Kisah bintang Turki di Piala Dunia 2002, kini jadi driver ojek online

Kisah bintang Turki di Piala Dunia 2002, kini jadi driver ojek online

Brilio.net - Salah satu legenda timnas Turki sekaligus bintang mereka di Piala Dunia 2002 adalah Hakan Sukur. Pemain ini adalah salah satu punggawa timnas Turki yang berposisi sebagai striker. Dalam kurun waktu 1992-2007, Hakan Sukur merupakan juru gedor Timnas Turki yang cukup mematikan.

Bisa dibilang, Hakan Sukur adalah salah satu pesepak bola terhebat dalam sejarah Turki. Sukur pernah menikmati karier gemilangnya ketika berseragam klub Galatasaray, Inter Milan, Parma, dan Blackburn Rovers.

Kisah bintang Turki di Piala Dunia 2002, kini jadi driver ojek online

foto: Instagram/@hakansukur

Dia tampil 112 kali untuk negaranya dan merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Turki dengan torehan 51 gol. Dia memainkan peran penting saat Turki finish ketiga di Piala Dunia 2002.

Pada Piala Dunia yang diselenggarakan di Korea dan Jepang itu, timnas Turki berhasil menembus semifinal sebelum ditaklukkan Tim Samba, Brasil dengan skor tipis 0-1. Ketangguhan kiper hebat mereka, Rt Reber berhasil ditembus oleh gol semata wayang Ronaldo Nazario kala itu.

Kisah bintang Turki di Piala Dunia 2002, kini jadi driver ojek online

foto: givemesport.com

Gagal ke final, Turki harus masuk ke babak perebutan juara ketiga melawan tim tuan rumah, Korea Selatan. dalam pertandingan tersebut Hakan Sukur tampil begitu buas dengan langsung mencetak gol, tak lama setelah peluit pertandingan baru saja di tiup.

Sempat berbalas gol, Turki akhirnya berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-2 yang membuat Turki keluar sebagai juara ketiga di Piala Dunia 2002.

Sukur memutuskan untuk gantung sepatu pada tahun 2007. Kini, dirinya menjalani kehidupan yang sangat berbeda pascapensiun selama 15 tahun.

Kisah bintang Turki di Piala Dunia 2002, kini jadi driver ojek online

foto: givemesport.com

Sukur memutuskan untuk berkiprah di dunia politik setelah pensiun dari sepak bola. Dia menjadi lawan politik Presiden Recep Tayyip Erdoan dan didakwa menghina Erdogan di Twitter pada 2016.

Dilansir brilio.net dari givemesport.com pada Jumat (21/10), menurut The Guardian, Sukur mengklaim dia tidak bermaksud menghina presiden dalam komentarnya, tetapi pembelaan itu ditolak oleh jaksa.

Dia dituduh berpartisipasi dalam kudeta yang gagal untuk menggulingkan Erdogan. Menurut The Sun, surat perintah dikeluarkan untuk penangkapan Hakan Sukur yang membuat pria berusia 51 tahun ini hengkang ke Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Welt am Sonntag pada tahun 2020, Sukur menjelaskan bagaimana dia kehilangan segalanya akibat dari ketidaksetujuannya dengan Erdogan dan melarikan diri ke AS.

Saya tidak punya apa-apa lagi, Erdogan mengambil segalanya: hak saya untuk kebebasan, kebebasan berekspresi dan hak untuk bekerja, kata Sukur, dikutip dari givemesport.com

Sepertinya tidak ada yang bisa menjelaskan peran saya dalam kudeta ini. Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang ilegal, saya bukan pengkhianat atau teroris. Saya mungkin musuh (dari) pemerintah ini, tetapi bukan negara atau bangsa Turki. Saya mencintai negara saya," kata mantan pemain Internazionale Milan itu.

Setelah beda pandangan dengan Erdogan, saya mulai menerima ancaman. Toko istri saya diserang, anak-anak saya dilecehkan, ayah saya dipenjara dan semua aset saya disita," ungkap Hakan Sukur.

Kisah bintang Turki di Piala Dunia 2002, kini jadi driver ojek online

foto: Instagram/@hakansukur

Sukur mengungkapkan, untuk menyambung hidup dirinya pernah bekerja sebagai tukang ojek online, Uber. Pekerjaan tersebut ia lakukan hingga Desember 2021.

Jadi saya pindah ke Amerika Serikat, awalnya menjalankan sebuah kafe di California, tetapi orang-orang aneh terus datang ke bar. Sekarang saya mengemudi (menjadi sopir) untuk Uber dan saya menjual buku, kata Hakan Sukur dikutip dari givemesport.com.

(brl/pep)