Brilio.net - Puan Maharani kini resmi menduduki kursi Ketua DPR ke-19. Puan dilantik sebagai Ketua DPR RI periode 2019-2024 dalam rapat paripurna, Selasa (1/10). Jika mengulik sejarahnya, Puan merupakan wanita pertama yang menjadi Ketua DPR.

Dilansir dari liputan6.com, dalam rapat paripurna tersebut, Puan menyampaikan sejumlah poin penting. Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) itu menuturkan mengenai pentingnya untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Kita perlu berada dalam satu semangat dan jiwa yang sama, untuk secara bersama-sama memantapkan dan meneguhkan Pancasila sebagai ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara, UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Puan seperti dikutip dari liputan6.com, Rabu (2/10).

puan © 2019 brilio.net

foto: Liputan6.com/Johan Tallo

Ia mengharapkan banyak masukan dari masyarakat dan media. Ia menyebut DPR bukan anti kritik, hanya saja berharap adanya kritik dan masukan yang objektif.

"Kami juga mengharapkan dukungan dari masyarakat, termasuk para pengamat dan kalangan media massa. Kita tidak antikritik, tetapi diharapkan masyarakat tidak mudah terjebak pada penilaian yang bersifat apriori terhadap pelaksanaan tugas-tugas DPR dan dapat bersikap objektif dalam menilai kinerja kita semua," ucapnya.

Ia memastikan, DPR adalah lembaga yang merupakan representasi rakyat dan tetap menjadi rumah rakyat.

"Oleh karena itu, kita akan selalu terbuka terhadap setiap aspirasi dan masukan yang kita terima dari masyarakat," ujarnya.

Putri Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu mengakhiri pidatonya dengan mengutip kata-kata dari Kitab Baghawad Gita, berisi nasihat Kreshna pada Arjuna di medan perang Kurusetra.

"Akhirnya, kami ucapkan selamat bekerja untuk kita semua: Karma Nevad Ni Adikaraste Ma Phaleshu Kada Chana, lakukan kewajiban kita tanpa memikirkan untung ruginya," Puan Maharani menandaskan.