. Transaksi cash.

Kehidupan kita memang dipermudah dengan sistem transfer, debit/credit card dan e-money. Namun Radit menyarankan membayar dengan uang cash atau kontan. Dengan begitu, kita akan berpikir ulang untuk membeli produk mahal.

"Akan beda bayar secara cash dibanding debit. Lo akan lebih gak rela untuk bayar pakai uang cash," jelas Radit.

6. Gaji beda dengan penghasilan.

"Jarang yang membicarakan bagaimana menambah penghasilan. Ini perlu dipahami bahwa gaji tidak sama dengan penghasilan," terang Radit.

Naik gaji datangnya dari tempat kita bekerja. Berbeda dengan penghasilan yang bisa datang dari usaha kita yang lain seperti membuka online shop dan lain-lain.

7. Pelajari investasi.

Ada banyak produk investasi saat ini. Kita bisa memilih produk investasi mana yang paling cocok. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan penghasilan.

"Ketahui tujuan kalian dan pilih investasi yang cocok. Gue pilih saham untuk investasi," ujar Radit.

8. Bikin anggaran.

Setelah menemukan pilihan investasi yang sesuai. Kita harus mulai membuat anggaran untuk investasi. Selain itu juga anggaran untuk kebutuhan sehari-hari.

"Setelah menikah Anissa bikin budget pengeluaran bulanan, sebelumnya gue gak bikin. Tapi minimal 10% dari penghasilan untuk investasi. Pahami mau alokasi berapa persen untuk investasi alokasi normalnya 10-20%," tambah Radit.

9. Banyak penghasilan ? Banyak pengeluaran.

Pertambahan penghasilan yang dirasakan tidak seharusnya menaikkan pengeluaran. Hal ini yang menjadikan kita tak bisa menghemat penghasilan kita.

"Banyak temen gue di dunia entertainment, masih muda kaget liat duit banyak. Pengeluaran mereka malah semakin banyak, mungkin mereka berpikir duit masih bisa dicari lagi. Tapi itu yang gue hindari saat gue masih muda," ujar Radit.

10. Beli pengalaman bukan barang.

Banyak di antara kita membeli barang, kemudian hilang begitu saja? Radit menganjurkan untuk membeli pengalaman bukan barang. "Jauh lebih membahagiakan dibanding beli sebuah barang. Kebahagiaan itu lebih membekas kalau beli pengalaman, misalnya liburan atau makan bareng keluarga," jelas Radit.

11. Hitung cost per use.

Hidup minimalis bukan berarti kita membeli barang yang murah. Radit tak keberatan jika harus berbelanja barang dengan kategori Luxury. "Misal beli ikat pinggang 1 juta, tapi cuma bisa dipakai 1 tahun. Mending beli yang lebih berkualitas tapi bisa dipakai lebih dari 15 tahun," jelas Radit mengawali.

12. Belanja sendiri.

Menurut Radit, berbelanja sendiri bisa membuat kita nyaman menentukan pilihan dan tanpa pengaruh siapa pun. "Kalau sama teman bisa terhasut," ujarnya sambil terkekeh.

13. Pajak dan donasi.

Radit menganjurkan untuk membayar pajak agar tak kena denda dari pemerintah. Selain itu ia juga menganjurkan donasi.

"Jangan sampai penghasilan makin besar, ga bayar pajak nanti kena denda. Dengan memberi uang ke yang membutuhkan. Kita akan dapat kebahagiaan yang lain. Usahakan menambah donasi ke orang lain, karena lo bisa merasakan kebahagiaan yang lain," jelasnya.

14. Hubungan dengan uang.

Biasakan untuk berhemat sedari dini. Jika tidak dibiasakan, kita akan kesulitan untuk berperilaku hemat di kala dewasa. "Perlu komitmen dan fokus, jangan stres dikit belanja. Gimana mengubah kebiasaan tidak sehat dengan uang bisa berubah," lanjutnya.

15. Cari partner yang tepat.

Langkah terakhir adalah memilih partner yang tepat. Dalam hal ini, Raditya Dika menekankan pada pasangan yang punya prespektif yang sama.

"Terbuka sejak awal masalah uang. Komunikasi yang sehat bisa jadi fondasi yang kuat untuk sampai pernikahan. Hampir 80% pertengkaran di rumah tangga itu karena uang. Harus punya sikap dan perspektif yang sama tentang uang," pungkas Radit.