Brilio.net - Seringkali kamu mendengar ada penyebutan anak pintar dan anak bodoh. Saat nilai ujiannya jauh di bawah siswa lainnya, maka dengan gampang orang akan menyebut anak bodoh. Bahkan sebutan itu bisa jadi datang dari para pendidik sendiri.

Tapi cerita ibu muda dari Jakarta ini pasti akan menginspirasimu. Debra Maria Rumpasek membuktikan jika tak ada anak yang bodoh. Menurutnya yang ada hanya proses belajar yang salah, sehingga membuat anak menjadi bodoh.

Wanita lulusan Universitas Airlangga ini adalah ibu dari anak bernama Bill yang hiperaktif dan punya nilai jauh di bawah rata-rata nilai temannya. Tahu kalau anaknya punya karakter belajar kinestetik dan auditori, Debra mengubah cara belajar anaknya menjelang Ujian Nasional SMP. Kamu nggak akan mengira jika hasilnya sangat memuaskan.

Debra Maria Rumpasek © 2016 brilio.net

Nah, berikut cerita lengkapnya Debra di akun Facebooknya yang dikutip brilio.net, Rabu (15/6):

Jangan pernah melabeli anak kita bodoh, walaupun seluruh dunia mengatakan dia bodoh, karena tidak ada seorang anak terlahir bodoh.

Bill berusia 15 th baru saja mendapatkan hasil nilai Ujian Nasional SMP dengan rata2x 8. Bukan bermaksud pamer karena pasti ada anak yang nilainya lebih dari itu, tetapi menjadi sangat spesial karena sehari-hari ulangan matematika dan IPA sering mendapat nilai di bawah rata2x. Sering dia bertanya pada mamanya, "mama aku anak bodoh ya?" Dan selalu saya jawab tegas, "tidak...Bill anak pandai, hanya kamu kurang menyukai proses pembelajarannya."

Bill tipe anak kinestetik dan auditori. Dia suka bergerak, tidak bisa diam dan sensitif sekali terhadap suara. Dia akan ngantuk sekali kalau disuruh diam di kelas. Sebagai kompensasinya, saat gurunya menerangkan dia suka menggambar atau bercanda maupun ngusilin temannya. Gurunya mengeluhkan kondisi dia karena dianggap dia tidak mau belajar. Akhirnya dipindah duduknya di depan sendiri sehingga dia tidak berkutik. Apakah setelah itu lebih baik untuk dia???. Bill tidak mendapatkan apa2x dari pelajarannya...nol besar.

Karena tipe kinestetik, Bill mudah sekali belajar autodidak dan cepat yg berhubungan dg gerak. Bill giat ngegym, dia belajar lewat Youtube bagaimana membentuk otot yg benar, dan berhasil. Bukan ngegym di tempat mahal seperti Celebrity Fitness, melainkan di tempat gym yg perdatangnya hanya bayar Rp 10.000. Karena Bill tipe auditori dia belajar autodidak memainkan gitar dan bisa memainkan lagu apa saja hanya dengan mendengarkan saja. Karena anak auditori, Bill mudah sekali menirukan suara orang dengan dialeknya sehingga membuat kami tertawa.

Pada saat menghadapi Ujian Nasional, metode belajarnya saya rubah, saya membaca poin2x dg nada yg penuh tekanan suara dan saya biarkan dia bebas sambil menggambar dan mainan kucing karena dia anak kinestetik dan auditori. Jangan harapkan anak seperti ini untuk membaca, pasti tidak ada yg masuk di kepalanya. Dan setiap saat dia mau tidur malam, saya melakukan hypnotherapy pada dia. Saya berikan sugesti yang positif. Dan hasilnya WOW amazing dengan nilai Ujian Nasional rata2x 8. Bukan bermaksud pamer, tetapi itu membuktikan bahwa Bill anak yang cerdas. Proses belajar yg salah membuat dia menjadi gagal dan tampak seperti bodoh. Jika saya melabeli dia bodoh, sama artinya kita telah membunuh karakternya.

Untuk para orang tua , jadilah orang satu2xnya yang mempercayai bahwa anak kita cerdas sekalipun seluruh dunia mengatakan dia bodoh.

Tidak ada anak yang bodoh, melainkan proses belajar yang salah yang membuat anak menjadi bodoh. Dan melabeli anak kita bodoh sama artinya kita membunuh karakter dan masa depannya.

I love you Bil.