Brilio.net - Ketua Bidang Milenial Alumni Universitas Indonesia Muhammad Pradana Indraputra mengatakan alumni UI memiliki alasan kuat mendukung calon presiden petahana Joko Widodo. Hal itu dikatakannya usai Deklarasi Alumni UI Dukung Jokowi-Amin di GBK, Senayan, Jakarta pada Sabtu (12/1) lalu.

"Jokowi bukan tipikal orang yang omong doang, rencana doang. Jokowi itu man of action. Jokowi melakukan semuanya. Sesimpel itu alasan kami," kata Pradana dalam siaran pers, Minggu (13/1).

Pradana mengatakan yang membedakan Jokowi dengan yang lain adalah Jokowi merupakan pemimpin yang tegas dan berani. Dia mencontohkan, hal itu tergambar dalam keberhasilan pemerintah dalam mengakuisisi PT Freeport dan menyelesaikan proyek MRT.

"MRT yang sudah terencana dari tahun 90-an, enggak pernah tereksekusi. Baru tereksekusi sama Jokowi. Freeport sejak dulu katanya divestasi, tapi enggak pernah kejadian. Baru zaman Jokowi bisa terjadi," jelas Pradana yang juga menjabat Ketua Bidang Milenial Masyarakat Cinta Masjid (MCM) ini.

Menurut Pradana, pemilih milenial cenderung akan lebih memilih capres yang telah membuktikan kinerjanya.

Loading...

"Visi Jokowi cocok banget dengan anak muda. Dia mendukung start up, ekonomi kreatif dan transportasi publik, kebersihan dan tata kota. Beliau juga tipikal orang enerjik dan berjiwa muda," tutur dia.

Sementara, salah satu undangan alumni UI, Ketua Masyarakat Cinta Masjid (MCM) Wishnu Dewanto mengatakan sebagian besar kader MCM mendukung Jokowi.

"Kader MCM punya hak pilih, sebagian besar kader MCM ingin Jokowi melanjutkan pemerintahannya di periode kedua," kata Wishnu Dewanto dikutip Antara.

Wishnu menyatakan pemerintahan Jokowi telah membuktikan kinerjanya yang pro rakyat pada periode pertama pemerintahannya sehingga mantan Gubernur DKI Jakarta ini pantas untuk diberi kesempatan menyelesaikan program-programnya di periode kedua kepemimpinannya.

"Infrastruktur yang masif. Keamanan stabil. BBM satu harga. Perusahaan yang dulu dikuasai asing sudah dapat dikuasai bangsa Indonesia. Kami rasa dia pantas dua periode," tambah dia.