Brilio.net - Masih ingat presenter sekaligus aktor Augie Fantinus yang tahun lalu sempat tersandung kasus hukum? Dia harus menjadi tahanan Rutan Salemba lantaran kasus pencemaran nama baik. Ia dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tapi itu dulu. Kini Augie sudah kembali menghirup udara bebas.  

Kali ini aktor yang gemar olahraga bola basket itu kembali "berulah." Aktor kelahiran Bandung, 6 Agustus 1979 itu "ngebajak" sekolah di Jakarta. Tapi jangan berpikiran negatif dulu ya.

Ngebajak Sekolah © 2019 brilio.net

Untuk aksinya ini Augie sama sekali tak berurusan dengan tindakan melawan hukum. Justru sebaliknya. Dia malah membantu seorang siswa berkebutuhan khusus.

Tindakannya ini dilakukan di SMAN 22 Jakarta, belum lama ini. Dalam aksinya ini, Augie "ngebajak" posisi pelatih tim basket sekolah tersebut. Aksi ini ia lakukan setelah bekerja sama dengan Developmental Basketball League (DBL) Indonesia dengan membuat episode perdana program reality show terbaru bertajuk DBL Bajak Sekolah

Loading...

Ngebajak Sekolah © 2019 brilio.net

Pembuatan video ini menjadi spesial karena selain untuk memperingati hari ulang tahun DBL Indonesia ke-15 yang jatuh pada 4 Juli 2019 lalu, dalam prgram ini DBL Indonesia juga memberikan hadiah kepada salah satu siswa ‘spesial’ di SMAN 22 Jakarta. Konsep reality show ini memang akan menonjolkan nilai cerita dari setiap sekolah yang “dibajak”.

SMAN 22 Jakarta adalah sekolah pertama yang dibajak Augie. Pada episode perdana ini diceritakan salah satu siswa ‘spesial’ bernama Septian. Dia memiliki mimpi besar untuk bermain di Liga DBL DKI Jakarta Series.

Ngebajak Sekolah © 2019 brilio.net

Septian ingin membuktikan bahwa tekad dan kerja keras merupakan kunci utama untuk mengejar mimpi. “Dia paling pertama datang kalau tim kami latihan. Saya salut sama dia. Meski kondisinya ‘spesial’ dia menunjukkan tekad dan kerja keras kepada tim,” ujar Putra, pelatih SMAN 22 Jakarta.

Bukan hanya itu, Septian juga memiliki cita-cita membangun Gelanggang Olahraga (GOR). Alasannya sederhana, dirinya ingin semua orang bisa bermain basket. “Aku ingin membantu semua orang biar bisa bebas latihan kapan aja di GOR yang aku buat,” pungkas siswa kelas X tersebut.

Program ini juga sekaligus untuk membuktikan bahwa DBL Indonesia terus menunjukkan konsistensinya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang sport, youth, dan entertainment. Salah satu bukti konsistensi itu adalah penyelenggaraan kompetisi DBL yang terus berkembang.

Ngebajak Sekolah © 2019 brilio.net

Kompetisi DBL telah berhasil digelar 30 kota di Indonesia. Salah satu gebrakan terbesar dalam kompetisi ini adalah seri DKI Jakarta. Tahun lalu, seri ibu kota terbagi menjadi 4 regional (West, North-Central, South, dan East) serta 1 seri Championship.

Tentu di tahun ini DBL Indonesia bakal terus menjawab semua tantangan yang ada. Selain menyuguhkan liga basket pelajar terbesar se-Indonesia, DBL Indonesia juga turut mengapresiasi para peserta kompetisi. Salah satunya dengan pembuatan reality show DBL Bajak Sekolah yang bakal ditayangkan setiap Kamis pukul 17.00 WIB ini.  

Terpenting dari program ini adalah pesan yang ingin disampaikan. Dari Septian kita bisa belajar. Bahwa dibalik kekurangan pasti ada kelebihan. Yang terpenting adalah memiliki keinginan, tekad, dan pantang menyerah untuk menggapai impian. 

Nih Episode 1 DBL Bajak Sekolah bersama Augie Fantinus